Hal-hal yang perlu kamu tahu tentang Ludruk Jawa Timur

ludruk jawa timur

Membahas tentang kesenian tradisional, setiap daerah pasti punya keseniannya masing-masing. Tidak perlu berpanjang lebar ya. Langsung cepet aja. Soalnya gebetan lagi nungguin nih. Iya, nungguin di masa depan yang entah siapa dan entah kapan datangnya.

Kali ini Wovgo mau membahas salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Timur, tepatnya Surabaya. Kesenian ini kita kenal dengan sebutan ludruk.

Apa itu ludruk? Kenapa kita harus tahu tentang ludruk? Semua akan Wovgo bahas di artikel ini. Wawasan ini wajib diketahui dong. Karena kalau bukan orang Indonesia yang menjaga kebudayaan Indonesia, siapa lagi coba?

1. Ludruk adalah kesenian asli dari Jawa Timur.

Dari segi budaya, Jawa Timur nggak cuma punya Reog Ponorogo. Banyak banget kesenian khas Jawa Timur yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah ludruk. Ludruk merupakan seni pertunjukan semacam drama yang disampaikan dengan Bahasa Jawa khas Surabaya.

Ludruk bertemakan seputar kehidupan sosial yang biasa dialami manusia sehari-hari. Pertunjukan ini diawali dengan tari dan diselingi dengan humor. Kesenian ini diiringi suara gamelan sebagai backsound. Seperti pertunjukan drama pada umumnya, ludruk dibagi menjadi beberapa adegan dan babak. Babak permainan lho ya, bukan babak belur.

2. Ludruk sudah berkembang jauuuuhhhhh sebelum kita terlahir ke dunia.

Ludruk sudah mulai dipentaskan jauh sebelum kita terlahir ke bumi. Awal perkembangan ludruk yaitu pada abad ke 12-15. Emang abad segitu Wovger udah lahir? Kalau udah, pasti sekarang nggak bisa baca tulisan ini, lah.

Mulanya, ludruk tidak mementaskan cerita. Ia mementaskan tentang hal-hal yang sifatnya magic. Di masa-masa itu, ludruk terus mengalami perkembangan hingga abad ke 17. Barulah pada tahun 1930-an kesenian ludruk tampil sebagai sebuah drama yang dibawakan para lakon.

3. Ludruk, kesenian tradisional yang lebih mendidik daripada sinetron.

Seberapa seringkah kamu nonton sinetron di layar kaca? Seberapa seringkah kamu menonton ludruk? Sudah bisa ditebak, kamu lebih sering nonton sinetron. Kesenian yang semakin sedikit peminatnya ini ternyata lebih mendidik daripada sinetron lho. Lebih banget, malah.

Banyak pesan moral, kritikan, dan nasihat yang disampaikan. Tidak ada adegan kekerasan, tidak ada adegan memainkan senjata, tidak ada adegan berubah jadi binatang biar jadi ganteng, dan aman dari tindakan pornografi, serta bisa dijadikan sebagai sarana pelestarian Bahasa Jawa serta ludruk itu sendiri.

4. Sama seperti kesenian lainnya, ludruk ternyata juga punya genre lho!

Dalam dunia seni, ada berbagai macam genre yang memberikan warna berbeda. Di seni musik, kita mengenal genre pop, jazz, rock, punk, blues, dll. Di dunia seni rupa, ada realis, abstrak, dll. Di dunia tulis-menulis, dikenal genre deskripsi, narasi, eksposisi, dll.

Demikian juga di seni tradisional ludruk. Ada tiga genre yang bisa Wovger tonton: cerita, kepahlawanan, dan dagelan (humor).

5. Serupa tapi tak sama: ludruk dan ketoprak itu beda.

Banyak yang menganggap kalau ketoprak dan ludruk itu sama. Mereka mengira hanya namanya saja yang berbeda. Padahal keduanya memang berbeda. Persamaannya, keduanya sama-sama menggunakan Bahasa Jawa, sama-sama menyajikan cerita, sama-sama disampaikan oleh manusia.

Perbedaannya, ludruk lebih merakyat sedangkan ketoprak lebih priyayi. Ludruk bercerita tentang kehidupan sehari-hari, sedangkan ketoprak bercerita tentang hal-hal yang sifatnya fantasi seperti fabel dan cerita seputar kahyangan. Ludruk diiringi tari, sedangkan ketoprak diiringi lagu Jawa.

6. Seperti kebudayaan daerah lainnya, peminatnya semakin lama semakin sedikit.

Peminat ludruk semakin lama semakin sedikit. Sama seperti budaya lain yang sudah hilang ditelan bumi lantaran tak ada penerusnya. Dilansir dari Jawa Pos, salah seorang pemain ludruk bernama Suryadi hanya menerima upah Rp 10.000 untuk durasi pertunjukan selama kurang lebih 3 jam! Itupun pentasnya tidak setiap hari.

Rendahnya upah pemain ludruk menunjukkan rendahnya minat masyarakat terhadap ludruk. Hukum ekonomi berlaku. Karena tidak ada konsumen, harga tiket dijual dengan murah.

Ini PR besar bagi pemerintah dan kita semua sebagai penerus bangsa, jika ingin melestarikan kebudayaan Indonesia. Jangan sampai, perhatian baru diberikan setelah negara lain mengklaim atau mengakuisisi. Bukankah yang sudah-sudah, sering terjadi?

7. Meski demikian, tetap ada jiwa-jiwa yang berusaha menghidupi kesenian ini. Kamu bisa mengunduh aplikasi ludruk di Play Store.

Isu mengenai terkikisnya budaya Indonesia bukan lagi menjadi rahasia. Terlalu lama rakyat berpangku tangan pada pemerintah atas permasalahan ini. Wovgo percaya mereka menanggapi. Tapi mungkin kebudayaan memang bukan menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Ya itu tadi, mungkin nunggu diklaim negara lain dulu, baru kemudian jadi prioritas penting.

Kabar baiknya, kita bisa ikut serta nguri-uri alias menjaga budaya ludruk. Nggak perlu lagi jauh-jauh ke Jawa Timur untuk menonton ludruk. Wovger bisa mengunduh aplikasi bernama Kartolo CS: Ludruk Jawa Timur.

Bagaimana? Sudah puas informasi tentang ludruk? Indonesia punya banyak kesenian tradisional yang kini terancam punah lho. Sebagai anak muda, kita sebaiknya tidak cuma berpangku tangan. Supaya lebih kenal satu sama lain dan nggak punah, boleh lho kamu berbagi info seputar kesenian tradisional di daerahmu. Yuk share di komentar.