Memenangkan hati mungkin sudah biasa. Namun memenangkan kompetisi Young Social Entrepreneurs di Singapura? Luar biasa. Selamat untuk tim Indonesia!

Young Social Entrepreneurs (YSE) 2015

Beberapa waktu lalu, Indonesia berlaga dalam sebuah kompetisi bertajuk Young Social Entrepreneurs yang diadakan di Singapura. Kompetisi ini mempertandingkan berbagai inovasi bisnis dengn misi sosial, mengadu kemampuan pemuda dari berbagai negara untuk menggagas bisnis bermisi sosial, berdampak pada masyarakat, dan berkelanjutan dari sisi manajemen dan operasional.

Rangkaian acara YSE ini digelar selama delapan bulan. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan para peserta mulai dari pertukaran budaya dan pembelajaran lewat metode pembinaan (mentoring), hingga pertukaran gagasan serta studi kewirausahaan ke India dan Malaysia.

Final acara YSE  digelar pada Jumat 23 Oktober 2015 lalu. Di acara final ini para finalis diminta mempresentasikan gagasan bisnisnya di hadapan dewan juri yang terdiri dari tokoh penting organisasi bisnis sosial tingkat dunia dalam forum “Pitching for Change 2015”.

Indonesia cukup mendominasi babak final sebab dari 15 tim finalis, tujuh di antaranya berasal dari Indonesia, sisanya dari Cina, India, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

7 team itu adalah :

1. Ecodoe, kelompok anak muda yang memberdayakan pengrajin lokal dan ibu rumah tangga di Jawa Barat;

2. Eptani, yang mengajukan pembudidayaan cacing tanah untuk mengendalikan polusi yang dihasilkan oleh limbah organik di daerah pemukiman;

3. Hi-Breed, sebuah upaya meningkatkan kualitas mata pencaharian petani kecil lokal di Indonesia dengan peternakan rumah yang terintegrasi;

4. OSIRIS yang memberdayakan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dan petani buah naga di Jogjakarta;

5. STARTIC, sekumpulan pemuda yang berupata memberdayakan masyakat terpinggirkan (marjinal) untuk memproduksi kerajina dari produk daur ulang);

6. Ubersnacks, yang mempromosikan dan meningkatkan jajanan lokal Indonesia dan memasarkannnya ke pelanggan internasional;

7. WateROAM, pencipta inovasi sistem penyaring air yang berguna di daerah-daerah yang terkena bencana, terutama di negara-negara berkembang.

Dari ketujuh team yang dibawa ini akhirnya 4 team Indonesia berhasil meraih Young Social Entrepreneurs 2015 di Singapura. Tim Indonesia yang berhasil meraih anugerah YSE, yakni tim Ecodoe, Osiris, STARTIC, dan WateROAM beranggotakan 16 pemuda yang telah bersaing dengan 15 tim wirausahawan sosial muda lainnya dari seluruh dunia, sebelumnya juga melalui seleksi ketat dari total 41 tim atau 90 peserta wirausahawan muda dunia.

Para pemenang kompetisi ini mendapat hadiah dari SIF sebesar SGD $20,000.

Direktur Eksekutif Singapore International Foundation (SIF), Jean Tan, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin 26 Oktober 2015, mengatakan satu dari kunci utama yang bisa dibanggakan adalah bagaimana Program YSE dari Singapore International Foundation ini, menawarkan para pengubah dunia muda dari seluruh dunia kesempatan berharga untuk berkolaborasi dalam bertukar gagasan.

Dari program yang sudah dijalankan enam tahun ini, menurut dia, sangat menyentuh hati, dan dapat menyaksikan generasi muda dari seluruh dunia membangun hubungan baik yang didapatkan dari kesamaan semangat untuk perubahan sosial.

Salah satu anggota dewan juri yang juga merupakan Ketua Asia Philanthropic Ventures Chua mengatakan generasi muda sekarang ini sangat berbeda dengan beberapa generasi sebelumnya, yaitu lebih terekspose dengan dunia dan lebih terdidik, dan memiliki pandangan dunia yang berbeda.

Mereka melihat diri sebagai pionir dan juara, memiliki niatan besar untuk membuat perubahan.

Melalui SIF dan YSE, ia mengatakan ingin memaksimalkan energi dan niatan besar ini untuk membawa dampak sosial dalam berbagai kelompok masyarakat di Singapura dan wilayah lainnya.

Ia merasa yakin bahwa kegiatan ini bersumbangsih dalam menguatkan hubungan antarwarga dunia, mendorong lebih banyak berbuat kebaikan dan lebih banyak memberi kepada masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog bertema Nurturing Young Leaders for a Better World, yang mengeksplorasi berbagai inisiatif dan kerjasama di sekitar Asia untuk mendorong lahirnya generasi pengubah dunia berikutnya. Sesi ini menampilkan Deny Rahardjo, presiden direktur KinerjaPay, Kuik Shiao-Yin, calon anggota parlemen dan pendiri sebuah unit kewirausahaan sosial dan anggota the Business Indonesia Singapore Association dan dimoderatori oleh Keith Tan, alumni YSE dan pendiri StartNow, sebuah kewirausahaan sosial di bidang teknologi.

Sumber : Bisnis.com, Asdeksi, GoodNewsFromIndonesia