Sama seperti hidup bersosial, menggunakan Instagram juga ada etikanya lho

instagram

Sejak dirilis tahun 2012, Instagram mampu meraih perhatian banyak orang. Dalam waktu kurang dari satu hari sejak dirilis, satu juta orang telah mengunduh aplikasi ini. Dikembangkan dari tahun 2010, Instagram kini menjadi salah satu jejaring sosial terbesar di dunia.

Instagram didesain sebagai jejaring sosial tempat kamu dapat mengunggah foto-foto dengan bebas. Tidak seperti Twitter dan Facebook yang lebih cenderung menampilkan teks. Karena foto menjadi senjata utama, maka sudah seharusnya Wovger menampilkan yang terbaik dong. Tentunya biar akun Instagrammu nggak terlihat kacau dan berantakan. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya jangan kamu lakukan.

Jangan kebanyakan mengunggah foto selfie. Boleh sih, tapi beberapa kali saja.

Siapa sih yang nggak suka selfie? Semua orang Indonesia, atau dunia, pasti menyukai hal yang satu ini. Apalagi dengan adanya berbagai macam aplikasi kamera beserta fiturnya. Wajah yang tadinya biasa aja bisa menjadi sangat menarik. Yang tadinya penuh jerawat, dalam sekejap bisa berubah jadi mulus. Semulus pantat bayi.

Tapi sebaiknya jangan terlalu sering mengunggah foto selfie loh. Sebaiknya beberapa kali aja. Kalau keseringan, kamu nggak kasihan sama kita-kita yang ngelihatinnya sampe mata penuh nanah? Saran dari Wovgo sih, sebaiknya selingi fotomu dengan foto-foto lain. Seperti kegiatan sehari-hari, traveling ke suatu tempat, atau bahkan momen pas ketemuan sama mantan. Keren banget itu. Asli.

Jangan terlalu banyak menggunakan hashtag.

Oey, Wovgers yang cakep-cakep ini pada tau nggak sih, hastag itu fungsinya apa?

Jadi gini, hashtag diciptakan untuk memudahkan klasifikasi dan pencarian foto. Melalui hashtag, foto kamu jadi gampang ditemukan. Beberapa hashtag yang cukup populer yaitu #fashion #ootd #instagood #happy dan #friend.

Meskipun hashtag bisa mendatangkan like dan follower, tapi sebaiknya jangan kebanyakan deh. Cukup 5-10 kata aja. Jangan sampe 18 atau bahkan 300 kata. Itu bikin hashtag apa bikin cerpen?

Kalo kebanyakan, jadinya malah bukan mempermudah orang untuk menemukan foto kamu. Tapi malah terkesan spam. Gitu.

Jangan typo, teliti dulu sebelum mengunggah.

Sumber

Foto : Bolehsalah

Typo atau salah ketik umum terjadi. Kita semua bisa memaklumi hal tersebut. Tapi sebaiknya, hindari hal ini sebisa mungkin agar fotomu terlihat profesional. Meskipun kita mengerti maknanya, namun hasilnya tetap aneh ketika dibaca.

Maksud hati menulis “Langit merah menatap ke arahku” eh malah nulisnya “langit marah menatap ke arahku”. Coba bayangkan seberapa fatal akibatnya, bagi kemaslahatan umat? Satu huruf salah aja bisa merusak segalanya.

Niat nulis ‘merah’ malah jadi ‘marah’. Apalagi pas pengen nulis ‘nenek’ salah kemasukan huruf ‘n’ dan jadinya ‘nnenek’. Kan nggak yoi. Iya nggak guys? Jadi sebelum di upload, teliti dulu. Apalagi jika caption yang kamu gunakan berbahasa inggris. Paling nggak sebelum ng-upload, kamu buka kamus dulu, benerin grammar-nya dulu. Atau kalau masih ragu, sebelum di post, kursus bahasa inggris dulu.

Jangan pernah menggunakan caption yang tidak nyambung dengan foto.

12065746_10203736133122560_199699084698797872_n

Ini sering banget ditemui di Instagram. Fotonya apa, caption-nya apa. Ibarat pengen ke diskotik, tapi pake seragam pramuka. Ini mau clubbing apa ikut perjusami? Fungsi caption itu untuk menjelaskan maksud dari foto yang kamu unggah. Karena fungsinya sebagai tempat bercerita, maka isinya harus nyambung. Kan gitu?

Percayalah, lebih baik tanpa caption daripada nulis caption yang sama sekali nggak nyambung.

Jangan spam, sadar nggak sih spamming itu ganggu banget?

Spamming. Masalah yang muncul seiring dengan perkembangan inernet dan jejaring sosial. Spamming dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai ‘nyampah’. Maksud dari spamming ialah melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Misalnya, mengunggah foto secara berulang-ulang.

Dalam Instagram dikenal juga spam comment dan spam like. Spam comment yaitu mengomentari postingan akun lain namun komentarnya tidak berkaitan dengan postingan yang ada. Sedangkan spam like ialah aktivitas menyukai foto suatu akun secara bersamaan.

Bagaimanapun bentuknya, spam sangat mengganggu. Gunakan Instagram dengan baik dan benar agar tidak mengganggu orang lain.

Wahai Wovger yang baik hatinya, apakah kamu tau gimana caranya membahagiakan Raisa?

Jangan nyepam di IG-nya!

Nggak percaya, cek deh bio IG-nya. Semoga belum diganti.

instagram Raisa

Jangan sembarangan mengambil foto orang, sebisa mungkin unggah foto hasil jepretanmu sendiri.

Menggunakan foto orang lain untuk akun Instagrammu sebenarnya boleh-boleh saja. Asalkan mencantumkan sumber foto. Akan menjadi tidak etis jika kamu menggunakan foto orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Perbuatan demikian menunjukkan etiket tidak baik dari pelaku.

Untuk jangka panjang, sebaiknya gunakan foto hasil jepretan sendiri. Karena foto sendiri lebih baik dibanding menggunakan foto orang lain. Ada nilai spesial dan istimewa yang tidak didapatkan jika kamu menggunakan foto orang lain.

Jangan berlebihan dalam meng-edit foto, lebih baik jujur apa adanya.

Sumber

Foto : Awewo

Munculnya aplikasi kamera dan edit foto semakin memudahkan manusia untuk mengabadikan momen-momen terindahnya. Siapapun bisa menjadi fotografer dengan mudah tanpa membutuhkan kamera DSLR yang supermahal. Foto yang dihasilkan ditambah dengan satu-dua efek pun bisa menjadi jauh lebih indah. Tak jarang, sangat berbeda dari aslinya.

Jangan salah, menggunakan fitur kamera dan edit sebelum mengunggahnya ada etikanya lho. Gunakan fitur edit seperlunya saja. Etika ini diperlukan agar tidak menimbulkan harapan yang terlalu tinggi bagi pengguna lainnya.

Nggak mau kan dibilang lebih cantik di foto daripada aslinya? Jadi, percaya diri aja. Kalau punya jerawat, tampilkan aja jerawatnya. Kalau badannya gendut, tampilkan aja.

Bahkan kalau punya selingkuhan, tampilkan aja di IG. Pokoknya tetep percaya diri. Niscaya perang dunia ketiga akan terjadi dalam hubungan asmaramu.

Kebiasaan nggak jujur itu berbahaya banget kalau Wovger nyoba foto di tempat wisata, dan memperbagus fotonya sampai nggak kayak aslinya. Ini bisa mengecewakan orang lain dan bahkan berpotensi menimbulkan komentar:

“Tempat ini bagusnya di foto doang, aslinya mah biasa aja. Huft. Kzl.”

Perhatikan etika-etika di atas ya Wovger tersayang. Gunakan jejaring sosial dengan bijak. Persembahkan foto-foto terbaik untuk follower kamu. Hi, jangan lupa follow Wovgo di Instagram ya : @wovgocom.

Credit foto utama : Slashgear