Omzet milyaran datang dari gerobak kebab milik Hendy Setiono

Hendy Setiono

Berita gembira datang dari wilayah Jawa Timur. Tak pernah menyangka Hendy Setiono kini menjadi orang yang sukses dari dagangannya.

Mungkin dari kamu belum mengenal siapa Hendy Setiono, tapi kalau udah menyebut ‘Kebab Turki Baba Rafi’ bukan telinga aja yang ikut mendengar tapi mulut juga ikut menelan ludah.

Iya, Hendy adalah pemilik sekaligus pendiri dari PT. Baba Rafi Indonesia.

Tepatnya di Surabaya, seorang Hendy Setiono memulai bisnis pertamanya yang Ia rintis pada tahun 2003.

Bukan perkara mudah untuk memulai bisnis. Poin dari sebuah bisnis adalah sebuah kegagalan. Perlu terseok-seok dan berdarah-darah sebelum mengenyam kata sukses.

Cerita bermula ketika dia memutuskan untuk keluar dari bangku kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), demi meraih passion-nya di bidang bisnis.

Untuk pemuda dengan usia 20 kala itu, merupakan suatu keputusan yang besar. Mengingat kedua orang tuanya ingin melihas putranya mengenyam pendidikan tinggi dan bekerja di perusahaan besar, bukan malah berjualan makanan menggunakan gerobak.

Benar, Hendy memulai kebabnya dengan menggunakan gerobak. Awalnya Hendy menggaet satu orang untuk aktivitas jualannya namun karena suatu hal akhirnya dia berjualan sendirian.

Bermodal uang 4 juta rupiah hasil pinjaman dari adiknya sendiri, Ia berjualan di kawasan Nginden, Surabaya.

Banyak rintangan yang Ia hadapi, mulai tidak didukung oleh orang tua, mengalami kerugian hingga hasil penjualan pernah dibawa kabur oleh karyawannya sendiri.

Kemalangan ini tak dirasakan oleh Hendy, karena menurut dia berbisnis harus memiliki mimpi, komitmen dan pantang menyerah.

Bahkan Pria berbadan subur ini juga membuat motto LATEM yang merupakan kebalikan dari METAL.

  • L: Lihat peluang yg ada.
  • A: Amati caranya & lakukan.
  • T: Tirukan cara yg mungkin dapat diadopsi.
  • E: Evaluasi peluang itu.
  • M: Modifikasi cara yang telah dipilih itu.

Motto inilah yang pada akhirnya membawa kemenangan tersendiri. Kebab Baba Rafi mulai dikenal banyak orang.

Nama Baba Rafi sendiri terinspirasi dari nama depan anak pertamanya yaitu Rafi Darmawan. Sedangkan nama Baba berasal dari bahasa Arab yang artinya bapa.

Dari hanya satu karyawan tumbuh menjadi 700 karyawan. Dia yang pernah keluar dari universitas ternama kini merekrut banyak karyawan dari universitas terkemuka.

Pencapaiannya saat ini benar-benar di luar mimpinya. Dengan waktu 3 sampai 4 tahun, Baba Rafi berkembang menjadi produk makanan yang mampu membius lidah pelanggan.

Tahun 2006, Hendy Setiono telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia.

Meraih berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri di antaranya

  • Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award 2006 diberikan oleh Menteri Koperasi & UKM
  • Best Achievement at Young Entrepreneurs Award 2007 versi Bisnis Indonesia
  • Special Achievement Go International 2008 pada ajang Indonesia Franchise Award, dan masih banyak lagi.

Tak butuh waktu lama, usahanya juga berhasil menembus pasar internasional yaitu di Malaysia dan Filipina.

Omzet yang dulu masih puluhan ribu sekarang menjelma mencapai angka 60 milyar.

Kini Hendy Setiono telah berhasil memiliki & mengembangkan 4 merek waralaba yakni Kebab Turki Baba Rafi, Roti Maryam Aba Abi, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono.

Di Surabaya, dia membeli rumah di salah satu kawasan elit, Perumahan Bumi Galaxy Permai. Ada satu rumah lagi yang berlokasi di Jakarta, untuk menunjang aktivitasnya dalam mengontrol outlet Baba Rafi.

Apa yang dicapainya saat ini, tak lantas membuatnya tinggi hati.

Dia masih Hendy yang dulu, mental penjual gerobak yang tak segan untuk bermimpi. Usaha yang dicapainya sekarang tak membuatnya puas.

Sebagian harta disimpan untuk jatah sedekah, sebagian masih tetap digunakan untuk mengepakkan sayap bisnis kuliner yang lainnya.

Hendy meyakini adanya istilah ‘rejeki nginden’. Ketika orang biasa membayar zakat setelah untung, justru dia mengeluarkan zakat disaat omzet menurun.

Ini yang menjadi patokan untuk para pebisnis muda, boleh sebagai manusia mengusahakan sesuatu dengan pantang menyerah, tapi jangan sekali-kali meninggalkan zakat karena semua uang milyaran itu milik Tuhan semata.