Banyak orang belum tahu, kalau ini tanda-tanda orang cerdas. Nomer 5 nggak kepikiran, tapi iya banget!

Kecerdasan hadir dalam berbagai bidang. Dunia sudah membuktikan bahwa kecerdasan nggak cuma di bidang sains saja. Tapi juga di bidang sosial, politik, bisnis, dan lain sebagainya. Albert Einstein cerdas dalam bidang fisika. Mozart cerdas dalam bidang musik. Mahatma Gandhi cerdas di bidang perdamaian. William Shakespeare cerdas dalam bidang menulis. Dan ngomong-ngomong, Indonesia juga punya orang yang cerdas dalam bidang sulap: Pak Tarno!

Deretan orang-orang tersebut berasal dari berbagai bidang yang berbeda. Satu kesamaannya, mereka semua cerdas. Sebagai orang cerdas, mereka memiliki kesamaan tanda-tanda yang nggak banyak orang tahu! Ini lho tanda-tandanya:

1. Mereka tidak pernah merasa bahwa dirinya cerdas.

foto: detakpalembang.com

foto: detakpalembang.com

Orang-orang yang cerdas tidak pernah merasa bahwa diri mereka sangat cerdas. Mereka tetap merasa bodoh dengan alasan kurangnya ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Jika ia merasa sudah cerdas dan tahu banyak hal, otomatis keinginannya untuk berkembang menjadi terhenti dong. Mereka juga selalu merasa bahwa masih ada langit di atas langit.

2. Atau mungkin mereka merasa tapi mereka tidak pernah menyombongkannya.

foto: forbes.com

foto: forbes.com

Ini mungkin kebalikan dari poin di atas. Bisa saja mereka menyadari bahwa mereka termasuk orang yang cerdas. Tapi mereka tidak menyombongkan diri serta tidak berusaha menampakkannya. Justru malah mereka-mereka yang tidak cerdaslah yang berusaha untuk menampakkan kecerdasannya. Parahnya, ia melakukannya dengan cara yang tidak cerdas. Mau nggak mau, yang lebih menonjol malah kedunguannya.

Bill Gates mungkin sadar bahwa ia termasuk salah satu deretan orang cerdas di dunia. Tapi dia tidak sombong. Dia bahkan masih terus membaca buku untuk menambah pengetahuannya.

3. Kebanyakan orang cerdas tidak banyak bicara.

foto: merchgoat.com

foto: merchgoat.com

Umumnya mereka tidak banyak bicara. Bukan bukan, mereka bukan orang yang pendiam. Hanya saja mereka tidak banyak bicara. Mereka lebih banyak aksi daripada teori. Tak banyak bicara, tak banyak menulis status secara berlebihan dan juga tak banyak berkomentar.

Maksud Wovgo, tak banyak berkomentar tiap kali ada masalah dan tak banyak berkomentar mengenai hidup orang lain. Jadi kalau Wovger mau banyak-banyak berkomentar di postingan ini, atau postingan Wovgo lainnya, nggak apa-apa banget loh. Asal komentarnya bukan:

“Susah meninggikan badan? Cek IG aku Sis, ada banyak obat-obat peninggi badan.”

4. Orang cerdas sering menghabiskan waktu hingga larut malam.

foto: sites.psu.edu

foto: sites.psu.edu

Buat mereka, waktu adalah hal yang paling berharga. Lebih daripada uang. Saking berharganya, mereka nggak mau melewatkan waktu dengan kebanyakan tidur. Kalau kata orang Jawa, eman-eman! Sayang banget!

Eits, tapi mereka begadangnya bukan karena nongkrong sama temen-temen lho. Begadang mereka lebih banyak digunakan untuk hal-hal produktif seperti membaca buku. Kalau Wovger biasanya begadangnya ngapain?

5. Orang cerdas cenderung hati-hati dalam berteman. Demi menjaga kecerdasannya, mereka biasanya berteman dengan orang yang cerdas juga.

foto: dubuque-computer-repair.com

foto: dubuque-computer-repair.com

Orang cerdas tahu mengenai konsekuensi pertemanan. Mereka tahu bahwa teman dan lingkungan adalah salah satu faktor dalam pembentukan pola pikir serta kepribadian. Untuk itu, demi menjaga kecerdasannya, mereka selalu berusaha mencari teman yang cerdas juga.

Mereka tidak akan membiarkan diri mereka dikelilingi oleh teman-teman yang buruk. Atau kalau berteman, mungkin hanya sebatas datang dan pergi. Tak pernah benar-benar menjadi sahabat.

Ada pepatah sangat terkenal yang bisa menggambarkan keadaan ini:

“Kalau ingin mengetahui sifat seseorang, lihatlah teman-temannya.”

6. Mereka memiliki keahlian tersembunyi yang nggak kelihatan.

foto: svenpiayda.com

foto: svenpiayda.com

Umumnya mereka tidak hanya memiliki satu keahlian saja. Selain yang terlihat, mereka juga memiliki keahlian lain yang tidak terlihat. Keahlian tersebut tidak pernah ditampakkan hingga saat yang dibutuhkan. Mereka tidak ada kecenderungan untuk menampilkan keahlian lainnya tersebut.

7. Orang cerdas tidak merokok.

foto: wfuv.org

foto: wfuv.org

Penelitian menunjukkan, anak muda yang merokok memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak. Berdasarkan penelitian pada 20.000 anak muda, semakin berat mereka merokok, semakin rendah tingakt IQ nya. Jadi kesimpulannya, orang cerdas tidak merokok. Apalagi kalau yang cerdas itu perempuan.

8. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar.

foto: anekatop10.com

foto: anekatop10.com

“I have no special talents, I am only passionately curious,” begitu kata Albert Einstein.

Kutipan terkenal dari Albert Einstein di atas cukup untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat sangat dan sangat besar. Rasa ingin tahu ini mendorong mereka untuk belajar banyak hal. Hingga akhirnya membuat mereka lebih cerdas dari yang lain, tanpa disadari.

Orang cerdas memiliki sifat tidak pernah puas dengan satu jawaban. Ia terus bertanya bagaimana kelanjutannya. Berita buruknya, nggak semua orang punya rasa ingin tahu yang tinggi. Lalu berita baiknya, semua orang bisa melatih dirinya agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Caranya gimana, Wovgo?”

“Caranya adalah, siapkan gula, garam dan ubi bakar. Lalu…”

“Wovgo, ini bukan cara memasak lho.”

“Oh, maaf. Ini mungkin efek memikirkan mantan.”

“Jangan curhat woy!”

“Iya, caranya adalah: latih diri untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan pernah puas dengan satu jawaban. Cari tahu sampai ketemu jawaban yang sebenarnya. Ini bukan tentang bakat. Tapi ini tentang bagaimana setiap pribadi bersedia mendidik diri agar punya kebiasaan bertanya dan bertanya. Menuntaskan rasa ingin tahu. Latih lagi, latih lagi, latih terus. Sampai-sampai tanpa sadar sudah jadi kebiasaan.”

“SUPER SEKALI!”

*standing ovation*

Wovger bisa melakukannya dengan hal kecil seperti, kalau ada teman yang presentasi, siapkan tiga pertanyaan untuk diajukan. Semakin besar rasa ingin tahu, semakin besar pula peluang menjadi cerdas. Tanyakan hal yang benar-benar penting dan menyangkut pada materi presentasinya. Misalnya pembicara menjelaskan tentang ilmu investasi, maka kamu jangan pernah tanya:

“Mesin motor kamu, nomer serinya berapa?”

Jangan ya, pokoknya jangan!

Nah, itu tadi beberapa tanda orang cerdas yang mungkin belum kita ketahui. Coba kenali tanda-tanda di atas pada diri Wovger. Adakah 1-2 yang nyangkut? Kalau ada, selamat! Wovger sedang menuju proses menjadi manusia yang cerdas!

Oh ya, seperti yang Wovgo tulis di atas tadi, jangan lupa berkomentar ya. Siapa tahu Wovger pernah menemukan tanda lain yang belum Wovgo tulis pada artikel ini.