Ada kandungan berbahaya dibalik lezatnya mie instan, berpikirlah dua kali sebelum mengkonsumsinya

mie instan

Mie instan makanan khas anak kos di tanggal tua, juga sebagai kudapan praktis para pekerja yang sibuk.

Selain mudah dibuat, rasanya yang cukup nikmat membuat mie instan menjadi pilihan yang tepat untuk mengganjal perut secara dadakan.

Sayangnya ada penelitian yang menyebutkan bahwa mie instan merupakan produk makanan yang bisa memuat Wovger jadi penyakitan.

Banyak kandungan berbahaya yang ada didalamnya. Nah kira-kira kandungan berbahaya seperti apa?  Yuk dibaca dengan santai ya…

1. Kandungan Nipagin sebagai bahan pengawet.

Jangan tanyakan kenapa bumbu dalam mie instan awet banget sampai menahun. Hal ini didasari adanya bahan pengawet yang digunakan, salah satunya adalah Nipagin.

Selain dibuat untuk mie instan, Nipagin juga biasa digunakan sebagai bahan pengawet kecap. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), penggunaan Nipagin di Indonesia diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan. Nipagin boleh digunakan dalam bahan baku kecap dengan batas maksimum 250mg/kg (SNI,1999).

Beberapa negara tidak menganjurkan Nipagin untuk proses pencampuran makanan seperti Prancis, Belanda, Turki dan Belgia.

Konsumsi Nipagin secara berlebihan dapat memicu alergi pada mulut dan kulit. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan secara berkala dari pihak pabrik pembuatan mie, badan pengawasan maupun orang yang mengkonsumsi.

2. Kandungan Natrium dan Lemak jenuh yang tinggi nggak baik dikonsumsi oleh para wanita.

Menurut sebuah studi dari Journal of Nutrition, wanita yang mengkonsumsi mie instan dengan kandungan natrium dan lemak yang tinggi lebih mungkin untuk meningkatkan sindrom metabolik, tidak peduli berapa banyak mereka berolahraga atau diet.

Peningkatan risiko sindrom metabolik karena kadar hormon yang berbeda dan tingkat metabolisme dibandingkan dengan laki-laki.

Seseorang dengan sindrom metabolik yang tinggi lebih mungkin terserang penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

3. Lilin yang ada di rumahmu sekarang ada di campuran mie instan.

Wovger pernah bertanya-tanya nggak kenapa mie nggak pernah lengket?

Menurut penelitian, ternyata di dalam mie instan terdapat kandungan lilin yang berbahaya bagi kesehatan. Fungsinya supaya mie nggak saling melekat satu sama lain.

Kalau kebanyakan makan mie, sistem pencernaanmu akan rusak loh, soalnya tubuh Wovger baru bisa mencerna mie dengan kandungan lilin minimal 2-3 hari. Gitu.

Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Dr. Kuo yang menggunakan kamera berukuran mini banget untuk melihat apa yang terjadi di dalam saluran pencernaan.

Bahayanya kalau mie instan tetap ada di dalam saluran pencernaan untuk waktu yang lama, akan berdampak pada terhalangnya penyerapan nutrisi makanan lain yang Wovger makan.

4. Kandungan TBHQ (Tertiary-butyl Hydroquinone) dari bahan kimia sintesis.

Mie instan mengadung TBHQ yang merupakan sejenis antioksidan. Sepertinya baik ya bagi tubuh tapi jangan terkejut kalau ternyata antioksidan ini berasal dari bahan kimia sintesis.

Zat ini berfungsi bisa digunakan untuk bahan pengawet karena fungsinya untuk mencegah oksidasi lemak dan minyak, sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan.

TBHQ juga ditemukan di dalam bahan non-makanan, seperti pestisida, kosmetik, dan parfum, karena sifatnya yang bisa mengurangi tingkat penguapan.

Kebayangkan gimana kalau dimasukkan ke makanan, bisa berakibat mual disertai muntah, mengigau, dan sesak napas termasuk tumor perut.

5. Kandungan MSG (Monosodium Glutamat) menyebabkan kerusakan otak.

MSG sepertinya udah tersebar dimana-mana termasuk mie instan. Bumbu yang bikin asin gurih nagih ini ternyata nggak baik juga loh buat tubuh.

Penyedap rasa ini, dapat menyebabkan disfungsi otak dan kerusakan organ lain dalam tubuhmu. Pantesan aja ibu Wovger di rumah sering marah-marah kalau udah bersentuhan sama yang namanya micin.

Parahnya lagi, efek jangka panjang kalau terus-terusan makan  mie instan dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti alzheimer, parkinson, bahkan penyakit kesulitan belajar alias otak jadi lemot.

6. Mie instan mengandung bisphenol-A (BPA).

Rentetan kandungan  mie instan nggak berhenti sampai poin ke 4 loh, masih ada kandungan berbahaya lain seperti BPA.

BPA ini dikenal sebagai karsinogen dan pengganggu hormon estrogen wanita. Hal ini bisa memicu penyakit seperti kanker payudara. BPA juga telah ditemukan memiliki efek pada perkembangan otak dari bayi di dalam rahim.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, wanita yang memiliki tingkat BPA tinggi dalam tubuh wanita terutama yang sedang hamil lebih mungkin untuk memiliki anak perempuan yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan, hiperaktif, dan depresi.

****

Mie instan emang enak, tapi kalau udah kayak gini berpikirlah dua kali untuk makan sering-sering ya.

Sumber : Lifehack