Cara mengatur keuangan agar membuatmu lebih kaya

mengatur keuangan

Semua mata pelajaran di atas harus kita ingat dalam otak selama setidaknya 1 tahun. Dan hal tersebut berlangsung selama 12 tahun dari SD hingga SMA. Padahal di dunia nyata, tidak semua pelajaran tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Robert Kiyosaki, seorang pebisnis Amerika Serikat, ada satu pendidikan yang sangat penting dan berguna bagi manusia tapi nggak pernah diajarkan di sekolah. Pendidikan itu adalah pendidikan finansial.

Wovgo sangat setuju dengan beliau. Selama di sekolah kita nggak pernah diajari bagaimana mengelola keuangan. Di artikel ini Wovgo akan sharing tips-tips mengelola keuangan yang nggak pernah diajarkan di sekolah.

1. Sebelum melakukan hal-hal yang lebih jauh, kamu harus tahu apa arti kekayaan bagimu.

Mengatur Keuangan

Foto : www.forbes.com

Sebelum Wovger melakukan hal-hal lain untuk mengatur keuangan agar menjadi lebih kaya, Wovger harus punya dulu definisi kekayaan menurut Wovger. Identifikasi pula hobi yang digeluti.

Menurut Wovger, kekayaan itu apakah cukup dengan kaya hati? Kekayaan itu apakah diwujudkan dengan traveling ke luar negeri? Kekayaan itu apakah diwujudkan dengan barang-barang branded?

Selanjutnya cari tahu hobi Wovger. Mungkin Wovger hobi mengoleksi benda-benda tertentu atau hobi jalan-jalan atau hobi nongkrong atau hobi membeli buku atau hobi nonton film-film terbaru. Hobi itu penting lho kaitannya dengan keuangan.

Kalau sudah ketemu jawabannya, silakan ke langkah selanjutnya.

2. Catat pengeluaran dan pemasukanmu setiap bulannya sedetail-detailnya.

Mengatur Keuangan

Foto : www.makemac.com

Manusia tidak bisa mengelola keuangan dan kekayaan yang dimiliki kalau ia tidak tahu darimana datangnya uang dan kemana perginya.

Apa yang mau diatur kalau tidak tahu apa yang diatur?

Maka penting untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan. Duh jangan malas kalau mau jadi kaya. Setelah itu secara berkala periksa catatanmu. Perhatikan pengeluaran terbesar dan darimana saja sumber pemasukan uang.

Perhatikan juga alokasi untuk hobi dan hiburan. Jangan-jangan selama ini pengeluaran terbesarmu dihabiskan untuk hobi dan hiburan. Dengan menganalisis secara berkala, kamu jadi tahu bagian-bagian mana yang perlu dihemat. Mungkin ada pengeluaran yang seharusnya nggak perlu malah terjadi.

Untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan, Wovger nggak harus paham mengenai akuntansi. Cukup catatan sederhana yang menunjukkan aliran keluar masuknya uang.

3. Alihkan pengeluaran konsumtif untuk menghasilkan penghasilan pasif.

Pemasukan Pasif

Foto : jeremymccommons.com

Sebagian besar manusia belum memiliki penghasilan pasif dan masih bergantung pada penghasilan pasif. Penghasilan aktif yaitu penghasilan yang didapatkan dari bekerja. Sedangkan penghasilan pasif adalah penghasilan yang tetap masuk meskipun Wovger tidak bekerja.

Penghasilan pasif misalnya punya bisnis sendiri yang tidak memerlukan kehadiran Wovger di dalamnya. Tentu saja dibutuhkan waktu dan pengorbanan untuk memiliki penghasilan pasif yang stabil.

Kembali ke definisi kekayaan. Penting  tidaknya penghasilan pasif tergantung pada definisi kekayaan setiap orang. Kalau Wovger merasa butuh uang lebih banyak agar bisa membantu lebih banyak orang misalnya, maka penghasilan pasif harus dimiliki.

Tips termudah untuk membangun penghasilan pasif adalah dengan membuat hobi yang Wovger geluti menjadi sesuatu yang menghasilkan uang. Sudahkah hobi yang Wovger geluti ikut menghasilkan uang? Kalau belum maka sekaranglah saatnya!

4. Sisihkan 10% untuk tabungan.

Menabung

Foto : www.learnvest.com

Jangan lupa menyisihkan 10% dari penghasilan untuk tabungan. Sudah lah ya nggak usah dibahas pentingnya tabungan di hari tua.

Untuk tips menabung, kamu bisa baca di artikel ini : Cara Unik Menabung Ala Wovgo.

5. Sisihkan sedikitnya 2,5% untuk diberikan pada orang lain.

Bersedekah

Foto : sanggarnuun.or.id

Seberapa besar kekayaan yang kita miliki pasti ada hak orang lain di dalamnya yang harus ditunaikan. Meski sedang berhemat dan membangun kekayaan, hendaknya sisi moralitas tidak Wovger lupakan.

Sisihkan 2,5% saja untuk membantu orang lain agar kita tidak menjadi orang yang kikir. Syukur-syukur malah bisa menyisihkan lebih dari itu.

6. Gunakan prinsip berhemat rasional. Jangan gunakan prinsip berhemat irasional.

Hidup Hemat

Foto : www.pulsk.com

Berhemat rasional adalah berhemat yang masuk akal. Berhemat irasional adalah berhemat yang nggak masuk akal. Berhemat nggak masuk akal misalnya saking iritnya sampai-sampai makan cuma sehari sekali dan nggak banyak minum karena takut boros.

Berhemat yang kayak gitu harus dihindari. Nah takaran rasional dan irasional tiap orang berbeda-beda. Hanya Wovger sendiri yang tahu dan yang bisa mengendalikan. Meskipun sedang berhemat tetap perhatikan juga aspek-aspek lainnya.

***

Itulah tadi beberapa tips untuk mengatur keuangan agar membuatmu lebih kaya. Pelajaran-pelajaran di atas tidak kita dapatkan di bangku sekolah dan dari orang tua. Itulah kenapa cara terbaik untuk kaya adalh di luar kelas, bukan di dalam kelas.

Kalau kamu masih haus tips keuangan lainnya, baca juga : Tanpa Ngepet Kamu Bisa Jadi Kaya Dengan Menerapkan Tips-Tips Berikut Ini