Ingin punya banyak teman dengan instan? Terapkan beberapa bahasa tubuh ini ketika berinteraksi dengan orang lain

Berinteraksi

Di zaman serba canggih seperti sekarang, menjalin pertemanan bisa dibilang gampang-gampang susah. Sejak ditemukannya benda bernama ponsel pintar (smartphone), orang-orang lebih memilih untuk berinteraksi dengan benda tersebut ketimbang berinteraksi dengan orang lainnya.

Sering kita lihat di banyak tempat seperti di kafe, di ruang tunggu, atau di antrian, kebanyakan orang lebih memilih diam sambil bermain dengan ponselnya daripada membuka percakapan dengan orang yang berada di dekatnya. Padahal, menjalin pertemanan dan mendengar cerita dari orang lain jauh lebih mengasyikkan.

Meskipun demikian – di tengah zaman yang orang-orangnya lebih doyan nundukin kepala buat menatap layar ponsel – kesempatan untuk memiliki banyak teman masih terbuka lebar. Praktikkan cara-cara berikut ini ketika berinteraksi dengan orang-orang baru agar Wovger bisa memiliki banyak teman dalam waktu singkat.

Perlihatkan senyum yang lebar dan tulus kepada lawan bicara, dia akan secara otomatis membalas senyumanmu.

Sumber

Foto : Pixabay.com

Kunci pertama untuk menjalin pertemanan adalah tersenyum. Bukan senyum sembarangan, bukan senyum sinis, senyum jahat, atau senyum nyengir. Harus senyum yang lebar, tulus, ikhlas, dan berasal dari hati yang terdalam. Jangan pernah menganggap remeh sebuah senyuman. Ia dapat membuat suasana dingin menjadi hangat. Ia dapat membuat komunikasi yang beku menjadi cair.

Terlepas dari berbagai masalah yang kamu alami, kamu harus tetap berlaku ramah. Nggak lucu kan kalau nggak mau senyum karena masalah pribadi? Tapi harus diingat, jangan asal memberikan senyuman kepada siapapun, karena bisa-bisa dianggap tidak waras.

Berikan sambutan yang super hangat dengan senyuman ketika bertemu seseorang. Hal ini akan memberikan dampak yang positif bagi lawan bicara. Secara otomatis, mereka akan merespon senyuman yang kamu berikan entah disadari atau tidak. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar bahagia ketika bertemu lawan bicara tersebut.

Lekatkan pandangan pada lawan bicara ketika sedang menjalin sebuah percakapan.

Sumber

Foto : Muralizkidz

Mata memainkan peran penting dalam bahasa tubuh. Kita bisa tahu bagaimana reaksi seseorang dari mata. Sama seperti mulut, mata bisa berbicara dan mengungkapkan banyak hal. Yang perlu kita lakukan ialah memahami bahasa mata.

Agar lawan bicara menjadi terkesan dan tertarik untuk berteman dengan kita, lakukan kontak mata (eye contact) ketika kamu sedang saling bicara. Berbicara sambil memainkan ponsel atau melakukan hal lain tanpa melihat lawan bicara sangat tidak dianjurkan. Kesannya bisa bermacam-macam. Lawan bicara akan menganggap kita sebagai orang yang tidak peduli atau tidak tertarik dengan topik yang dibicarakan.

Maka, jalinlah kontak mata. Jika kamu tidak menyukai topik pembicaraan, berpura-puralah menyukai topik tersebut. Mainkan pula sedikit trik mata seperti membelalak dan memicingkan mata mengikuti alur cerita lawan bicara. Dia akan terkesan bahwa kamu benar-benar mendengarkannya dan tentunya hal itu membuatnya merasa nyaman.

Kontak mata bisa membuat lawan bicara menyukaimu secara instan. Setelah lawan bicara selesai bicara, jangan langsung mengalihkan pandangan. Lakukan perlahan-lahan. Jangan pernah menghentinkan kontak mata secara tiba-tiba.

Berikan sambutan big baby pivot kepada orang tersebut. Dia tidak akan berpikir dua kali untuk menyukaimu.

Sumber

Foto : Pixabay.com.

Apa itu sambutan big baby pivot? Bagaimana sambutanmu ketika melihat bayi yang lucu datang ke arahmu? Dengan spontan, kamu akan datang ke arahnya dan menggendongnya serta mengajaknya bicara. Itulah yang dinamakan sambutan big baby pivot.

Berikan sambutan sepenuhnya kepada lawan bicara seperti memberikan sambutan pada bayi yang mendatangimu. Jika ada yang memanggil dan mengajakmu bicara dari arah belakang, putar badan 180 derajat ke arahnya. Jangan hanya kepalanya saja yang menoleh, ingat, seluruh badan. Sikap demikian menunjukkan bahwa kamu memberikan perhatian penuh pada lawan bicara.

Jangan terlalu banyak bergerak ketika sedang berbicara atau mendengarkan.

Sumber

Foto : Emaze

Seringkali tanpa kita sadari, kita melakukan gerakan-gerakan kecil ketika sedang berbicara dengan orang lain seperti menggaruk-garuk kepala, memainkan pena, menggerakkan tangan dan kaki. Ternyata, hal ini menimbulkan kesan kurang profesional dan tidak menghargai lawan bicara.

Menggerakkan badan bagi sebagian orang merupakan hal yang natural. Namun tidak ada salahnya berlatih untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidak terlalu banyak bergerak juga termasuk untuk tidak banyak melihat ponsel. Seberapapun keinginanmu membuka pesan ketika ponsel berdering, sebaiknya jangan lakukan. Lawan bicaramu akan merasa tidak nyaman.

Perhatikan bagaimana cara menggunakan tangan dalam percakapan.

Selain mata, bagian lain yang penting dalam bahasa tubuh adalah tangan. Dia bisa menjadi salah satu media untuk menunjukkan maksud seseorang. Jika kamu sedang berbicara dengan orang lain, perhatikan untuk tidak menyilangkan tangan ke depan dada. Lawan bicara akan terkesan kamu merasa bosan.

Penggunaan tangan yang benar bisa membantumu untuk mengeksperesikan cerita. Agar lawan bicara lebih tertarik denganmu, gunakan tangan sebagai ilustrasi. Perlu diperhatikan, jangan terlalu sering menggunakannya karena dapat mengganggu jalannya pembicaraan.

Itulah lima bahasa tubuh yang bisa terapkan ketika sedang berbicara dengan orang lain guna menjalin pertemanan. Manusia sangat penasaran bagaimana manusia lainnya bereaksi terhadap mereka. Oleh karena itu, tunjukkan sikap terbaik yang bisa dilakukan.

Credit gambar utama : masburhan.wordpress.com