Honey oh Honey, banyak khasiat yang tersimpan dalam manismu

madu

Siang-siang enaknya makan cemilan. Cemilan sehat tapi juga mengenyangkan.

Kamu bisa memilih berbagai opsi cemilan, tapi karena hari yang makin panas untuk keluar rumah, kamu memutuskan untuk berkunjung ke kulkas dan ngambil dua helai roti tawar dan selai coklat.

Sepertinya kamu sial deh, soalnya selai coklatnya udah habis duluan dimakan adik atau kakakmu, yang ada tinggal madu dalam botol.

Nggak usah meragu, madu juga enak sebagai pengganti selai. Punya beragam manfaat lagi, nggak percaya? Wovgo jelasin yah.

Madu bisa bikin awet muda.

Kalau Cleopatra awet muda karena mandi susu, Ibu Suri Kerajaan Inggris dan Ratu Elizabeth menggunakan madu. Bagi keluarga Kerajaan Inggris, sarapan madu adalah kebiasaan setiap hari mereka hingga pertengahan abad ke-17 sebelum adanya gula yang merajalela. Sempat eksistensi madu digantikan oleh gula namun hal itu tak berlangsung lama.

Pada dasarnya manis alami madu ini, bisa melembabkan kulit jika dikonsumsi. Entah itu dibuat campuran teh hangat atau dioleskan ke roti. Inilah yang membuat kulit akan tampak muda dari tahun ke tahun apalagi jika dikonsumsi setiap hari.

The Honey Diet, diet alami menggunakan madu.

Penelitian dari ahli gizi asal Amerika Serikat, yang dilakukan oleh Mike McInnes, mengungkapkan bahwa madu berasal dari gula alami yang salah satu khasiatnya menurunkan berat badan. Kamu pasti senang mendengarnya.

Sekarang nggak perlu khawatir, buat kamu yang bingung mau memilih program diet kayak apa, yang aman dan nggak terlalu memberatkan coba deh pake madu.

The Honey Diet ini berhasil memangkas lemak hingga 1,4 kilogram dalam waktu satu minggu. Program ini juga telah terbukti memperbaiki metabolisme dan membakar lemak dalam tubuh ketika malam hari.

Jadi, yang ingin diet ganti gula kamu dengan madu dipadukan dengan buah-buahan untuk kebutuhan ngemil. Usahakan juga mulailah meminum satu sendok madu dicampur air hangat setiap hari. Ini juga dapat mengurangi rasa lapar saat malam.

Madu sebagai sumber energi instan.

Selama berabad-abad, madu dikenal sebagai salah satu zat yang dapat memulihkan energi secara instan. Karena kandungan madu dapat terserap begitu mudah dalam tubuh. Rasa manisnya dibutuhkan badan untuk memulihkan tenaga ketika dilanda kelelahan.

Maka dari itu, pada jaman dulu para atlet Romawi dan Yunani kuno sering meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk stamina dan pemulih energi.

Madu untuk penyembuh luka dan mengadung antiseptik.

Madu berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Luka luar bukan luka hati karena ditinggal pergi si do’i.

Dalam dunia medis, masyarakat mesir kuno menjadi pelopor penggunaan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep madu untuk mengobati luka akibat tusukan benda tajam dan luka bakar.

Seiring berkembangnya jaman, temuan baru menunjukkan bahwa RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health menerapkan terapi madu bagi luka yang diderita pasien diabetes.

Tim medis melakukan uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun dan hasilnya mereka mampu menyembuhkan luka pada jari kakinya dan sang pasien tidak jadi diamputasi.

Pada dasarnya, tingkat kemasaman pada madu tidak cocok untuk tumbuh kembang bakteri. Madu sendiri bisa menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Inilah alasan kenapa madu sangat cocok untuk penyembuhan luka.

Selain terapi madu, agar lebih mantap para ahli juga mengekstrak madu menjadi bentuk kapsul dan dibuat campuran obat herbal lainnya.

****

Setelah mendengar penjelasan ini, kamu jadi nggak ragu lagikan untuk mengoles roti tawar yang kamu ambil dari dalam kulkas pakai madu?