Rumah-rumah adat Jawa Tengah yang harus kamu tahu

rumah adat Sumber Foto : Wikipedia

Indonesia punya segudag rumah adat yang berbeda-beda. Semuanya tersebar dari Sabang-Merauke. Di Sumatera, kamu dapat menjumpai rumah gadang, rumah balai batak, rumah nuwo, dan masih banyak lagi. Berpindah ke sisi timur, kamu akan menjumpai rumah honai, rumah baileo, dan rumah sasadu.

Tapi sayangnya Wovgo tidak mengulas rumah-rumah di atas pada kesempatan ini. Wovgo mau sedikit bercerita tentang rumah adat Jawa Tengah. Selama ini kita cuma tahu rumah adat Jawa Tengah adalah rumah joglo. Padahal provinsi ini punya rumah adat lainnya! Apa sajakah itu? Yuk cari tahu bareng-bareng.

1. Rumah adat joglo

foto: country-of-indonesia.blogspot.com

foto: country-of-indonesia.blogspot.com

Ini dia tipe rumah adat Jateng yang paling terkenal dibanding tipe lainnya, joglo. Rumah joglo masih bisa kita temui dengan mudah hingga sekarang. Ciri khas rumah joglo yaitu teras yang luas tanpa sekat di bagian depan, bentuknya yang berupa persegi panjang, dan pintu yang terletak tepat di bagian tengah.

Di masa lalu, rumah joglo melambangkan kekayaan pemiliknya. Tak heran karena rumah ini hanya dimiliki oleh orang-orang mampu pada masanya. Rumah joglo mempunyai empat tiang utama di tengah-tengah. Tiang itu disebut dengan istilah saka guru.

Teras depan yang luas berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan acara dari si pemilik rumah. Misalnya pagelaran wayang, pernikahan, hajatan, tempat pertemuan, dan kantor.

2. Rumah adat panggang pe

foto: lyonlabs.org

foto: lyonlabs.org

Selain joglo, rumah adat jawa lain yang populer yaitu panggang pe. Adakah Wovger yang sudah pernah dengar tentang panggang pe? Panggang pe terdiri dari empat atau enam tiang. Separuh tiang yang depan sengaja dibuat lebih pendek daripada tiang di bagian belakang.

Orang jawa zaman dahulu umumnya menggunakan rumah panggang pe untuk didirikan sebagai kios dan warung. Dikutip dari PDK Jateng, rumah panggang pe masih terbagi menjadi enam tipe: panggang pe gedhang salirang, empyak satangkep, gedhang satangkep, cere gancet, trajumas, dan barengan.

Panggang pe gedhang salirang, empyak satangkep, gedhang setangkep, dan cere gancet memiliki kesamaan. Ketiganya terdiri dari dua rumah panggang pe yang disatukan. Tipe trajumas ialah panggang pe yang punya enam tiang penyangga. Sedangkan tipe barengan merupakan dua atau lebih panggang pe yang berderet-deret.

3. Rumah adat tajug

foto: pusakaindonesia.org

foto: pusakaindonesia.org

Setiap rumah adat di Jateng punya filosofi dan fungsinya masing-masing. Rumah joglo memiliki fungsi yang berbeda dengan rumah panggang pe. Demikian juga dengan rumah tajug. Tipe tajug khusus digunakan untuk masjid dan bangunan-bangunan suci lainnya. Orang biasa tidak diperkenankan membangun rumah dengan tipe ini karena rumah tajug termasuk yang disucikan.

Ciri rumah tajug yaitu bentuk atapnya yang runcing, bentuknya seperti bujur sangkar (bukan persegi panjang). Tajug memiliki kurang lebih sekitar 13 tipe di antaranya towan boni, masjid dan cungkup, semar sinongsong, lambang sari, mangkurat, ceblokan, semar tinandu, dll.

Salah satu masjid dengan tipe tajug yang bisa Wovger kunjungi yaitu Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak.

4. Rumah adat kampung

foto: coretan-sejarah.blogspot.com

foto: coretan-sejarah.blogspot.com

Rumah adat kampung hampir mirip seperti dua rumah panngang pe yang disatukan. Ciri rumah adat kampung ialah, rumah ini punya dua teras yaitu di depan dan di belakang. Ciri khas lainnya, tiang rumah ini terdiri dari kelipatan empat dimulai dari angka 8. Jadi jumlah tiangnya bisa 8, 12, 16, 20, dan kelipatannya.

Seperti rumah adat lainnya, rumah kampung juga dibagi menjadi banyak tipe. Tidak kurang dari 13 tipe, di antaranya kampung pokok, pacul gowang, dara gepak, gajah ngombe, apitan, dsb. Rumah kampung merupakan rumah yang dimiliki rakyat jelata alias dari kalangan orang biasa.

5. Rumah adat limasan

foto: rumahjoglo.net

foto: rumahjoglo.net

Terakhir ada rumah adat limasan. Dinamakan limasan karena bentuk atapnya yang seperti limas. Atap rumah limasan memiliki empat sisi. Rumah ini banyak juga ditemui di jawa. Seperti kampung, rumah limas dimiliki oleh kalangan orang biasa.

Rumah limasan terbagi menjadi beberapa tipe di antaranya limasan lawakan, gajah njerum, gajah mungkur, klabang nyander, semar pinondhong, lambang sari, dsb.

Itulah daftar rumah adat di Jawa Tengah. Punya teman dari Jateng? Pastikan mereka tahu tentang informasi ini. Yuk tag teman kamu yang dari Jateng!