Kalau para milyader ini udah bagi tips tentang manajemen waktu, nggak usah meragu, langsung praktik!

Richard Branson

Setiap orang punya waktu dengan total yang sama dalam satu hari, 24jam nggak kurang dan nggak lebih. Tapi kenapa kita sebagai manusia kadang merasakan kurangnya waktu karena pekerjaan yang overload atau kadang merasa kelebihan waktu karena nggak ada kerjaan.

Perlu dipahami lagi bahwa kamu nggak bisa menghentikan waktu, menambah bahkan mengurangi. Yang ada hanyalah mengelola waktu seefisien mungkin dengan kegiatan yang konsisten agar kamu nggak ngerasa kurang atau lebih.

Kebanyakan orang sukses menyebutnya sebagai manajemen waktu. Kenapa contohnya orang sukses? Karena orang sukses nggak cuma pakai otak untuk meraih keberhasilan tapi dia juga pinter memanajemen waktu dan kamu harus belajar bagaimana cara mereka mengelolanya. Mulai dari menyusun, mengatur hingga berjalan konsisten tapi juga nggak semudah membalikkan telapak tangan.

Daripada Wovgo banyak komentar soal manajemen waktu, ada yang lebih jago untuk membagi tips tentang manajemen waktu yang baik itu kayak gimana. Penasaran? Ini ungkapan langsung dari kumpulan CEO keren loh, lanjutin aja bacanya.

1. Warren Buffett, katakan tidak dihampir setiap waktu.

Warren Buffett

“The difference between successful people and very successful people is that very successful people say ‘no’ to almost everything.”—Warren Buffett

Investor sekaligus pebisnis yang terkenal karena kekayaannya ini, percaya bahwa ada perbedaan antara orang yang sukses dan tidak sukses.

Orang sukses seringkali mengatakan ‘tidak’ alias menolak hampir setiap hal dalam pekerjaan yang bukan kemampuannya. Sedangkan orang yang belum sukses terlalu banyak mengatakan ‘Ya’ sehingga pekerjaannya semakin hari semakin menumpuk dan nggak tau bagaimana cara mengkontrolnya.

Ini mengajarkan kita bahwa jadi orang haruslah tegas Iya ya iya, nggak ya nggak….biar nggak buang-buang waktu. Gitu.

2. Richard Branson, mengkoordinir segala sesuatunya sendiri agar lebih cepat.

Richard Branson

“One of my favorite tricks is to conduct most of my meetings standing up. I find it to be a much quicker way of getting down to business, making a decision, and sealing the deal.”— Richard Branson

Secara garis besar, pengusaha yang mengawali bisnisnya dengan perusahaan rekaman di London yang diberi nama Virgin Group ini, memaknai manajemen waktu dimulai dari diri sendiri. Segalanya akan terasa lebih cepat jika dilakukan sendirian terlebih dahulu. Kesendirian yang dimaksud bukan karena status jomblo. Tapi, dia merasa dengan bekerja secara mandiri akan lebih cepat menjalankan bisnis, membuat keputusan dan bernegosiasi bukan juga berarti egois. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi ketergantungan.

Founder dari Virgin Atlantic ini kerap kali membawa notebook-nya ke mana pun dia pergi. Dengan alasan bahwa mencatat ide yang muncul sewaktu-waktu akan jauh lebih berguna dari pada tidak sama sekali. Mantap!

3. Andy Grove, Kerjakan hingga selesai !

Andy Grove

Mantan presiden Intel ini justru memiliki cara yang berbeda, alih-alih kita sebagai pekerja sering dilanda sindrom ‘menunda pekerjaan’  justru bagi Grove pekerjaan yang di tunda membuat dirinya semakin lelah.

Grove mengaku tidak akan pulang dari kantor kalau dia sudah merasa benar benar lelah atau sudah siap untuk pulang ke rumah. Terlebih lagi, dia nggak akan pulang ke rumah kalau pekerjaannya selesai. Nah loh pergi kemana coba…

Dia mengungkapkan “Pekerjaan tidak pernah selesai, dan akan selalu ada banyak hal untuk dikerjakan.”—Andy Grove.

4. Andrew Mason, Disipilin!

Andrew Mason

Co-founder dan bekas CEO Groupon ini menjelaskan bahwa kunci untuk mengatur waktu adalah kedisiplinan. Tanpa kedisiplinan pekerjaan sebanyak atau sedikit apapun nggak akan terselesaikan dalam satu hari.

Saking disiplinnya si Mason, kalau dia diharuskan membuat 10 karakter video game, dia akan membuat tiga karakter cerdas dan sisanya karakter yang disiplin.

Kalau Wovgo sih setuju banget! Disiplin merupakan basic dasar seseorang dalam membentuk karakter yang bertanggung jawab dalam bekerja.

5. Brian Tracy, Rencanakan harimu untuk besok sebagai kegiatan terakhir.

Brian Tracy

“The best exercise is for you to plan your entire next day as the last thing you do before coming home from work”—Brian Tracy.

Intinya CEO dari Brian Tracy International ini, percaya bahwa dengan merencanakan sesuatu dihari sebelumnya akan berdampak pada tindakan hari esok. Wovger bisa mulai menuliskan kegiatan kerja esok hari sebelum pulang ke rumah sebagai kegiatan terakhir yang bisa dilakukan di kantor.

Rasakan dampaknya ketika waktu tidur, Wovger akan bermimpi bahwa tujuanmu besok akan terlaksana satu persatu. Hal itu akan memberikan dampak positif untuk pekerjaanmu. Super sekali!

6. Dustin Moskovitz & Jason Goldberk, Fokus pada satu pekerjaan.

Dustin Moskovitz

“Pick one day a week that you and your team can focus on getting individual work done without any interruptions like meetings”—Dustin Moskovitz.

Siapa dia siapa dia? Dia adalah co-founder dari Facebook. Dia menyampaikan bahwa manajemen waktu itu, dengan cara memilih satu hari dalam seminggu untuk fokus pada pekerjaan pribadimu agar lebih produktif. Asalkan tanpa adanya interupsi seperti ajakan kencan atau wara-wiri main sana sini.

Hal ini juga disepakati oleh Jason Goldberk seorang CEO dari Fab.com bahwa “Pick one thing and do that one thing – and only that one thing – better than anyon else ever could”.

Pilih satu hal dan lakukan satu hal—dan hanya hal itu saja—lebih baik daripada orang lain lakukan. Intinya, Goldberk mengajarkan kamu untuk selalu konsisten terhadap satu hal, jangan mengambil banyak tapi kerja Wovger setengah-setengah.

7. Nathan Blecharczyk & Benjamin Franklin, List pekerjaan secara sistematis.

Nathan Blecharczyk

“I try to fill my calendar in reverse, from the end-of-day to earlier; I try to reserve the morning for doing ‘real work.’—Nathan Blecharczyk.

Ya lakukan kerja yang nyata di pagi hari! Ini menurut co-founder dari Airbnb. Nathan mencoba untuk mengisi hari-harinya dengan menetapkan pagi hari sebagai rutinitas kerjanya. Hal itu membuatnya lebih fokus daripada bekerja di sore atau malam hari untuk mengurangi jadwal bentrok dengan aktivitas lain.

Sama halnya pendapat dari Benjamin Franklin, salah satu bapak pendiri Amerika Serikat yang pernah menuliskan di otobiografinya bahwa membuat jadwal harian membantumu memahami apa arti manajemen waktu. Dia mulai merinci tiap waktu dari jam 5 pagi untuk bangun tidur hingga jam 10 malam waktunya tidur. Dan itu dilakukan secara rutin.

Hmmm…menginspirasi sekali bapak yang satu ini ya.

****

Nah, begitu cara para miliarder kelas dunia untuk mengatur waktunya. Kira-kira Wovger cocoknya yang mana nih? Share ya share ya… 😀