Jangan lupa nonton tradisi lokal dan kesenian-kesenian asli Jawa Timur ini saat kamu berwisata kesana

Reog Ponorogo

Jawa Timur memiliki luas mencapai 47.922 km², dan apakah Wovger tau jika provinsi ini merupakan provinsi dengan wilayah terluas dari 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa. Karena daerah yang begitu luas, tak ayal jika ada begitu banyak tradisi yang lahir disini. Termasuk tradisi berkesenian yang sepertinya sudah melekat di darah orang Jawa Timur. Dan hal inilah yang akhirnya melahirkan banyak sekali kesenian khas daerah disini.

Ada begitu banyak kesenian daerah khas dari Jawa Timur. Bahkan banyak diantaranya yang sudah diakui sebagai warisan budaya Nasional. Biasanya anak muda pada gak mau tau nih sama hal beginian. Nah mulai belajar yuk untuk kembali mengenal berbagai kesenian daerah ini.

Wovgo akan menunjukan beberapa kesenian daerah khas Jawa Timur. Buat orang-orang Jawa Timur siap-siaplah berbangga.

1. Reog Ponorogo, Dengan Topeng Singa Raksasanya Yang Khas.

Reog Ponorogo

Foto : daengbattala.com

Siapa sih yang gak tau Reog Ponorogo. Kesenian ini begitu khas dengan topeng singa raksasanya. Topeng yang berbentuk kepala singa dengan mahkota terbuat dari bulu burung merak ini dinamakan Singo Barong. Wovger tau gak kalo berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg, dan dibawa oleh penarinya pake gigi. Wah giginya kuat banged yah.

Selain topeng singa yang khas ini, kesenian reog juga menampilkan banyak sekali tokoh, diantaranya adalah

  • Jathil yaitu prajurit berkuda
  • Warok yaitu  yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih.
  • Klono Sewandono menggambarkan raja kelono yang sakti mandraguna
  • Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom

Kesenian ini memiliki banyak sekali versi alur cerita, tapi versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo. Dalam pementasan ini biasanya penarinya dalam keadaan kerasukan. Yups, memang kesenian ini memang sangat kental dengan hal-hal berbau gaib.

Waktu melihat kesenian ini Wovger bukan hanya akan dihibur dengan keselarasan gerak dan tarinya saja, tapi ada banyak hal-hal adegan akrobatik juga lho yang bakal membuat Wovger terpesona.




 

 

2. Wayang Topeng Malang, Cerita Wayang Yang Memukau Dengan Tarian Dibalik Topeng Ikonik.

Wayang Topeng Malang

Foto : Prasetya UB

Wayang Topeng Malang merupakan sebuah pertunjukan wayang yang dimainkan oleh orang yang wajahnya ditutupi oleh topeng dengan diiringi oleh alunan Gamelan dan Tari-tarian.

Wayang topeng biasanya ceritanya menampilkan pertunjukan dengan lakon-lakon Panji. Panji yang didalamnya mengisahkan kepahlawanan dan kebesaran kesatria kesatria Jawa.

Pertunjukkan Wayang Topeng Malang sekarang ini memiliki struktur umum dimana biasanya diawali dengan sajian gendhing-gendhing giro, kemudian dilanjutkan tari ngerema (gaya putera atau putri) sebagai ucapan selamat datang kepada penonton. Setelah tari ngrema biasanya akan ada lawakan ludruk. Kemudian selanjutnya akan ada gendhing-gendhing talu wayangan. Dalam sajian pakeliran siklus waktunya dibagi lima tingkatan yaitu: Pathet sepuluh (Untuk gendhing talu saja),  Pathet wolu, Pathet sanga, Pathet miring dan Pathet serang. Biasanya sebelum tancep kayon, sajian diakhiri dengan penampilan tari beskalan dan tayuban, oleh boneka perempuan dan laki-laki, yang diiringi gendhing ijo-ijo dilanjutkan gonjor.

Coba sekali-kali kalo ada pertunjukan Wayang Malang, Wovger nonton deh. Pasti bakalan terkagum dengan alunan gendhing-gendhing pengiring dan indahnya bentuk tariannya.




 

 

3. Ludruk, Menampilkan Lawakan Dikehidupan Ala Rakyat Jelata Jawa Timuran.

Ludruk

Foto : hurek.blogspot.com

Ludruk adalah sebuah bentuk drama lawak tradisional khas Jawa Timur. Atau bisa dibilang, Ludruk itu sitkomnya orang Jawa Timur. Ludruk memang terlihat sama dengan Kethoprak dari Jawa Tengah, tapi ternyata ada sedikit perbedaan dari bentuk cerita dan cara membawakannya. Cerita ketoprak biasanya diambil dari kisah sejarah maupun dongeng, dengan setting kerajaan.

Seperti pertunjukan lawak pada umumnya Ludruk juga memiliki tujuan untuk menghibur dan membuat penonton tertawa. Biasanya hal-hal yang sering membuat penonton tertawa dari pertunjukan Ludruk ini adalah penggunaan bahasa-bahasa lugas dengan logat Jawa Timur yang kental.

Jika Wovger menonton ludruk ini dijamin ketawa dech. Kalo gak tau bahasanya, yaudah ketawa ajah lah, karena itu beneran lucu.




4. Jaran Bodag Probolinggo, Menampilkan Arak-Arakan Kuda Buatan Dengan Desain Meriah.

Kesenian Jaran Bodag ternyata sangat populer dikalangan masyarakat Probolinggo yang biasanya digunakan untuk mengiringi dan mengarak acara hajatan, pernikahan, khitanan, dan sebagainya.

Kesenian ini berupa arak-arakan kuda buatan yang diiringi musik tradisional. Kuda buatan ini terbuat dari anyaman bambu dan biasanya dibagian kepalanya diberi per biar bisa mengangguk-angguk. Wah kudanya bisa headbang nih. Biasanya kuda ini juga diberi pernak-pernik yang meriah menghiasi bagian tubuhnya.

Jaran Bodhag ini didesain sedemikian rupa juga biar ada orang yang bisa masuk didalamnya yang nantinya akan bertindak sebagai pemain yang mengarak dan menggoyang-goyangkannya sesuai alunan musik.




 

 

5. Topeng Dongkrek, Kesenian Tarian Dengan Topeng Ala Madiun.

Topeng Dongkrek Madiun

Foto : sepatusmager36.blogspot.com

Kesenian ini merupakan kesenian khas dari Madiun. Seni Topeng Dongkrek mempertunjukan tarian dengan menggunakan topeng yang terdiri dari tiga jenis topeng, yaitu topeng raksasa atau buta dengan muka seram, topeng perempuan yang sedang mengunyah kapur sirih, serta topeng orang tua lambang kebajikan.

Seni Dongkrek menggabungkan Seni tari dan Drama dengan mengambil cerita tentang pertarungan Kakek Sakti melawan kawanan gendruwo yang berakhir dengan kemenangan sang kakek.

Istilah Dongkrek yang menjadi nama dari kesenian ini diambil dari bunyi  Bedug yang berbunyi “Dhung” dan Korek yang menghasilkan bunyi “Krek“. Kedua alat musik ini menjadi pengiring yang sangat dominan dalam pertunjukan Dongkrek tersebut.




 

 

6. Tari Seblang, Tarian Mistis Khas Banyuwangi

tari seblang banyuwangi

Foto : www.banyuwangibagus.com

Ritual Seblang adalah salah satu ritual masyarakat Osing yang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam lingkungan kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olehsari.

Para penarinya dipilih secara supranatural oleh dukun setempat, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Di desa Olehsari, penarinya haruslah gadis yang belum akil baliq, sedangkan di Bakungan, penarinya haruslah wanita berusia 50 tahun ke atas yang telah mati haid (menopause).

Mistisnya kental banged dalam penyelenggaraan kesenian ini. Jika Wovger menonton pertunjukan ini, siap-siap saja merinding. Nah ada hal yang biasanya sering dilakukan penari seblang, yaitu melempar selendang yang digulung ke arah penonton. Nantinya penonton yang terkena selendang ini harus mau menari bersama si penari. Jika tidak, maka dia akan dikejar-kejar sampai mau menari. Kalo Wovger kena selendang ini jangan lari yah, ikut nari ajah, asikin ajah bro sambil merinding-merinding dikit gak papa lah.

Tari seblang ini juga memiliki aksesoris khas dalam pakaiannya, yaitu omprok atau mahkota.

Pada penari Seblang di desa Olehsari, omprok biasanya terbuat dari pelepah pisang yang disuwir-suwir hingga menutupi sebagian wajah penari. Bagian atasnya diberi bunga-bunga segar dan ditambah dengan sebuah kaca kecil yang ditaruh di bagian tengah omprok.

Pada penari seblang wilayah Bakungan, omprok yang dipakai sangat menyerupai omprok yang dipakai dalam pertunjukan Gandrung, hanya saja bahan yang dipakai terbuat dari pelepah pisang dan dihiasi bunga-bunga segar meski tidak sebanyak penari seblang di Olihsari.

Dibalik hal-hal mistik yang ada, kadang ada banyak hal-hal lucu yang terjadi dalam pertunjukan ini lho. Wovger harus mencoba untuk melihat pertunjukan ini untuk membuktikannya.




 

 

7. Ritual Tumpeng Sewu, Slamatan Desa Yang Sangat Unik.

Ritual Tumpeng Sewu

Foto : detik

Tumpeng sewu merupakan ritual khas  Suku Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Tradisi unik Tumpeng Sewu, ini pada dasarnya merupakan Selamatan Kampung yang dilaukan dengan membuat tumpeng dan dimakan bersama di depan rumah. Nah ada lauk pauk khas yang disediakan dalam tradisi ini yaitu pecel pitik yang cuma ada saat selamatan.

Setiap rumah bakal mengeluarkan satu tumpeng dan diletakkan di depan rumahnya dan mempersilakan setiap pengunjung untuk makan secara gratis. Wah anak kost mulai ngiler nih.

Setelah sholat Magrib, masyarakat biasnaya “ngarak barong” sebagai simbol penjaga Desa Kemiren, dan ini juga sebagai penanda dimulainya ritual. Selain itu masyarakat juga membakar daun kelapa kering sepanjang jalan untuk tolak bala.

Usai kegiatan makan-makan tumpeng gratis bersama, warga membaca Surat Yusuf hingga tengah malam di rumah salah seorang tokoh masyarakat setempat. Pada waktu siang harinya, masyarakat Using biasanya menjemur kasur Abang Cemeng yang menjadi kasur khas Suku Using.




 

 

8. Upacara Kasada, Hari Raya Bagi Masyarakat Suku Tengger Bromo.

Upacara Kasada

Foto : indonesianculture.net

Upacara kasada bromo ini merupakan upacara untuk memperingati pengorbanan Raden Kusuma anak Jaka Seger dan lara Anteng. Upacara ini juga diadakan oleh masyarakat Tengger dipercaya untuk mencari keselematan, kemakmuran dan berkah. Upacara kasada dilaksanakan pada tanggal 14  – 16 bulan Kasada atau saat bulan purnama tampak di langit.

Upacara Kasada

Foto : slatemka.wordpress.com

Agenda dari perayaan ini adalah pengambilan air suci dari mata air Widodaren, persembahyangan umat Hindu, pemberkatan sesajen yang akan dilarung, pengangkatan dukun baru atau pemimpin upacara agama umat Hindu, dan pelarungan sesajen menuju kawah Gunung Bromo.




 

 

9. Pencak Macan, Arak-Arakan Pengantin Khas Gresik

Pencak Macan Gresik

Foto : nationalgeographic.co.id

Kesenian pencak macan ini aslinya berasal dari sebuah desa di pesisir Kota Gresik yaitu Desa Lumpur. Pada dasarnya kesenian pencak macan ini adalah sebuah kesenian bela diri tapi sering digunakan sebagai arak-arakan pengiring pengantin. Ada berbagai filosofis dalam pertunjukan pencak macan ini yang menggambarkan kehidupan berrumah tangga.

Ada beberapa penokohan yang ada dalam kesenian ini antara lain :

  • Macan yang merupakan binatang yang kuat, galak, buas, tapi bertanggungjawab. Macan menggambarkan seeorang laki – laki yang harus memiliki watak seperti macan, yakni gagah perkasa, keras, namun bertanggungjawab serta menyayangi keluarga.
  • Gondoruwo adalah makhluk yang wujudnya sangat mengerikan. Melambangkan sifat yang manusia yang penuh nafsu. Dan sebagai keluarga yang baik seharusnya bisa saling mengontrol nafsu pribadi masing-masing.
  • Monyet, tokoh ini melambangkan perempuan yang lincah, piawai mengurus rumah tangga, tapi cerewet, dan terkadang bawel.

Saat ini, masyarakat Gresik sudah jarang sekali yang menggunakan seni pencak macan ini sebagai pengarak pengantin. Padahal tradisi ini harusnya bisa kita lestarikan bersama-sama. Buat Wovger yang dari Gresik bisa lho nanti pas nikah pake arak-arakan kesenian Pencak Macan ini.




 

 

***

Indonesia sangat terkenal dengan beragamnya budaya, berbagai kesenian dan tradisi. Kesenian dan tradisi inilah yang seharusnya kita jaga bersama. Jangan sampe kita teriak-teriak saat ada kesenian atau tradisi kita yang dicaplok negeri tetangga. Ya kalo gak mau digituin, harusnya kita sendirilah yang melestarikan.

Jika ada Wovger yang tau kesenian atau tradisi lain di Jawa Timur, jangan segan-segan menambahkan di kolom komentar yah.