Kamu boleh mengabaikan cintaku, tapi perhatikan pengeluaranmu

keuangan

Menghemat pengeluaran itu gampang-gampang susah untuk dilakukan. Kadang, kita udah berusaha mati-matian berhemat, tapi sekali khilaf datang, semua berantakan. Atau bisa jadi kamu termasuk orang yang tidak mudah khilaf tapi boros dalam kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum.

Tidak ingin jurang pengeluaran dan pemasukan semakin membesar?

Tips-tips sederhana berikut ini sangat bisa dilakukan dan nggak perlu sampai mengetatkan sabuk di perut. Boleh diketatkan, tapi kalau pas naik mobil dan pakai sabuk pengaman.

Bawa air minum sendiri kemanapun perginya.

Menghemat pengeluaran bisa dimulai dari hal yang terkecil, yaitu membawa air minum sendiri kemanapun Wovger pergi. Terutama untuk kamu yang hidup di perantauan.

Ah, seberapa besar sih beli air minum di luar? Paling Cuma Rp 3.000-5.000.  

Iya cuma, tapi jika dikalikan hasilnya nggak ‘cuma’ loh. Total uangnya bahkan mungkin tetep bisa buat beli air minum, tapi satu truk. Apalagi jika ditambah kamu sehari-hari terbiasa makan di luar.

Membawa air minum itu hanya cara sederhana untuk bisa membawa perubahan besar bagi keuanganmu. Kelebihan lainnya, bawa air minum sendiri bisa membuat kamu lebih sehat. Sehat di kantong, sehat di badan.

Jangan membeli karena keinginan, belilah karena kebutuhan. Jadilah pembeli rasional.

Istilah kekiniannya: khilaf. Wovger tercinta pasti pernah khilaf dong. Kalau kamu termasuk orang yang sering khilaf, kamu perlu kontrol yang kuat terhadap uang dan hawa nafsu. Khilaf muncul secara tidak sengaja, spontan. Terjadi begitu saja. Biasanya, yang dibeli barang-barang yang harganya mahal – tapi sebenarnya nggak dibutuhkan.

Sekali terjadi, uang yang dikeluarkan cukup besar jumlahnya. Sedikit tips terhidar dari khilaf: kurangi menemani teman belanja di mall dan bawa uang seperlunya.

Masak sendiri, lebih sehat dan hemat.

Memasak sendiri bisa menghemat pengeluaran bulanan mencapai 25-50% setiap bulan.

Makan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Masak sendiri bisa menjadi solusi yang tepat. Makanan yang kamu konsumsi bisa lebih sehat dan lebih variatif. Tidak melulu makan junk food dan makanan berminyak.

Beli keperluan sehari-hari secara berkala di tempat grosir.

Daripada membeli keperluan pribadi secara terpisah di minimarket, lebih baik beli keperluan pribadi secara berkala di supermarket grosir. Catat semua keperluan mulai dari sabun, deodoran, pasta gigi, sikat gigi, pembersih lantai, detergen, pisau cukur hingga cangkul dan belanjakan di toko grosir sebulan atau beberapa bulan sekali.

Harga yang kamu dapatkan jauh lebih murah karena kamu membeli dalam jumlah yang banyak. Dengan belanja secara berkala, kamu berhasil menghemat banyak hal: uang, waktu, dan transportasi. Kamu juga bisa terhindar dari khilaf kecil, karena semua kebutuhan sudah tercatat dalam daftar yang rapi.

Ingin punya kartu kredit? Hmm, sebaiknya jangan kalau nggak terlalu penting.

Pihak penyedia kartu kredit selalu memberikan iming-iming agar mendapat nasabah baru. Kemudahan, diskon, praktis, cepat, adalah salah satunya. Jika kamu tidak membutuhkannya, semua kemudahan tadi hanya akan menjadi ilusi belaka.

Kartu kredit akan mendorongmu terus belanja, belanja, dan belanja.

Jadi, nggak usah malu kalau nggak punya kartu kredit. Ingat, jadilah rasional dalam membelanjakan uang.

Merencanakan pengeluaran besar jauh-jauh hari sebelumnya.

Pengeluaran besar seperti membeli handphone, traveling, kunjungan, dan bahkan anggaran menghadiri pernikahan perlu direncanakan. Kalau enggak, maka pengeluaran di atas bisa memakan jatah pemasukan bulananmu lebih boros dari yang dibayangkan.

Anggaran nikahan teman juga perlu perencanaan loh. Selalu sisihkan setiap bulan untuk berjaga-jaga. Tak jarang mereka memberikan kabar secara mendadak.

Manfaatkan diskon tahunan.

Diskon tahunan bisa diprediksi, dan barang yang dijual benar-benar murah. Tidak seperti diskon di hari-hari biasa. Kamu bisa menyisihkan uang dan menunggu saat yang tepat untuk belanja.

Diskon tahunan umumnya terjadi saat lebaran, natal, tahun baru, dan hari-hari penting lainnya.

Catat semua pengeluaran dan lakukan pengamatan setiap bulannya.

Menghemat pengeluaran tanpa mencatatnya sama aja dengan melakukan perbuatan sia-sia. Catat semua pengeluaranmu hingga yang terkecil sekalipun (parkir misalnya) dan lakukan pengelompokan.

Di akhir bulan, amati bagian mana yang memiliki proporsi paling besar. Misalnya, pengeluaran makanan merupakan yang terbesar. Di bulan berikutnya, usahakan penghematan untuk makan. Solusinya bisa dengan memasak sendiri – jika kamu suka makan di luar.

Jangan lupa, sisihkan uang setiap bulan untuk bersedekah.

bersedekah

“Katanya suruh berhemat, kok malah disuruh bersedekah?”

Bukankah dengan memberi, harta kita nggak akan berkurang?

Setiap benda yang kita sedekahkan akan diganti dengan yang lebih baik.

“Ingat, di dalam harta yang kita makan, terdapat hak orang lain yang harus diberikan di dalamnya.”

###

Itulah tadi tips-tips yang bisa kamu lakukan agar memperkecil jurang pengeluaran dan pemasukan. Ketimbang mencari penghasilan tambahan, menghemat pengeluaran jauh lebih mudah. Praktikkan semua tips di atas kalau kamu pengen ngerasa lebih kaya dibanding bulan sebelumnya.