Tips bisnis ini cocok banget untuk kamu yang sedang merintis bisnis kuliner

bisnis kuliner

Wovger berencana membuka bisnis? Kira-kira sudah ada ide mau buka bisnis apa? Jika belum, mungkin Wovger bisa mencoba untuk menekuni bisnis kuliner.

Yups, bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang tidak akan pernah mati sampai kapanpun karena bisnis ini memberikan kebutuhan pokok manusia yaitu makan.

Karena kepopuleran bisnis kuliner akhir-akhir ini, makanya semakin banyak pebisnis kuliner yang bermunculan dan betebaran di mana-mana. Mulai dari pedagang jajanan, pedagang kaki lima, cafe, restoran atau rumah makan, hingga bisnis catering, dan yang sedang hits saat ini mengusung konsep food truck.

Bisnis kuliner memiliki potensi yang sangat besar. Tapi memang bisnis ini membutuhkan preparasi atau proses membangunnya yang tidak mudah. Banyak para pelaku bisnis didunia kuliner ini yang tidak bisa bertahan karena kurangnya perencanaan dan buruknya management.

Bisnis kuliner termasuk bisnis dengan potensi keuntungan yang tinggi tapi juga tingkat kemungkinan untuk bangkrut yang juga tinggi. Jadi perlu ada sebuah perencanaan dan strategi supaya bisa berhasil di bisnis ini. Jika Wovger ingin menggeluti bisnis ini, ada baiknya Wovger memperhatikan beberapa tips yang akan Wovgo berikan untuk bisa menjadi panduan dalam membangun bisnis kliner ini.

Sebelum membuka bisnis ini, Belajarlah ke orang yang sudah berpengalaman lebih dulu menggelutinya.

Saat baru pertama kali membuka bisnis, memang sangat dianjurkan untuk kita belajar terlebih dulu dengan orang yang sudah lebih dulu menggeluti bisnis ini. Cari orang yang memang sudah sukses dalam menjalankan bisnis kuliner ini, coba belajar dari dia, curi ilmunya dan coba terapkan dibisnis yang akan Wovger bangun.

Dengan belajar dari orang yang lebih dulu berhasil, Wovger akan mendapat ilmu-ilmu yang lebih praktis, bukan hanya teori. Selain itu biasanya pembisnis yang lebih dulu sukses ini pasti sudah mengalami banyak proses yang bisa menjadi pembelajaran tersendiri. Mereka pasti juga akan dengan senang hati berbagi ilmu dan memberikan motivasi bagi Wovger.

1. Lakukan riset mengenai segala hal yang berkaitan dengan bisnis kuliner, sebagai bekal perencanaan usaha ini.

Riset ini sangat diperlukan sebagai tolok ukur bagaimana nantinya usaha atau bisnis kuliner milik Wovger ini akan dibuat. Riset seperti karakter konsumen sekitaran lokasi bisnis, jenis makanan yang paling popular, konsep bisnis yang tepat dll.

Segala macam hasil riset ini dikumpulkan dan jadikan sebagai panduan dalam proses membangun bisnis ini. Semakin dalam Wovger melakukan riset, Wovger juga akan semakin mengerti bisnis ini akan jadi seperti apa.

2. Tentukan konsep usaha yang ingin diusung. Dari sini siapkan juga perencanaan keuangan.

Dari berbagai macam hasil riset yang sudah dilakukan, jadikan itu sebagai panduan menentukan konsep bisnis yang akan Wovger jalani. Konsep usaha seperti, bisnis ini nanti akan berupa warung makan, penjual jajanan, cafe atau yang lainnya.

Berbeda konsep tentu saja akan berpengaruh dengan persiapan selanjutnya. Contohnya jika Wovger ingin membuat sebuah bisnis camilan dengan konsep dijual secara Online, tentu saja Wovgr tidak perlu bingung-bingung mencari tempat atau lokasi usaha. Berbeda jika Wovger ingin membangun bisnis kuliner ini dengan konsep sebuah cafe. Wovger harus memikirkan bagaimana lokasi usahanya.

Menentukan konsep akan berpengaruh ke banyak aspek, jadi Wovger harus benar-benar memikirkan hal ini dengan matang.

Nah jika konsep sudah ditentukan, dari situ Wovger akan memiliki gambaran untuk berapa banyak uang yang dibutuhkan sebagai modal usaha. Modal usaha ini harus dipikir matang-matang dan dihitung secara benar.

3. Jika perencanaan modal sudah selesai, saatnya mencari sumber modal. Dengan modal inilah Wovger akan memulai semuanya.

Modal kadang menjadi masalah banyak calon pengusaha. Kalo memang Wovger belum punya cukup modal, Wovger bisa cari partner jadi modalnya bisa ditanggung tidak oleh Wovger.

Tapi jika Wovger pengen usaha ini menjadi hak milik sendiri, kekurangan modal yang Wovger punya bisa ditutup dengan pinjaman. Misal meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM. Tapi kalo Wovger melakukan peminjaman modal, Wovger harus terbiasa membuat laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut mencantumkan pemasukan, pengeluaran, dan aset usaha yang dimiliki. Hal ini dilakukan supaya lembaga keuangan tersebut mengetahui secara pasti perkembangan usaha yang Wovger punya.

Hati-hati dalam menggunakan modal ini. Alokasikan setiap uang di pos yang sudah direncanakan sebelumnya. Jangan sampai usaha belum jalan tapi modal yang dipinjam ini sudah habis duluan. Inilah pentingnya perencanaan diawal tadi. Uang itu sangat riskan dan harus hati-hati dalam pengalokasiannya.

4. Lakukan identifikasi produk dan standarisasi resep untuk memaksimalkan penjualan.

Yah namanya bisnis dimana-mana ya jualan. Kalo jualan pasti kan ada sesuatu yang dijual, produk itulah yang nanti akan dijual. Jika kaitannya dalam bisnis kuliner, produknya adalah makanan. Maka dari itu Wovger harus bisa menentukan kira-kira mau menjual makanan apa. Tentu saja ini disesuaikan dengan konsep awal tadi.

Jika sudah tau mau jualan apa, lakukan standarisasi resep, karena ini makanan. Gimanapun juga konsumen akan mencari makanan yang rasanya enak dan sesuai selera mereka. Inilah pentingnya standarisasi resep. Jaga selalu kualitas produk untuk menjaga kepuasan konsumen.

5. Cari pemasok bahan baku yang bisa dipercaya secara pelayanan dan kualitas.

Jika Wovger melakukan produksi sendiri dalam bisnis ini, Wovger akan sangat membutuhkan pemasok bahan baku. Pemasok bahan baku inilah yang nantinya akan menjadi parter dalam Wovger menjalankan usaha. Carilah pemasok yang memberikan pelayanan optimal dan kualitas bahan baku yang baik supaya produk yang Wovger hasilkan tetap terjaga kualitasnya. Jalin kerjasama dengan pemasok bahan baku yang mau secara tetap mampu memasok semua bahan baku produksi setiap harinya. Tapi ada baiknya Wovger memiliki chanel kelebih dari satu pemasok, sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

Dengan menjalin kerjasama dengan pemasok, Wovger akan bisa mendapatkan harga relatif lebih murah sehingga bisa menekan ongkos produksi.

6. Tentukan target pasar yang tepat. Gunakan cara promosi yang bisa menjangkau mereka secara tepat sasaran juga.

Sangat penting untuk menentukan segmen pasar atau target konsumen. Mereka inilah yang akan menjadikan bisnis kita ini sukses atau tidak. Gimanapun juga, suksesnya sebuah bisnis ya tergantung dengan tingkat penjualan dan kepuasan konsumen.

Maka dari itu, Wovger perlu menyasar pasar yang tepat disesuaikan dengan konsep yang diawal sudah dibentuk. Jika sudah tau mau menyasar kekonsumen yang seperti apa, berpromosilah terus menerus ke target konsumen ini. Dengan mengetahui siapa target konsumen yang Wovger sasar, proses promosi akan menjadi semakin terfokus dan tepat sasaran.

7. Berikan nilai tambah dalam setiap penjualan untuk menambah kepuasan konsumen dan tetap membeli produk milik Wovger.

Bisnis kuliner tidak semata-mata hanya mengenai bisnis perdagangan atau jual beli. Sekarang bisnis ini juga sudah mengarah ke bisnis jasa. Konsumen tidak hanya mencari produk yang mereka mau, tapi juga adanya nilai tambah lain yang bisa mereka dapat. Maka dari itu berikan fasilitas penunjang lain atau nilai tambah lain yang membuat konsumen merasa lebih puas dan akan terus membeli produk yang Wovger jual.

Contoh nilai tambah yang bisa Wovger berikan, misalnya jika Wovger membuka cafe, Wovger bisa memberikan live performance. Masih ada banyak hal yang bisa Wovger berikan untuk memberikan kesan bagi konsumen.

Memberikan promo juga termasuk salah satunya. Misalnya memberi bonus jika membeli dengan jumlah tertentu. Intinya buat konsumen puas dengan mendapat lebih dari yang konsumen ekspektasikan.

Memberikan pelayanan yang baik juga menjadi nilai tambah yang wajib dimasukan.

8. Bangun team dan management yang solid. Sangat penting menjaga keutuhan bisnis dari dalam.

Dalam menjalankan bisnis tentu saja butuh SDM yang mumpuni dalam menjalankannya. Jika bisnis kuliner ini masih bisa dikerjakan sendiri, Wovger tidak akan direpotkan dengan membangun management atau team yang ribet. Karena selama Wovger disiplin dengan diri sendiri dalam mengerjakan bisnis ini, pasti bisnis ini akan berjalan dengan baik. Tapi jika bisnis yang Wovger bangun membutuhkan lebih dari satu orang untuk mengerjakannya, Wovger perlu menatanya dalam management yang baik.

Manajemen yang baik akan membuat setiap orang yang bekerja didalamnya juga nyaman dalam bekerja sehingga hasil kerja mereka juga maksimal. Selain itu juga perlu memilah SDM yang tepat juga sebagai team yang bisa saling bekerjasama. Pilih orang yang memang memiliki integritas dalam bekerja sehingga usaha ini akan berjalan dengan baik.

***

Bagaimana apakah Wovger sudah mau memulai merencanakan menggeluti bisnis ini? Dalam bisnis yang penting itu adalah ketekunan dalam mengerjakannya. Jika Wovger punya tips lain yang bisa membantu dalam proses membangun bisnis kuliner, jangan segan-segan memberikan komen dibawah ya.