Dunia kerja semakin kompetitif. Itu kenapa, lulus cepet aja nggak cukup!

Sumber Foto : madahbahana.org

Hari gini, lulus cepat bukan lagi patokan untuk bisa sukses. Wovgo yakin, kamu nggak bakal dapat apapun jika fokusnya hanya kuliah saja, demi bisa lulus secepatnya. Namun bukan berarti, kuliah dalam waktu yang lama bisa menjadi jaminan kualitas mahasiswa tersebut. Intinya bukan pada seberapa lama, namun bagaimana mengisi waktu selama masa tersebut. Toh, diluar sana ada begitu banyak mahasiswa yang lulus tepat waktu dan memiliki kepribadian yang berkualitas.

Banyak orang menjadikan kemalasannya dalam berkuliah dan mengerjakan skripsi sebagai tameng. Lalu mereka mengeluarkan tagline-tagline ala mahasiswa malas:

“Buat apa lulus cepet, kalau nggak punya pengalaman apapun selain pinter mata kuliah doang?”

Seolah-olah, kemalasannya dalam menunda mengerjakan skripsi adalah hal yang benar. Pada kenyataannya, setelah tagline-tagline itu digaungkan, tak ada kegiatan pada dirinya yang mengarah pada pembenahan kualitas pribadi. Masih gitu-gitu aja: bangun kesiangan, ngelayap entah kemana, begadang, nongkrong, dan semacamnya.

Lulus cepat itu boleh. Tapi menurut Wovgo, lulus cepat aja nggak cukup. Karena di dunia yang semakin kompetitif ini, kamu akan bersaing lebih ketat dengan lulusan-lulusan lainnya. Diantara mereka, ada yang umurnya sama dengan kamu. Atau lebih tua tapi banyak prestasi. Atau bahkan, lebih muda dan banyak prestasi. Inilah alasan Wovgo, kenapa lulus cepat aja nggak cukup.

Faktanya, lulus cepat berbanding lurus dengan sedikitnya jumlah relasi organisasi.

foto: variantykadiaman.wordpress.com

foto: variantykadiaman.wordpress.com

Perkembangan soft skill dan hard skill harus seimbang. Prestasi itu nggak cuma dapat nilai A di semua mata kuliah. Tapi juga kegiatan lain seperti ikut organisasi, bekerja paruh waktu atau bergabung dengan gerakan sosial lainnya.

Tentunya dengan mengikuti kegiatan yang kamu ambil tersebut, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kepribadian. Secara kualitas, kamu akan menjadi pribadi yang yang lebih supel, sigap membagi waktu, banyak link, konsisten dan mampu beradaptasi.

Memang, lulus cepat itu berbanding lurus dengan sedikitnya jumlah relasi organisasi. Bukankah untuk membangun sebuah relasi yang kuat itu butuh waktu? Namun bukan berarti ini sebagai bentuk pembiaran pada tugas-tugas dan skripsi yang seharusnya tak kalah penting untuk diselesaikan.

Maka dari itu, penting untuk melihat tujuan utamanya terlebih dahulu. Kalau memang demi membangun relasi, tak ada salahnya memundurkan satu semester dari rencana lulus. Tapi kalau memang masih bisa membangun relasi secara kuat dan mampu lulus tepat waktu, kenapa harus diundur?

Lulus cepat tidak menjamin mendapat pekerjaan sesuai dengan harapan, karena kurangnya pengalaman bekerja.

foto: queeninm.wordpress.com

foto: queeninm.wordpress.com

Kamu mungkin berpikir dengan lulus cepat kamu akan dengan senang hati bekerja di tempat yang kamu harapkan.

Sebaliknya si perusahaan juga mau menerima kamu dengan mantap bahwa kamu adalah calon pegawai yang memiliki kemampuan akademis hebat.

Sayangnya itu cuma ada dibayangan kamu aja. Perusahaan juga milih-milih loh dalam mencari karyawan.

Bukan hanya dari prestasi yang tertulis di trasnkrip sebagai mahasiswa yang lulus ‘dengan pujian’ aja, tapi mereka juga berhak melihat kemampuan lain dari kamu.

Apa kamu udah punya sertifikat TOEFL? TOEIC? IELTS? Pernah berpengalaman kerja part time atau bergabung dengan organisasi apa saja? Kegiatan pengasah kemampuan yang pernah kamu ikuti seperti apa?

Selain itu, Wovger juga akan dihadapkan dengan kenyataan bahwa penghasilan untuk seorang fresh graduate kadang nggak seimbang jika dibanding UMR di tahun pertama.

Solusi agar bisa memiliki pengalaman kerja, kamu bisa mengambil kerja part time disela-sela kuliah atau skripsi. Cobalah ikut lomba-lomba yang skalanya internasional, supaya perusahaan yang kamu lamar nantinya bisa lebih memperhitungkan keberadaanmu. Mumpung kamu masih mahasiswa.

Istilah fresh graduate mungkin keren, tapi kamu juga akan dihadapkan fresh graduate lainnya yang totalnya ribuan. Udah siap mental?

foto: iqbalsyafri.com

foto: iqbalsyafri.com

Kadang-kadang, selain berpikir out of the box kita juga butuh untuk sekali-kali berpikir without the box. Setelah lulus kuliah kamu belum tentu akan langsung dapet kerja secara instan juga, kan?

Terima kenyataan bahwa di luar sana banyak fresh graduate yang juga bingung cari kerja. Cobalah datang ke acara job fair dan rasakan sensasi berjumpa dengan ribuan pesaing dari berbagai wilayah.

Siapkan segala sesuatunya dengan matang. Baik itu doa, mental, semangat dan usaha yang tiada henti.

Segalanya yang serba cepat kadang nggak semuanya terasa happy

foto: supernaturalgospel.wordpress.com

foto: supernaturalgospel.wordpress.com

Segalanya yang terkesan buru-buru itu nggak baik loh. Menambah beban, apalagi kalau temen yang lain pada serba gerak cepat. Habis lulus langsung nikah. Baru semester 6 udah ambil skripsi, dan sebagainya.

Nikmati saja apa yang ada. Jalan hidup setiap orang itu berbeda. Kalau kamu masih merasa nyaman dengan proses yang kamu miliki sekarang, mengapa harus risau dengan proses yang sedang orang lain peroleh?

So, pikirin saja apa yang kamu hadapi sekarang. Sibukkan diri untuk mencari ilmu dan mengikuti kegiatan yang berguna, agar pribadi kamu jadi lebih matang.

Telat satu semester itu nggak masalah, jika manfaat yang kamu dapat dari keterlambatan tersebut jauh lebih besar dibanding lulus cepat!

foto: ecenglish.com

foto: ecenglish.com

Tak semua yang kuliahnya mundur satu semester atau bahkan lebih itu memiliki kualitas kepribadian yang matang.

Boleh, mundur satu semester, dengan catatan bahwa manfaat yang diperoleh jauh lebih besar jika dibanding lulus cepat. Karena memang, ada beberapa hal yang sudah tak bisa lagi Wovger peroleh jika sudah lulus.

Lulus di waktu yang tepat adalah prinsip sederhana, tapi juga mengandung keoptimisan

foto: discoverstandrews.com

foto: discoverstandrews.com

Salah satu cara untuk mengoptimiskan diri adalah dengan memegang prinsip ‘Lulus di waktu yang tepat adalah jalan terbaik’.

Tenang, pasti lulus kok. Nggak usah buru-buru, lagian Tuhan juga nggak akan tidur. Setiap orang, memiliki ketepatan lulus yang berbeda-beda. Bagi yang sejak awal semester sudah rajin menempa diri di organisasi dan banyak meraih prestasi akademik, bisa jadi 4 tahun atau kurang dari itu adalah waktu yang tepat baginya untuk menyelesaikan kuliah. Namun bagi mereka yang terlambat menyadari, lalu terlambat membangun diri, bisa jadi membutuhkan waktu tepat yang lebih.

***

Jadilah orang yang selalu mengambil semua pilihan terbaik bila itu memungkinkan untuk diambil. Jangan bilang:

“Mending lulus lama, tapi pribadi berkualitas. Ketimbang lulus cepet, tapi minim skil.”

Kalau memang memungkinkan, ambil saja semuanya! Menjadi pribadi berkualitas, lulus cepat sesuai target, menguasai banyak skil, punya pekerjaan layak, mampu membahagiakan kedua orangtua dan masih banyak lagi. Ambil saja semuanya. Ambil! Kamu punya hak, kok. Selamat mencoba!