Angga Kusuma Aribowo raih omset jutaan rupiah perbulan berkat ubi

Angga Kusuma Aribowo Ubiyabi

Bentuknya ada yang bulat, lonjong, berwarna ungu. Biasanya hidup di dalam tanah. Sering dimasak dengan cara dikukus. Bau-bau khas desa. Makanan apa itu?

Ihh kamu pinter deh…..bener itu namanya Ubi.

Dewasa ini, muncullah artis kuliner baru bernama Ubiyabi dari kota Yogyakarta. Apa tuh?

Makanan berbahan dasar dari Ubi ungu ini disulap menjadi makanan yang zuperr lezat. Kebayang nggak sosok Ubi ungu yang dipandang sebelah mata dengan harga yang miring berubah menjadi produk berkelas dengan nilai jual yang tinggi? Terus Instagram-able lagi.

Hmm…langsung kenalan aja sama si tukang ubi eh bukan…si pencipta Ubiyabi ini.

Namanya Angga Kusuma Aribowo, seorang pemuda yang menantang dirinya sendiri untuk merubah Ubi yang ‘ndeso’ jadi ‘kekinian’. Bermodal inspirasi dari cake in jar, Angga mampu mengolah Ubi dengan brand Ubiyabi ini menjadi Ubi in jar.  Ubi in the jar adalah selai ubi yang dikemas cantik dalam sebuah toples. Warnanya yang ungu berhasil menarik perhatian mata konsumen.

Ubi in the jar

Berdasarkan keterangan dari Angga, Ubi in the jar memiliki sedikitnya 14 varian. Seperti Green tea cake, red velvet cake, kacang, oreo, coklat, hingga cake ubi. Namun, yang menjadi favorit pelanggan dari Ubiyabi sendiri adalah  green tea, red velvet dan oreo cheese.

Kalo sudah mengenal varian Ubiyabi yang tampak berkelas, pasti yang ada dibenak kamu adalah soal harga. Jangan ditanya kalo soal harga, masih sekelas kantong mahasiwa kok. Lebih detailnya Ubiyabi ini dikemas dengan dua ukuran yaitu mini jar dan reguler jar. Ubiyabi mini dibandrol dengan Rp 20.000, sedangkan yang ukuran reguler seharga Rp 28.000-35.000, tergantung variannya.

Pemuda yang sudah bergelut dalam dunia kuliner sejak tahun 2012 ini, percaya bahwa Ubiyabi ini bisa laris dipasaran karena bukan hanya rasa yang dia tonjolkan tetapi kandungan gizi yang ada dalam Ubi sendiri.

Ubi yang digunakan untuk Ubiyabi  merupakan produk ubi khusus yaitu ubi ungu, karena memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Ubi ungu ini juga mampu mencegah kanker dan mengurangi resiko terhadap serangan jantung. Apalagi pengolahannya juga dikukus sehingga kandungan gizi pada Ubi itu bisa terjaga dengan baik.

Tidak berhenti sampai disitu, Angga ini juga tak segan untuk membuatkan tagline khusus agar brandnya semakin dikenal dan mudah diingat banyak orang, terutama untuk para remaja.

Taglinenya adalah ‘Ubiyabi Melted Sweet Potatoes, Coklat Yang Meleleh Membuat Nikmatnya Kebawa Mimpi’.

Dari segi pemasaranpun, Angga juga tak mau kalah bersaing dengan bisnis kuliner lainnya. Saat ini Pria kelahiran 24 April 1988 tersebut menjajaki dunia online untuk menjaring konsumen.

Menggunakan jejaring sosial dan melibatkan beberapa toko kue di wilayah Jogja, seperti Foodcourt Jogja Paradise, mampu menarik kesan positif dari konsumen. Pembelinya yang sebagian besar dari kalangan mahasiswa, membuat Angga semakin optimis bahwa usahanya ini akan melejit.

Ubiyabi ubi in the jar

Foto : Instagram

Dari sekian rencana yang diaplikasikan oleh Angga, yang namanya usaha pasti ada jatuh bangunnya. Pemuda asal Sleman ini membutuhkan waktu lebih dari enam bulan untuk menggali potensi dari si Ubi hingga pada akhirnya menemukan ide Ubi in jar.

Kalo ditanya soal pernah merugi? Si angga sudah mengenyam asam garam dunia usaha. Sempat tidak laku beberapa bulan, tak kunjung membuat Angga putus asa dan menutup usahanya. Dia masih mau untuk mencoba dan tanpa ragu mempromosikan produknya melalui media sosial dan berpartisipasi dalam pameran-pameran produk pangan. Ini yang patut kamu contoh dalam usaha apapun.

Hingga pada akhirnya, Usaha dari pria yang sudah beristri ini membuahkan hasil.

Dengan kapasitas produksi 100 pcs per hari, Angga mengaku bisa memperoleh omzet rata-rata Rp 200.000,00 s/d Rp 400.000,00/ harinya.

Kalo ditotal omzet Ubiyabi sekarang sudah mencapai lebih dari 10juta per bulan.

Omzet ini memang sejalan dengan dikenalnya brand Ubiyabi oleh masyarakat khususnya mahasiwa baik di wilayah Jogja sendiri maupun konsumen online yang setia menanti rasa-rasa baru dari Ubiyabi.

Ubiyabi akan terus berkembang sejalan dengan rencana Angga ke depannya. Memang benar, harapan Angga saat ini adalah mematenkan produk Ubiyabi serta membuka 1000 outlet baru.

Ada hal yang patutnya dicontoh dalam bisnis Ubiyabi ini. Selain memberikan kenikmatan untuk lidah para pelanggan, Angga juga menyimpan niat baik untuk masyarakat.

Bahwa jangan memandang sebelah mata hal yang dianggap remeh bahkan seperti Ubi  sekalipun, yang hanya untuk kaum mengenah ke bawah. Perlu diketahui bahwa didalamnya ada edukasi yang dapat diberikan kepada masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi Ubi itu sendiri.