Membangun startup memang perlu perjuangan. Dan berikut ini beberapa tips agar startup yang kamu jalankan tetap “survive”

startup

Akhir-akhir ini sering banget kita dengar istilah startup. Secara sederhana startup adalah perusahaan yang baru berdiri dan masih dalam masa pengembangan untuk menemukan sistem dan pasar yang tepat.

Geliat wirausaha Indonesia sedang gencar-gencarnya berkembang. Banyak ekspansi bisnis terjadi di tahun-tahun ini. Dilansir dari dailysocial.net, setidaknya sudah ada 1.500 startup di Indonesia yang siap untuk berkembang.

Menariknya dari startup, kebanyakan pemiliknya adalah anak-anak muda seumuran kita. Salah satu anak muda yang sukses mendirikan startup adalah William Tanuwijaya dengan Tokopedia, Eugenie Patricia dengan Puyo, atau Emyr dan Triputra dengan Barberbox-nya. Kalau kamu termasuk salah satu anak muda yang sedang menjalankan startup, kamu harus tahu tips-tips di bawah ini agar mampu bertahan di antara ribuan bisnis lainnya.

1. Tetap bekerja keras sampai pemasukan mulai mengalir.

bekerja keras

Foto : www.ampera.co

Bagi pemilik startup, bekerja dengan santai dan menyerahkan semuanya pada karyawan adalah belum saatnya. Sebagai pemilik, banyak tugas yang harus dijalankan. Dari hal yang paling dasar hingga yang paling besar sekalipun harus bisa dikerjakan sendiri.

Kapan saatnya pemilik mulai mengurangi beban kerjanya? Saatnya yaitu ketika perusahaan yang dijalankan sudah mulai stabil dan uang sudah mulai mengalir. Jangan buru-buru merekrut karyawan jika memang masih bisa diatasi sendiri.

Selalu ingat pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

2. Cari sumber pendanaan dari pihak ketiga dengan rajin-rajin ikut lomba dan mencari informasi.

uang

Foto : www.lintasgayo.com

Ketika perusahaan sudah berjalan beberapa lama, sudah saatnya untuk menguatkan perusahaan dari sisi finansial.

Dimanakah bisa mendapat sumber pendanaan? Kamu bisa mengajukan proposal pendanaan ke pemerintah setempat, bisa bersumber dari keluarga dan teman, dan ikut berbagai macam perlombaan untuk startup. Kamu bisa juga memanfaatkan situs-situs seperti Kickstarter untuk menggaet calon investor.

3. Miliki komitmen yang kuat dalam diri sendiri.

komitmen

Foto : komitmenbiznis.blogspot.com

Ketika menjalankan startup, poin penting yang perlu diperhatikan bukanlah modal dan kemampuan tapi komitmen dengan diri sendiri.

Berhadapan dengan laporan keuangan, customer, marketing, karyawan, dan produksi seorang diri bukanlah hal yang mudah. Seorang manajer perusahaan bahkan hanya melakukan satu macam pekerjaan saja.

Beban kerja yang tinggi selalu siap untuk meruntuhkan niat kita mendirikan startup. Agar niatmu tetap lurus, bangun komitmen yang kuat di dalam diri sendiri.

4. Sesegera mungkin cari mentor untuk berkonsultasi.

mentor

Foto : www.entrepreneur.com

Jangan remehkan mentor. Kehadiran mentor sangat penting karena ia bisa menjadi tempat kamu berkeluh kesah ketika tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang kamu rasakan. Dan ingat, ia sudah lebih dulu berkecimpung di duniamu jauh sebelum kamu. Banyak nasihat yang bisa kamu dapat.

Mentor juga bisa menjadi teladanmu sekaligus motivatormu untuk tetap bergerak maju. Ia sudah berhasil membuktikan keadaan-keadaan sulit itu bisa diatasi dan dilewati.

5. Harapkan apa yang tidak diharapkan.

jatuh

Foto : teknotoday.com

Kita selalu berharap semua baik-baik saja dan musibah tidak pernah terjadi. Kita selalu berharap agar jalan yang dilalui mulus-mulus saja tanpa ada halangan. Di sisi lain kita juga tau kalau hidup yang baik-baik saja itu tidak menciptakan pertumbuhan.

Tips agar bisa bertahan bagi startup adalah sudah melalui gelombang-gelombang sulit. Kalau bisa bertahan dalam situasi sulit maka ia bisa bertahan dalam situasi normal. Persiapkan segala kemungkinan yang terjadi dan pikirkan berbagai alternatif solusinya.

6. Jangan lupakan reward untuk diri sendiri.

reward

Foto : www.linkedin.com

Bekerja keras itu penting untuk dilakukan. Tidak ada orang sukses tanpa kerja keras. Tapi jangan sampai bekerja terlalu keras hingga menimbulkan gangguan fisik dan psikis. Sebagai pemilik startup dimana semua beban dipikul sendirian, stres sangat rentan menghampiri.

Lalu apa hubungannya reward dengan startup untuk bisa bertahan? Hubungannya erat banget. Jika sang pemilik merasa stres karena terlalu banyak pekerjaan, kemungkinan untuk menyerah menjadi lebih besar.

Agar tidak terjadi stres yang bisa menuntun ke jurang keputusasaan, berikan penghargaan bagi diri sendiri setiap kali selesai bekerja keras atau telah berhasil mencapai target tertentu. Kita sering memberikan pujian dan hadiah bagi orang lain tapi justru melupakan diri sendiri.

***

Mendirikan startup memang bukanlah hal yang mudah. Prosesnya yang lama dan berliku sering membuat manusia tidak sabar. Tiap kali Wovger ingin menyerah, ingat pada komitmen yang telah dibuat dan bayangkan kesuksesan jangka panjang yang akan kamu miliki. Dengan mengingat hal tersebut setidaknya keinginan untuk mundur bisa berkurang.