Di balik masakan rendang yang bikin lidah kamu bergoyang

rendang sapi

Satu masakan banyak cerita. Itu lah Rendang!

Udah ngiler belum kalo baca kata RENDANG?

Nggak cuma disuguhi rasa yang nendang tapi kamu akan dibawa terbang dengan beragam cerita dibaliknya. Apa itu?

Kau lanjutkan sajo membacanyo…

Rasa rendang yang nendang udah terbang sampai penjuru dunia.

Rendang nggak hanya luezaaat tapi dia juga berkelas. Berkelas dengan keberhasilannya mencapai kancah internasional.

Meskipun Rendang nggak sepopuler masakan Thailand atau Jepang tapi lidah orang luar juga masih mampu mengkategorikan Rendang sebagai makanan yang mantap.

Hal ini dibuktikan dari polling CNN yang memaparkan kalo Indonesia telah berhasil menempatkan 3 masakan utama termasuk Rendang sebagai makanan paling lezat di dunia.

Dikutip dari Republika, Wahid Supriyadi, kepala Desk Diaspora Indonesia Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa Rendang berada pada urutan pertama, kemudian disusul oleh Nasi goreng dan diurutan ke 19 ada sate ayam.

Rendang berhasil mengalahkan makanan top sekelas ayam kentucky dari Amerika Serikat ataupun Pizza dan Spaghetti dari Italia. Keren bingitss….

Namun sayangnya, Indonesia masih kurang dalam hal packaging dan pemasaran. Maka dari itu berkaca dari hal ini diharapkan banget buat kamu yang bangga sama masakan Indonesia, bisa ikutan membantu dengan mempromosikan makanan khas Padang ini.

Wovgo bisa kasih contoh nih, bagi kamu yang sekolah ke luar negeri bisa loh sekaligus masak Rendang dan dijual di sana dengan tema food truck gitu. Selain menjual makanan khas Indonesia, packagingnya pun lebih menarik.

Langkah kecil yang bisa dilakuin demi makanan favorit kamu bisa terbang sampai ke Negara seberang.

Nggak jadi Rendang kalo bumbu rempahnya nggak komplit.

Hilang satu bumbu, maka rusak Rendang sebelanga”

Mungkin pepatah itu benar adanya untuk makanan yang satu ini.

Pada dasarnya bumbu Rendang ini memiliki keunikan sendiri, ada rasa rempah-rempah yang bikin orang diet jadi nggak bisa nolak. Sekomplit apa sih bahannya?

Ada daun kunyit, Daun jeruk purut, Daun serai, Asam Kandis atau Asam Gelugur, Lengkuas, Jahe bakar, Cabe merah besar, Cabe merah keriting, Kunyit bakar, Bawang Merah, Bawang Putih, Kemiri, Jinten, Pala, Garam, Gula, dan yang paling penting adalah Santan dan Daging tanpa lemak dengan potongan dadu.

Duh…bisa dibayangkan ketika satu bumbu menghilang – bukan Rendang namanya.

Itu hanya bumbunya aja, proses memasaknya nggak kalah unik. Bumbu yang digiling menggunakan gilingan batu alias batu lado membuat Rendang begitu dipuja.

Butuh waktu 4 jam memasak dengan menggunakan kuali yang tebal serta tungku yang di bakar menggunakan kayu bakar membuat Rendang jadi mahal di lidah.

Masak yang sampai 4 jam inilah, yang juga menjadi kelebihan si Rendang. Si Rendang nggak akan cepat basi alias awet sampai berhari-hari. Kenapa?

Karena ketika memasak, bumbu rempah dari Rendang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga membuat rendang menjadi awet secara alami. Hal ini juga didukung dengan proses karamelisasi dari si Rendang yang di masak berjam-jam. Hmmm…pengetahuan baru kan.

Bagi kamu yang nggak hobi masak jangan coba-coba menggunakan cara yang tradisional. Kamu bisa menambahkan unsur kemoderenan dengan membeli bumbu rendang instan atau yang langsung jadi di pasar. Kamu tinggal masuk-masukin aja. Tapi jelas, rasa nggak bisa bohong kalo semuanya minta instan. Iya nggak?

Dibalik kata Rendang ada sejarah yang tak terlupakan

Bicara soal sejarah, pasti bikin kamu bosan. Tapi tahan dulu, kalua sejarahnya Rendang, di jamin menarik.

Ada beragam spekulasi yang menyatakan bahwa Rendang ini udah ada dari jaman nenek moyang masyarakat Minang. Mengingat masakan ini emang berasal dari Sumatera Barat yaitu Minangkabau.

Salah satu dugaan ini muncul dari Gusti Anan, seorang sejarawan dari salah satu Universitas di Padang yang menyebutkan bahwa Rendang sudah ada sejak abad ke 16.

Hal ini dibuktikan melalui catatan tentang Rendang sebagai masakan tradisional, yang menggambarkan perjalanan masyarakat Minang darat yang sering berpergian menuju Selat Malaka hingga Singapura, yang mengharuskan membawa bekal yang tahan lama.

Mereka memilih bekal yang tahan lama karena perjalanan mereka kala itu menggunakan jalur air dan membutuhkan waktu kurang lebih selama satu bulan.

Bekal makanan itu menjurus pada ciri-ciri Rendang yang tahan banting kalo soal waktu.

Selain dari catatan sejarah, dugaan lain juga datang dari catatan harian Kolonel Stuers yang pada tahun 1827 menulis tentang kuliner dan sastra. Dia menuliskan istilah makanan yang dihitamkan dan dihanguskan.

Menurut Gusti, masakan yang dihitamkan dan dihanguskan merupakan metode pengawetan untuk memasak Rendang.

Sejarah Rendang juga nggak bisa lepas sama faktor orang-orang dari Arab dan India yang berdatangan ke Indonesia, terutama di Kawasan Pantai Barat Sumatera.

Dugaan lain menyebutkan bahwa di Abad ke 14 orang India sudah memperkenalkan bumbu Rendang pada orang Minang.

Dipercaya juga bahwa masakan Kari merupakan asal mula terciptanya Rendang. Bedanya hanya pada santan yang dikeringkan dan kari yang memiliki tekstur lebih berkuah.

Rendang juga punya filosofi untuk kehidupan.

rendang

Foto : noshon.it

Filosofi ini berhubungan sama bahan-bahan Rendang itu sendiri. Bahan pertama ada daging sapi yang menurut orang Minang melambangkan kemakmuran.

Bahan kedua yaitu karambia atau santannya itu memiliki makna kaum intelektual atau Cadiak Pandai. Sering-sering makan Rendang biar pinter…

Yang ketiga adalah Lado atau sambal yang menggambarkan sosok alim ulama yang tegas dan pedas dalam mengajarkan agama.

Bahan terakhir yaitu pemasak atau bumbu yang dimaknai sebagai kesatuan yang ada dalam diri individu untuk hidup berkelompok dalam masyarakat Minang.

Identik sama hari besar orang Indonesia.

Kalo poin yang terakhir ini nggak usah Wovgo jelasin.

Kamu udah pasti tau Rendang udah identik sama hari besar orang Indonesia.

Rendang menjadi ikon masakan Indonesia, yang nggak bakalan ditinggal ketika momen hari besar. Nggak hanya momen idul fitri aja, idul adha sampai momen orang naik hajipun nggak bisa jauh sama Rendang.

Banyak cerita ya di balik kata Rendang. Wovger punya informasi lain atau cerita menarik lainnya tentang Rendang? Share di komentar deh…

Sumber : Berjibaku, Kluthukpisang, Republika, Portalsejarah