Untukmu Yang Belum Selesai Skripsi

Boleh dibilang, skripsi adalah pembatas antara kuliah dengan wisuda. Kuliah merupakan proses, sementara wisuda ialah hasil. Manusia dihitung dari apa-apa yang mereka selesaikan. Yah, begitulah kata orang-orang. Mereka hanya bersedia membahas bagian-bagian dari manusia yang ‘kelihatan’.

Kuliahmu bertahun-tahun, seperti tak berarti apa-apa jika tak kunjung di wisuda. Ya, sekali lagi, karena itulah hal yang akan orang-orang hitung. Beragam alasan membuat para mahasiswa lama wisuda. Ada yang karena sedang sibuk membangun bisnis, ada yang sibuk merintis karir di perusahaan, ada mbah dukun sedang ngobatin pasiennya.

Bukan berarti kamu tak boleh sibuk dengan hal-hal diluar kuliah. Justru itu sangat bagus bagi masa depanmu kelak. Namun jangan lupa juga bahwa kamu punya kewajiban untuk menyelesaikan skripsi, sebagai bentuk tanggung jawab kamu terhadap orangtua. Maka dari itu, artikel ini didedikasikan khusus untukmu yang belum selesai skripsi:

Ingat, kuliah itu tidak murah. Mau tidak mau, segeralah kelarin amanah.

uang

foto: blog.tokopedia.com

Coba bayangkan, berapa rupiah yang telah dikeluarkan demi kuliah? Berapa lama waktu yang telah dikorbankan selama menjalani proses? Berapa orang yang sedang menanti-nanti ingin melihatmu segera memakai toga?

Segeralah kelarin amanah. Masuk ke kamar, buka laptop atau nyalakan komputer, dan tulislah skripsimu. Segera!

Waktu terus berjalan. Sudah bukan waktunya lagi berlama-lama di kampus.

Clock face and calendar composite

foto: wonderfulengineering.com

Di kos, mungkin kamu merasa kesepian. Karena teman-teman seumuranmu sudah banyak yang lulus. Pergi ke kampus pun, kamu juga merasakan hal yang sama. Sudah tak ada lagi mahasiswa yang mengenalmu. Tak ada lagi tegur sapa dari teman-teman yang dulu selalu menyunggingkan senyum setiap kali berpapasan. Ayolah, waktu terus berjalan. Sudah bukan waktunya lagi berlama-lama di kampus. Segeralah selesaikan skripsimu!

Apakah kamu nggak malu, jika setiap bertemu orang terdekatmu, mereka bertanya: “bagaimana skripsimu?”

foto: fastcompany.com

foto: fastcompany.com

Dalam hidup bermasyarakat, rasa-rasanya tak mungkin kalau orang-orang yang hidup di sekitar kita, tak bertegur sapa dengan kita. Lalu bertanya akan hal-hal sepele seperti: sekarang kuliah di mana? Sekarang lagi sibuk apa? Bagaimana skripsimu?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang tak akan pernah bisa lepas dari hidupmu. Mereka bertanya tentang apa-apa yang berkaitan dengan hidupmu. Jika kamu mahasiswa, tentu tak ada pertanyaan lain selain menanyakan tentang bagaimana skripsimu.

Coba pikirkan, apa kamu tak jenuh, berkali-kali diberondong dengan pertanyaan demikian? Sampai-sampai, kalau kamu bertemu dengan orang baru, sebelum mereka membuka percakapan, kamu sudah tahu mereka akan bertanya apa. Sehingga biasanya kamu akan langsung menjawab:

“Tanyakan apapun, selain skripsi. Karena aku tak akan pernah menjawab pertanyaan itu!”

Bukankah orangtua sedang menunggu-nunggu, agar bisa foto bersamamu dengan mengenakan toga?

foto: dumexpasaribu.wordpress.com

foto: dumexpasaribu.wordpress.com

Waktu terus berlalu. Orangtua semakin menua. Kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi di masa depan. Sebelum segala sesuatunya akan kau sesali, segeralah menyelesaikan skripsimu. Karena itulah harapan orangtua kepadamu. Diantara harapan-harapan mereka, ada satu harapan yang sebetulnya mereka simpan dalam hati kecil: mereka ingin berfoto bersamamu saat wisuda dan mengenakan toga.

Selain orangtuamu, bukankah kekasihmu juga sedang menunggu-nunggu lulusnya kamu, karena kamu berjanji meminangnya setelah wisuda?

foto: ariwibowo90.blogspot.com

foto: ariwibowo90.blogspot.com

Tentu kamu juga tak ingin, kan, jika kekasihmu kemudian memilih untuk meninggalkanmu lantaran tak segera meminangnya? Dari lubuk hati yang terdalam, pasti kamu tak ingin kehilangannya, sementara, ia tak mau dilamar sebelum kamu wisuda. Apa kamu tega, mengecewakan orang-orang yang kau sayangi?

Jika memang kamu ingin segera bekerja dan membangun keluarga, kelarkan skripsimu. Segera!

foto: fokus.fraunhofer.de

foto: fokus.fraunhofer.de

Kekasihmu menunggu pinanganmu. Lowongan-lowongan kerja pun menunggumu agar segera mendaftar. Tetapi, ada satu syarat yang mengganjal: ijazah. Untuk mendapatkannya, tak ada cara lain kecuali kamu segera membuka laptop, mengerjakan skripsi, menikmati hari-hari dengan berbagai catatan revisi, seminar, pendadaran, dan wisuda.

Tinggalkan egomu untuk memenangkan rasa malasmu. Tinggalkan. Tinggalkan! Kerjakan segera, orang-orang tersayang sudah tak sabar menunggumu, memelukmu, memberi selamat kepadamu, lalu foto bersama keluarga dengan mengenakan toga. Jangan kecewakan orang-orang yang kau sayangi!