Mahasiswa memang diberi banyak kebebasan. Namun bukan berarti bisa seenaknya bolos kuliah tanpa pertimbangan, bukan?

bolos

Pergantian status dari siswa ke mahasiswa tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan berdarah-darah untuk mencapainya. Perjuangan Ujian Nasional, tes masuk perguruan tinggi, OSPEK, dan masih banyak lagi. Perjuangan tersebut tidak sesederhana yang tertulis di sini.

Status mahasiwa sebagai status tertinggi dunia kesiswaan memberi kesan mewah. Mahasiswa dianggap lebih dewasa, kritis, berpikiran terbuka, pandai, dan sarat perubahan dibanding sisiwa SMA. Apalagi jika dibandingkan siswa TK. Jauuuhhhhh.

Tak heran banyak orang ingin mencapai status ini. Bagi orang normal, euforia semangat sebagai mahasiwa hanya akan bertahan beberapa bulan saja di tahun-tahun awal. Beberapa bulan setelah mulai nyaman, rasa jenuh dan godaan mulai muncul. Timbul rasa ingin pergi sejenak dari ruang kelas alias bolos kuliah.

Kita semua tahu bolos kuliah itu tidak baik. Ada baiknya bagi Wovger yang berstatus sebagai mahasiswa, sebelum membolos, pertimbangkan ulang-ulang hal-hal berikut ini. Jangan sampai luput ya.

1. Bolos itu merugikan diri sendiri. Yakin deh, nggak ada untungnya.

Kalau disuruh memilih antara bolos atau enggak bolos, tidak terdapat keraguan di dalamnya. Jawabannya pasti: jangan bolos! Tapi ketika dihadapkan pada realita, ya udah bolos aja deh.

Ketahuilah Wovger, keuntungan membolos itu sifatnya hanyalah keuntungan semu. Keuntungan tersebut tidak nyata, abstrak, dan sementara. Tampaknya Wovger memang punya lebih banyak waktu tapi aslinya tidak sama sekali.

2. Secara tidak langsung, membolos berarti menyalahgunakan kepercayaan orang tua.

Loh, apa hubungannya membolos dengan orang tua? Membolos kan hubungannya antara mahasiswa dengan dosen. Kok ini tiba-tiba ke orang tua?

Jadi, Wovger, tanpa disadari, kalau kamu membolos, secara tidak langsung kamu telah menyakiti hati orang tua. Mereka memberimu kepercayaan agar kuliah dengan benar. Siang malam mereka bekerja demi pendidikan anak-anaknya.

Sudah speatutnya pula kita sebagai anak yang berstatus mahasiswa berterima kasih pada orang tua. Wujud rasa terima kasih misalnya, dengan tidak membolos.

Toh orang tua tidak menuntut macam-macam. Mereka tidak meminta supaya kita lulus cumlaude atau bahkan menuntut untuk menjadi yang paling pandai di kampus. Mereka hanya ingin agar kita kuliah dengan baik dan benar.

3. Wovger sebaiknya berhati-hati karena bolos merupakan bentuk lain dari korupsi.

Yup, tepat sekali. Banyak yang tidak menyadarinya. KBBI berfatwa: korupsi adalah penyalahgunaan sesuatu yang bukan haknya untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan definisi KBBI, mahasiswa yang bolos kuliah sudah bisa digolongkan sebagai koruptor.

Ah tapi kan nggak papa, cuma sekali aja, cuma bentar, besok nggak lagi. Lagipula nggak menimbulkan kerugian yang besar kok. Nggak kayak koruptor kelas kakap yang memakan uang rakyat.

Waduh, buang jauh-jauh pandangan di atas ya Wovger. Koruptor kelas kakap dulunya berasal dari anak kakap. Dari kecil mereka tumbuh menjadi besar hingga bertumbuh pula kerusakan yang ditimbulkan.

Wovgo percaya, Wovger pasti nggak ada yang begitu. Semuanya rajin dan tidak pernah meninggalkan kelas walau sebentar.

4. Membolos membuat pembolos ketinggalan banyak hal: materi dan kejutan.

Kerugian yang paling kentara ketika membolos adalah ketinggalan materi. Materi yang dipelajari sendiri belum tentu sama dengan materi yang diberikan dosen. Penjelasan dosen sering lebih lengkap dan mengandung mutiara tersembunyi.

Selain materi, jika kamu membolos, kamu mungkin akan ketinggalan kejutan menarik lainnya. Ada beberapa dosen yang senang memberi kejutan bagi mahasiswanya entah itu makan-makan atau ULANGAN DADAKAN! Nah kan, kamu jadi kehilangan poin kalau nggak masuk.

5. Masuk kuliah berarti kamu sudah mencicil belajar.

Poin ini juga tidak banyak disadari oleh mahasiswa yang membolos.

Harapan: membolos lalu belajar sendiri di rumah dengan fokus dan tenang. Banyak materi yang didapat.

Kenyataan: ketiduran. Nggak jadi belajar. Nggak jadi dapat ilmu.

Tuh kan antara harapan dan kenyataan tentang membolos seringkali bertolak belakang. Lebih baik masuk kelas dan mendengarkan dosen di kelas.

6. Di luar sana, ada jutaan orang yang memimpikan posisimu saat ini. Sebisa mungkin, jangan buat mereka kecewa.

Kehidupanmu saat ini jauh lebih menyenangkan dibanding mereka yang kurang beruntung. Tidak seharusnya kamu menyia-nyiakan kesempatanmu.

Jutaan orang mendambakan kehidupan sepertimu. Namun sayangnya mereka kurang beruntung. Tentunya kamu tidak ingin mengecewakan mereka bukan?

***

Sampai di sini Wovger, itulah hal-hal yang harus dipertimbangkan seribu kali sebelum membolos. Jika kamu berniat membolos, ingat perjuangan orang tua yang sudah bersusah payah mendukungmu sejauh ini dan para pahlawan yang telah bersusah payah menegakkan pendidikan di tanah ini.