Start up yang kuat memiliki struktur tim yang ideal. Ini dia cara menciptakannya!

Team yang berkompeten dengan struktur yang ideal menjadi salah satu syarat mutlak dalam mensukseskan sebuah bisnis Start Up. Terkadang para founder mengabaikan hal-hal yang berbau struktural ini. Kebanyakan mereka hanya mencari orang-orang yang berkompeten saja, dan mengabaikan hal-hal struktural tadi.

Membangun team yang struktural merupakan syarat penting dalam membangun sebuah bisnis. Tujuan dari membuat struktur team ini adalah untuk memperjelas garis koordinasi dan tanggung jawab orang-orang yang terlibat di dalam team tersebut.

Nah, untuk membangun sebuah team yang memiliki struktur yang ideal, Wovgo punya tips yang bisa Wovger ikuti nih.

Alih-alih memakai pendekatan posisi structural, mending bangun struktur team yang disesuaikan dengan kebutuhan start up.

foto: davidguest.com.au

foto: davidguest.com.au

Dalam membangun struktur team yang baik, sesuaikan semuanya dengan kebutuhan Start Up. Jangan berfokus pada paradigma label-label jabatan yang mentereng di sebuah perusahaan. Tidak usah membuat label jabatan yang memang belum dibutuhkan.

Bangun team yang efisien dan proporsional. Hindari sebuah struktur yang terlalu gemuk.

foto: projectsdeal.com

foto: projectsdeal.com

Efisien di sini kaitannya bisa dari sisi jumlah maupun dari sisi jenis peran yang saat itu dibutuhkan. Sebagai founder, harus bisa menganalisa bagian-bagian atau posisi-posisi mana yang perlu diisi. Hindari menciptakan posisi yang sebenarnya belum perlu, yang akhirnya hanya akan membuat struktur team semakin gemuk. Pertahankan struktur ini tetap ramping.

Tapi ingat, keefisienan ini juga harus dibarengi dengan struktur yang proporsional. Start Up juga butuh sebuah team yang proporsional untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Jumlah maupun jenis peran harus disesuaikan dengan kebutuhan startup. Jangan sampai karena team yang dibangun terlalu sedikit dan membuat orang-orang di dalamnya overload, dan saat team terlalu banyak diisi orang, membuat orang-orang di dalamnya bingung sendiri mau mengerjakan apa.

Pertahankan kerampingan struktur team dengan memberikan satu orang lebih dari satu tanggung jawab, tapi tetap sesuai dengan kapasitasnya.

foto: nxtlevel-il.com

foto: nxtlevel-il.com

Saat merintis Start Up, pertahankan struktur team agar tetap ramping. Ini demi menekan fixed cost. Nah untuk bisa melakukan hal ini, Wovger bisa memberikan tanggung jawab ganda kepada karyawan, tapi tetap sesuai dengan kapasitasnya, jangan sampai berlebihan.

Misalnya saja, selain menjadi CEO juga bisa merangkap sebagai marketing. CEO yang merupakan representasi dari startupnya, bisa sekaligus melakukan kegiatan marketing. Baru ketika skala kebutuhan marketing dan bisnis, termasuk keuangan hingga administrasi semakin tinggi, disitulah baru bisa memutuskan untuk merekrut orang baru yang fokus mengelola hal tersebut.

Adaptasikan struktur team sesuai dengan perkembangan bisnis. Struktur harus proporsional, demi menghadapi kondisi yang baru dari perusahaan.

foto: trainingmagazine.ae

foto: trainingmagazine.ae

Struktur team harus bisa mengikuti perkembangan dari perusahaan. Semakin perusahaan mengalami kemajuan, jumlah team juga harus ditambah. Karena akan semakin banyak hal yang harus dikerjakan, maka akan semakin banyak pula tanggung jawab, sehingga para pekerja ini juga harus lebih fokus dalam pekerjaannya. Karena tidak mungkin untuk selalu menggunkan jumlah team yang sedikit. Harus bisa fleksibel.

Struktur team memang tidak kecil lagi. Akan ada banyak orang yang ditambah, tapi tetap jaga struktur ini tetap ramping, jangan sampai terlalu gemuk. Ramping dalam artian, setiap orang punya posisi dengan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jangan menciptakan posisi yang tidak punya fungsi jelas dalam proses perjalanan perusahaan.

Bangun garis kepemimpinan yang jelas. Jangan sampai seorang karyawan diperintah yang tidak sesuai dengan fungsinya.

foto: socialgadgetnews.com

foto: socialgadgetnews.com

Kadang hal ini tidak dipikirkan oleh founder, padahal garis kepemimpinan ini sangat penting dalam menjaga proses pemenuhan tanggung jawab di perusahaan tersebut. Harus ada garis koordinasi yang dibangun secara detail dan garis kepemimpinan yang jelas. Jadi bawahan hanya bisa diperintah dan diberi tanggung jawab oleh atasan yang terkait. Tentu karyawan akan lega, jika mereka bisa mengerjakan hal yang sesuai dengan fungsi dan tugas mereka.

***

Inilah beberapa hal yang bisa Wovger terapkan untuk menciptakan struktur team yang ideal. Hal ini bukanlah hal yang mutlak, karena tengantung dengan konteks start up dan jenis produknya. Tapi setidanya ini bisa menjadi gambaran untuk Wovger supaya bisa memperhatikan struktur team dalam Start Up.

Wovger punya tips lain untuk membangun struktur tim yang ideal? Share di kolom komentar ya.