Kerja itu boleh maksimal, tapi jangan lupa seimbangkan pekerjaan dan kehidupan dengan 5 cara ini ya!

Workaholic

Kamu mungkin salah satu dari sekian orang sibuk di dunia. Lebih dari itu, kamu sering dibilang workaholic oleh teman atau orang terdekat kamu.

Oh ya, for your information, Workaholic adalah suatu kondisi dari seseorang yang mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan aspek kehidupan yang lain.

Menjadi pekerja keras bukanlah hal yang salah, itu baik malah. Tapi segala sesuatu yang berlebihan bisa berdampak pada hidup yang jadi nggak balance loh.

Kamu jadi nggak bisa mengontrol jadwal wajib bersama keluarga dan pekerjaan. Nggak cuma kamu aja yang seperti ini, banyak orang yang mengalami problem sama di luar sana.

Tapi tenang aja, gengs. Karena Wovgo bakal ngebantu kamu dengan tips berikut ini biar hidup kamu jadi seimbang:

Jangan bekerja lebih dari 8 jam, apalagi bekerja pada malam hari.

Faktanya, dalam sehari kamu menghabiskan waktu 24 jam, itupun dibagi-bagi. Kehidupan yang balance ditunjukkan dengan pembagian waktu yang tepat.

8 jam bekerja, 8 jam relaksasi dan 8 jam lainnya untuk tidur. Akan tetapi, kenyataan kadang tak sesuai dengan teori. Jadinya malah:

8 jam tidur, 8 jam tidur dan 8 jam lainnya untuk tidur. Wah, parah banget ini. Masa 24 jam buat tidur doang!

Pekerjaan yang menumpuk membuatmu memapras habis waktu untuk relaksasi, sehingga kamu pulang larut malam atau kamu lebih memilih mencicil pekerjaan ketika malam hari.

Hal inilah yang seharusnya tidak kamu lakukan, karena selain membuat jam tidur terganggu, juga bisa bikin kehidupanmu nggak seimbang.

Mungkin sekali dua kali kamu nggak akan terasa, tapi lama-kelamaan akan ada komplain dari orang rumah kalau kamu kerjanya keterlaluan loh.

Kerjakan semampumu, hindari menunda-nunda waktu bersama keluarga.

Waktu bekerja yang efisien adalah 8 jam sehari. Gunakan 8 jam itu sebaik mungkin, terapkan istilah deadline agar pekerjaanmu segera tuntas. Jika masih belum selesai, tinggalkan. Lalu pulanglah. Pekerjaan bisa dilanjutkan esok hari.

Wovger boleh bekerja keras, tapi ingat hal itu dilakukan hanya selama jam kerja berlangsung.

Ketika waktunya istirahat, segeralah istirahat. Waktunya pulang, segerakan pulang. Ada kegiatan lain bersama keluarga, teman atau pacar yang nggak bisa ditunda-tunda agar hidupmu semakin sempurna.

Oh ya, ini berlaku juga meski kamu jomblo. Pokoknya tetep jangan pakai 24 jam kamu untuk kerja doang ya!

Gunakan waktu ‘Me Time’ ketika libur kerja.

Weekend adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan segala stres waktu bekerja.

Kamu bisa melakukan aktivitas lain yang membahagiakan hatimu, istilah bekennya ‘me time’. Lakukan hobi kesukaanmu atau sekedar berlama-lama menonton film di rumah.

Kunjungi tempat rekreasi yang bisa merubah sudut pandangmu. Pergi ke pantai atau makan di luar bersama keluarga bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu libur.

Selain megurangi stress, berlibur bisa membuatmu mendapat inspirasi baru untuk referensi dalam bekerja. Jadi kamu bisa mendapat pencerahan baru yang bisa mempengaruhi produktivitasmu nantinya.

Tutup semua akses yang mengandung kerjaan ketika sedang bersantai.

Hal ini ada hubunganya dengan waktu libur.

Jangan pernah mengutak atik pekerjaan kantor menggunakan waktu weekend atau istirahat. Hindari mengecek email atau berdiskusi dengan teman di grup mengenai masalah kantor, apalagi membawa laptop kesana-kemari sembari mencari alamat palsu bareng Ayu Ting-Ting dan mulai mencicil pekerjaan di waktu bersenang-senang.

Pokoknya, tutup semua akses yang mengandung pekerjaan, termasuk telpon dari kantor atau SMS yang mengharuskan kamu mengecek kerjaan.

Dengan melakukan hal ini, orang-orang yang meribetkan hidupmu, lama kelamaan akan sadar bahwa waktu yang sopan untuk membahas soal kantor adalah waktu di kantor aja. Bukan sibuk mengganggu orang yang sedang lepas tugas. Gitu.

Hal begini bisa membuat hidupmu sedikit banyak lebih tenang loh.

Negosiasikan dengan atasan jika pekerjaan terlalu banyak.

Kamu dibayar untuk bekerja sesuai dengan porsinya, bukan seperti kerja rodi. Indonesia sudah merdeka loh.

Menelan banyak hal yang tak sanggup dikunyah, merupakan kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang dalam bekerja.

Kamu berhak melakukan negosiasi dan mendiskusikan lebih dalam kepada atasan atau manager, bahwa pekerjaanmu terlalu berat. Bukan karena nggak sanggup, tapi jujur saja kalau kamu jadi tidak bisa membagi waktu. Kamu sebagai manusia kan juga butuh waktu untuk sendiri, melakukan aktivitas bersama keluarga dan sahabat yang kamu sayangi. Atau kalau jomblo, menyayangi diri sendiri. Iya kan? Hey, mblo, iya kan?

So, sekali lagi, beri pengertian bahwa alasan kamu berpengaruh kepada  produktivitas dalam bekerja. Mengutarakan pendapat itu penting, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara kamu dan atasan.