Hubungan boleh kandas di tengah jalan. Tapi skripsi? Jangan! Selesaikan skripsimu secepat kilat dengan jurus-jurus ini!

mengerjakan skripsi

Semua mahasiswa kenal makhluk alien ini. Namanya skripsi. Dia harus dihadapi agar mahasiswa dikatakan sebagai siswa yang sempurna. Sudah ribuan mahasiswa yang berhasil menghadapi dan mengalahkannya. Namun banyak juga yang tersesat dan kehilangan arah.

Bagi kamu yang kehilangan arah, Wovgo tahu jalan kembalinya. Skripisi itu mudah kok, yakin deh. Nggak semenyeramkan yang dibayangin asal tahu caranya. Simak dan praktikkan langkah-langkah berikut ini biar skripsimu cepat selesai ya.

1. Nggak perlu bingung mencari ide topik skripsi. Kamu bisa membaca-baca topik penelitian skripsi yang sudah ada.

Permasalahan awal yang dihadapi para mahasiswa saat menjelang skripsi ialah: “mau bikin apa?” Para mahasiswa biasanya akan memiliki topik yang aneh-aneh dan sangat intelektual. Karena nggak biasa menulis karya tulis ilmiah, mahasiswa sering bingung mencari topik apa yang akan ditulis.

Tempat terbaik untuk menemukan topik skripsi adalah di perpustakaan, yakni dengan membaca karya-karya para pendahulumu. Kamu bisa mengembangkan topik yang udah ada, atau membuat baru. Tapi tetep: ‘topik yang bagus adalah topik yang dikerjakan’. Mau itu pengembangan dari karya yang udah ada maupun bikin baru, intinya adalah yang dikerjakan dan diselesaikan. So, nggak usah takut kalau idemu nggak terdengar ilmiah. Karena hal sederhana pun bisa jadi bahan skripsi loh.

2. Tidak perlu takut. Skripsi hanyalah salah satu bagian kecil dalam kehidupanmu.

Nggak semestinya skripsi mengacaukan mentalmu. Karena ia hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kehidupanmu. Sama seperti mantan, skripsi akan menjadi masa lalu. Berpuluh tahun kamu akan melupakan perjuangan mengerjakan skripsi. Akan ada banyak fase kehidupan yang lebih berat daripada skripsi.

Meskipun bagian kecil, tapi keberadaannya bukan untuk diremehkan. Karena kenangan bahagia masa lalu pun kadang bisa bikin khilaf buat ngajak balikan mantan. Maka dari itu, fase kecil semacam skripsi ini sebetulnya merupakan pintu untuk melalui fase besar. Keberhasilanmu melewati fase kecil merupakan pertanda bahwa kamu siap menghadapi fase kehidupan yang lebih besar. Kerjakan dan selesaikan!

3. Kenali dosen pembimbing kamu. Cari informasi dari kakak angkatan sebelumnya tentang beliau.

dosen killer

Foto : Kartun Ngampus Facebook

Dosen pembimbing itu ibarat orangtua di kampus tercinta. Beliau akan mengarahkan kemana dan bagaimana skripsi kita. Layaknya manusia, setiap dosen memiliki karakter yang berbeda-beda. Nggak semua dosen berperangai keras terhadap mahasiswanya. Banyak juga yang lembut dan memudahkan mahasiswa biar cepet lulus.

Usahakan kamu mengenal semua dosen di jurusanmu. Pilih yang benar-benar cocok. Memilih dosen pembimbing merupakan salah satu kunci penting kelancaran skripsi. Kalau kamu nggak bisa memilih dosen pembimbing karena sistem yang ditentukan kampus, maka nggak ada jalan lain: HADAPI!

4. Jangan pernah menghindar dari dosen. Dia ‘serem’ karena dia sayang kok.

dosen pembimbing skripsi

Foto : Kartun Ngampus Facebook

Tips yang bisa Wovgo berikan dalam mengadapi dosen pembimbing yaitu tadi: HADAPI! Karena seseram dan sekeras apapun, beliau tetaplah orangtuamu di kampus. Nggak ada orangtua yang pengen anaknya susah. Bahkan susah buang air besar sekalipun. Mereka cuma pengen melihat anaknya meraih sukses. Percayalah, nggak ada dosen yang menginginkan mahasiswanya nggak lulus. Cuma, kadang tiap dosen emang punya cara mendidik yang berbeda.

5. Satu hari satu halaman.

Gunakan sistem satu hari satu halaman. Skripsi yang tebal akan terasa berat jika dilembur semalam suntuk. Tapi jika kamu menerapkan sistem ini, satu hari satu halaman, beban yang kamu tanggung jadi ringan. Kamu masih tetep punya banyak waktu main dan ngerjainnya pun nggak terlalu stres.

6. Bukan skripsi namanya kalau nggak ada revisi. Tiada jalan lain kecuali harus berani menghadapi.

Status di Facebook aja ada yang mengomentari. Apalagi skripsi. Jangan berharap bisa terhindar dari komentar dosen. Anggap aja komentar mereka sebagai warna-warni dari proses mengerjakan skripsi.

Lagipula, bukan skripsi namanya kalau nggak ada revisi. Percayalah, besok-besok, cerita suka-duka ini sangat berguna bagimu. Kerasnya dosen pembimbing itu nggak ada apa-apanya loh, dibanding kerasnya atasanmu di dunia kerja kelak.

7. Perhatikan faktor nonteknis lainnya terutama yang berasal dari diri sendiri.

Di atas, Wovgo udah membahas beberapa faktor teknis. Faktor teknis itu berkaitan dengan hal-hal teknis seperti dosen pembimbing, topik skripsi, materi, referensi, dan bahan bacaan. Faktor nonteknis berkaitan dengan hal-hal nonteknis yang nggak berkaitan secara langsung dengan skripsi.

Faktor nonteknis misalnya kesehatan, keberanian, cara mengatasi stres dalam diri sendiri, dan lain sebagainya. Faktor nonteknis penting untuk keberhasilan skripsi, karena secara nggak langsung juga punya pengaruh. Kondisi badan yang sehat bisa melancarkan skripsi. Demikian juga dengan kondisi psikis yang sehat. Maka dari itu, jaga keduanya dengan baik.

8. Nggak perlu yang muluk-muluk. Seperti kata Pak Anies Baswedan, “Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai.”

anies baswedan

Nasihat Pak Anies Baswedan seratus persen benar. Skripsi yang ilmiah kalah dengan skripsi yang selesai. Penelitian selama bertahun-tahun kalah dengan penelitian yang selesai. Tapi skripsi yang selesai, akan kalah dengan skripsi ilmiah yang penelitiannya bertahun-tahun dan celakanya, selesai!

Maksud Wovgo adalah, jangan terlalu fokus pada topik yang terlalu tinggi. Namun fokuslah pada topik yang bisa kamu kerjakan dan selesaikan. Ingat, tugas pokok manusia diciptakan Tuhan itu bukan cuma ngerjain skripsi doang loh.

Jadi gimana, sampai hari ini kamu udah sampai bab berapa? Semoga tips di atas berguna. Share dong, sedikit pengalaman Wovger ketika mengerjakan skripsi. Tulis di kolom komentar ya.