Cuma orang dengan kecerdasan emosional yang bisa melakukan hal-hal ini!

Cerdas itu nggak cuma di kelas aja. Cerdas itu nggak cuma pinter dalam pelajaran saja. Cerdas itu banyak bentuknya. Salah satu bentuk kecerdasan yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kecerdasan untuk mengatur emosi dan mengendalikan diri.

Orang yang cerdas secara emosional tidak diatur oleh emosi mereka. Merekalah yang mengaturnya. Kecerdasan emosional harus dimiliki semua orang. Mengapa? Karena kecerdasan ini berguna untuk berinteraksi dengan orang lain. Sudahkah kita cerdas secara emosional? Kalau Wovger merasa telah melakukan hal-hal ini, berarti Wovger cerdas secara emosional.

1. Mereka fokus pada hal-hal positif.

foto: socalpain.com

foto: socalpain.com

Orang dengan kecerdasan emosional selalu memikirkan hal-hal yang positif saja. Mereka paham bahwa pikiran negatif lama-lama akan menggerogoti mental diri sendiri. Untuk itu, mereka hanya akan berteman dengan orang-orang yang positif saja. Mereka tidak mau menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif yang kerjaannya cuma ngeluh aja.

Jika mendengar kabar buruk, mereka fokus pada solusi yang harus diciptakan. Mereka tidak akan berlarut-larut membahas masalah yang terjadi.

2. Mereka tahu batasan sesuatu, dan kapan harus menjadi tegas terhadap batasan itu.

foto: businessinsider.com

foto: businessinsider.com

Meski berpandangan terbuka dan menghargai perbedaan, mereka bisa menjadi tegas ketika keadaan memaksa. Sebenarnya orang yang cerdas secara emosional adalah orang-orang yang tegas. Tapi tegas tidak berarti keras, bukan? Mereka bisa bersikap sopan dan tegas secara bersamaan.

3. Mereka bisa berdamai dengan masa lalu.

foto: timewithnatalie.com

foto: timewithnatalie.com

Orang yang cerdas secara emosional, selalu menganggap masa lalu sebagai pembelajaran, masa kini sebagai masa sebaik-baiknya tindakan, agar masa depan membahagiakan.

Tampak klise ya. Tapi fakta lapangan memang begitu sih. Orang yang cerdas secara emosional, akan mengupayakan segala sesuatu dengan sebaik mungkin. Namun jika usahanya gagal, dia nggak akan bersedih. Justru menjadikan itu sebagai ladang evaluasi, lalu secara cepat bangkit lagi.

4. Mereka pendengar yang baik dan pendengar yang aktif.

foto: nextlevelexchange.com

foto: nextlevelexchange.com

Tidak hanya pendengar yang baik, mereka juga mampu menjadi pendengar yang aktif. Beda dong! Pendengar yang baik, berarti ia cuma mendengarkan saja dan sesekali menanggapi. Kalau pendengar yang aktif, ia menanggapi percakapan dengan memberikan pujian, bertanya, dan merespon secara aktif.

5. Mereka tahu apa yang membuat mereka gelisah dan tahu bagaimana mengatasinya.

foto: blog.freeride.se

foto: blog.freeride.se

Orang-orang ini tidak akan membiarkan satu kalimat negatif pun memasuki otak dan perasaan mereka. Sekalipun sedang gelisah atau merasa ketakutan, mereka akan menenangkan diri sendiri, meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Alih-alih menggerutu, mereka memilih untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan demi membuat keadaan menjadi lebih baik.

6. Mereka bisa ‘membaca orang lain’ seperti membaca buku.

foto: deadline.com

foto: deadline.com

Manusia diciptakan dengan seabrek perbedaan yang ada. Perbedaan ini bukan untuk diperdebatkan, namun untuk dipelajari dan disyukuri. Bagi mereka yang cerdas secara emosional, ‘membaca orang’ sudah menjadi kegiatan sehari-hari.

Membaca orang, maksudnya mampu memahami gerak-gerik orang tersebut serta maksud dibaliknya. Mereka sadar, mengandalkan bahasa dan kata-kata saja tidak cukup. Ekspresi, bahasa tubuh, dan gestur turut berperan untuk menggambarkan perasaan seseorang.

7. Mereka berani berkata ‘tidak’.

foto: thinkadvisor.com

foto: thinkadvisor.com

Tak sedikit manusia yang tidak bisa mengelak ajakan manusia lainnya. Wovger udah pengalaman banget pasti sama hal-hal yang begini. Udah tahu tugas kuliah lagi numpuk, eh malah ikutan nonton film sama temen-temen. Alasannya sepele: Takut ditinggalin temen!

Yah, cemen abis!

Orang cerdas tidak akan melakukan hal itu. Mereka tahu kapan harus berkata tidak. Tentu hal seperti ini tidak serta-merta terinstal secara otomatis dong. Semua butuh latihan dan proses. Berita baiknya, Wovger juga bisa melatihnya. Dan waktu terbaik untuk melatihnya ialah sekarang. Ya, sekarang!

8. Mereka memiliki motivasi yang kuat dalam diri mereka.

foto: military.com

foto: military.com

Motivasi datangnya bisa dari mana saja. Ada yang dari dalam, ada juga yang datang dari luar. Sebaik-baik motivasi ialah yang berasal dari dalam alias dari diri sendiri. Motivasi yang berasal dari diri sendiri tidak mudah goyah, apapun yang terjadi.

Orang yang cerdas secara emosional memiliki motivasi diri yang cukup kuat. Akibatnya, mereka tidak mudah menyerah jika terganjal pada satu proses yang sukar.

9. Mereka memiliki moral yang tinggi dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

foto: socialpronow.com

foto: socialpronow.com

Mereka memiliki moral dan kesopanan yang luar biasa tinggi terhadap orang lain. Mereka tidak akan bicara kasar, tidak akan berkelahi, selalu menepati janji, bicara jujur, dan berbagai sikap positif lainnya.

Itulah tadi hal-hal yang dilakukan oleh orang yang cerdas secara emosional. Baik kecerdasan emosional maupun kecerdasan otak keduanya sama-sama penting. Keduanya bukan untuk dibandingkan. Dua kecerdasan itu harus dimiliki semua manusia agar tercipta hidup yang seimbang.