Sebagai profesional muda milenial, pahami etika kerja profesional yang sering dilupakan

pegawai muda

Ayo Kerja!

Sering banget yah kamu dengerin kata-kata ini. Bahkan ada yang bilang “Ayo Kerja! Dimana?” nah kalau ini biasanya bagi yang sibuk cari kerja alias pengangguran.

No problem, mencari kerja juga butuh proses. Apalagi bagi kamu yang menyandang gelar sebagai generasi Milenial.

Generasi yang tumbuh di rentang usia 15 tahun sampai 35 tahun. Bisa dibilang usia produktif  dalam bekerja. Generasi ini dikelilingi dengan membeludaknya informasi dan teknologi yang bisa mempengaruhi cara berpikir dan berinteraksi.

Dalam generasi ini, kamu akan dipertemukan oleh orang-orang yang berbeda pemikiran terutama yang beda generasi seperti manager atau jajaran direksi.

Kamu dituntut untuk memahami dan beradaptasi bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang yang pola pikirnya berbeda.

Intinya, kamu harus belajar etika kerja secara profesional itu gimana sih? Susah diawal tapi lebih baik dipelajari dari pada kamu nanti jadi canggung.

Apa aja sih yang perlu dipelajari, yuk Wovgo kasih penuturannya.

1. Attitude dalam berkomunikasi secara tulisan.

Udah jadi kebiasaan ketika kamu menggunakan komunikasi yang sifatnya santai dan nggak terikat peraturan seperti SPOK atau EYD bahkan bahasa baku, terutama pas chatting-an.

Semakin berkembang muncullah banyaknya emoticon dan stiker-stiker lucu sebagai pengganti kata-kata membuat kamu makin lupa standar penulisan yang tepat.

Untuk interaksi di luar kerja mungkin nggak akan berpengaruh bagi kehidupan, tapi jangan dipraktekkan pas kondisi kerja ya.

Menghubungi atasan, mengirim email dari kantor atau ke klien dengan bahasa tulisan kasual dinilai nggak profesional dan nggak beretika.

Hindari juga penggunaan emoticon dan bahasa singkatan untuk komunikasi secara profesional.

“Pak, meeting jam 9 di Hotel Melati. ASAP!”

Jangan kayak gini ya…

2. Komunikasi yang sifatnya dua arah.

Komunikasi yang baik yang bersifat dua arah, ada penyampaian pesan dari komunikator dan ada respon balik dari sang lawan.

Kira-kira apa yang sering dilupakan sama kaum Milenial ketika bekerja?

Benar, sikap yang pasif sering dinilai nggak professional dalam bekerja. Kelebihan kamu sekarang adalah internet satu kali klik, jadi tambah wawasan dengan sering membaca bagaimana berkomunikasi yang baik dengan atasan, rekan kerja atau di kondisi tertentu seperti rapat.

Cobalah untuk aktif berbicara, sampaikan pendapat kamu, ide-ide dan perubahan apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pelajari juga kapan kamu harus diam dan mendengarkan.

Jangan menjadi antipati dan sibuk bergelut dengan media sosial hingga membuatmu menjadi antisosial.

Kesampingkan ego, jangan malu untuk bertanya toh jika kamu sekarang pegawai baru, perusahaan juga akan paham posisimu. Dari pada terjadi kesalahpahaman nantinya.

3. Sebagai professional muda kamu harus berani bertanggung jawab.

Menjadi orang yang bertanggung jawab gampang-gampang susah. Gampang karena terbiasa disiplin dan rajin, menjadi susah karena nggak pernah mencoba.

Tanggung jawab juga bukan dalam ranah besar saja, tapi perilaku kecil yang sering dilupakan contohnya manajemen waktu.

Hitung berapa kali kamu terlambat masuk kerja dan seberapa sering kamu melewatkan deadline pekerjaanmu.

Cobalah untuk menjadi pribadi yang lebih detail dalam memknai apa itu tanggung jawab ya.

4. Out Look yang tepat membuat orang kantor tak pernah kecewa memperkerjakanmu.

Kamu bisa bekerja di posisimu sekarang, pasti melewati berbagai tes yang panjang. Mulai dari wawancara, tes kesehatan hingga pada akhirnya kamulah sang juara.

Perlu dipahami, bukan karena faktor kecerdasan aja yang membuatmu bisa mendapat kerja seperti sekarang, melainkan dari segi penampilan juga masuk penilaian.

Aturan secara universal dalam bekerja adalah berpenampilan rapi dan bersepatu. Budaya kerja dan aturan berbusana di kantor mungkin cenderung santai tapi bukan berarti kamu seenak jidat bekerja dengan celana pendek dan bersandal jepit.

Untuk yang pertama kali kerja, coba amati bagaimana atasan kamu berbusana itu bisa jadi pedoman yang bisa dicontoh ke depannya.

5. Kalau orang Jawa bilang “Toto Kromo nggowo rupo”.

Apa artinya? Tata Krama mencerminkan kepribadian. Ini adalah sikap dasar yang harus kamu punya.

Sopan, ramah dan selalu tersenyum menjadi modal awal agar kamu disukai rekan kerja.

Selalu ucapkan “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf” jika diperlukan. Selalu hormati kolega, tanpa memandang usia atau posisi jabatan di tempat kerja.

Nggak ada ruginya kalau menunjukkan rasa hormat dan sikap sopan tanpa memandang status dan usia, yang ada kamu akan mendapat respect yang baik juga dari lawan bicaramu.

6. Karir kamu juga butuh proses, jadi bersabarlah.

Seperti ungkapan berikut, waktu adalah uang. Memang benar tapi kamu juga harus paham kalau semuanya nggak bisa berjalan instan.

Pertimbangkan ketika di tengah proses tersebut, pengetahuan dan pengalaman kamu selama bekerja akan membuat persiapan ke tahap selanjutnya semakin matang.

Lagipula, berpikir untuk pindah kerja di bulan-bulan pertama juga beresiko untuk pekerjaan selanjutnya karena nggak sedikit perusahaan yang menimbang ulang profil kerja dengan kandidat yang terkenal sebagai ‘kutu loncat’.

Sumber : Qerja