Kebiasaan CEO yang bisa kamu tiru, biar ketularan!

elon musk

Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, Larry Page, Elon Musk dan sederetan CEO besar sukses lainnya telah menjalani banyak hal yang kini menjadikan mereka seperti sekarang. Mereka menyelesaikan lebih banyak hal daripada yang kita lakukan setiap harinya.

Kesukesan yang berhasil mereka raih tidak dicapai dalam semalam. Diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun agar bisa sebesar ini. Selain usaha yang gigih, kesuksesan mereka juga terdiri dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang secara konsisten mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semua CEO itu kurang lebih memiliki kebiasaan yang sama. Kabar baiknya, kita bisa lho meniru kebiasaan mereka untuk diadaptasi, biar ketularan!

Gila baca buku. Nggak sekedar hobi baca buku, para CEO sukses bahkan ‘menggilai’ buku-buku itu.

bill gates baca buku

www.businessinsider.com

Kebanyakan CEO sukses sangat gila membaca. Mereka membaca buku dari semua genre. Novel, komik, autobiografi, fiksi, buku bisnis, sains. Mereka tidak terpatok pada satu genre atau satu pengarang saja, karena sumber ide bisa datang dari mana saja.

Beberapa CEO sampai membuat rekomendasi tentang buku-buku yang mereka baca. Ingin tahu buku apa saja yang sudah dibaca oleh Bill Gates? Kamu bisa berkunjung ke http://www.gatesnotes.com/Books.

Banyak bertanya. Jangan heran mengapa mereka cerdas, karena mereka banyak bertanya.

arianna huffington ask

Foto : www.ted.com

Bertanya adalah salah satu metode pengasah otak paling efektif. Banyak bertanya merangsang otak untuk selalu berpikir. Bagi kebanyakan orang Indonesia, banyak bertanya bertanya dianggap sebagai kebiasaan yang menyebalkan.

Kebalikannya, bagi CEO besar, bertanya sudah seperti kewajiban yang tidak bisa dilewatkan. Tentunya, mereka tidak asal mengajukan pertanyaan. Nggak mungkin dong, misal mereka ketemu cewek lalu nanya:

“Bapak kamuuu… supir angkot ya?”

Nggak. Nggak mungkin. Jelas-jelas nggak mungkin!

Ngomong-ngomong, orang-orang sekaliber mereka bahkan masih mencari jawaban untuk pertanyaan apa yang harus dilakukan agar membuat perusahaan lebih bermanfaat bagi orang lain loh. Masa kita enggak?

Semua CEO sukses pasti mengelola waktu dengan baik.

Just before deadline

Foto : mobile-cuisine.com

Tunjukkan pada Wovgo, CEO besar yang bangunnya kesiangan dan kelabakan dengan jadwal harian mereka. Wovgo jamin, nggak ada! Ada sih, tapi mereka tentunya masih CEO kelas menengah yang biasa-biasa saja.

CEO-CEO besar sangat menghargai waktu mereka lebih daripada kekayaan finansial yang mereka miliki. Bagi mereka, satu-satunya sumber daya yang tidak bisa diperbarui adalah waktu. Itulah kekayaan yang sesungguhnya!

Ternyata mereka nggak cuma mengurusi harta, harta, dan harta. Dan yang jelas bukan tahta, wanita, atau Pevita dan Raisa. Mereka juga bermeditasi dan berolahraga secara rutin.

mark zuckerberg jogging

Foto : www.scmp.com

Kekayaan berlimpah bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan kesehatan yang berlimpah pula. Bagi mereka, olahraga merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. Mau tidak mau harus dilakukan.

Kesehatan sangat penting untuk menjaga kinerja mereka di kantor dan menjaga stamina di depan karyawan mereka. Uang yang hilang tidak sebanding nilainya dengan kesehatan.

Selain itu, mereka juga punya me time yang sering mereka gunakan untuk meditasi dan relaksasi. CEO LinkedIn, Jeff Weiner, mengalokasikan waktu selama 30-90 menit untuk tidak melakukan apapun.

Mereka juga seorang motivator handal lho.

larry page

Foto : www.businessinsider.com

Semua CEO sukses mempunyai kemampuan sebagai motivator. Mereka sudah terlatih untuk memotivasi karyawannya agar bisa lebih baik. Keahlian ini mereka peroleh dari kebiasaan. Dari sini, mereka terlatih untuk memberikan dorongan pada orang lain. Kadang, Wovgo suka ngebayangin kalau Bill Gates memulai briefing di depan karyawannya dengan ucapan begini:

“Karyawan-karyawanku yang super…”

Yakin, pasti para karyawannya langsung jadi semangat banget!

Tidak main gadget sebelum tidur. Alih-alih main gadget, mereka lebih suka membaca buku sebelum tidur.

gadget sebelum tidur

Foto : dailysignal.com

Banyak penelitian menunjukkan bahwa cahaya yang keluar dari handphone bisa mengganggu kebiasaan tidur manusia. Waktu sebelum tidur adalah waktu yang tidak bisa diganggu gugat. Gadget harus off. Semua pesan yang masuk harus ditunda untuk dibaca.

Mereka memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk membaca buku. Boleh dicoba lho kebiasaan yang satu ini, untuk diterapkan mulai nanti malam.

Membangun relasi. Tidak sembarangan jaringan tentunya.

steve jobs and bill gates

Foto : www.businessinsider.com

CEO sukses menyadari pentingnya jaringan. Mereka membangun jaringan dengan orang-orang pintar dan orang sukses. Jaringan mereka dipenuhi oleh orang-orang dengan visi yang sama. Mereka bahkan membangun jaringan dengan CEO lain di bidang yang sama untuk mengembangkan pengetahuan baru.

Kebiasaan yang paling penting, mereka memiliki konsistensi untuk melakukan semua kebiasaan di atas.

konsisten

Foto : vbt249.wordpress.com

Hal-hal di atas tidak bisa disebut sebagai kebiasaan kalau mereka tidak konsisten menjalaninya. Mereka selalu konsisten, baik dalam menjalankan hal besar maupun hal kecil seperti di atas. Mereka dengan keras menginstal kebiasaan-kebiasaan itu dalam hidup mereka. Mengulanginya, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, hingga mereka menjadi apa yang hari ini sama-sama kita lihat.

Kita juga bisa kok, menjadi apapun yang kita inginkan. Syaratnya, terus pantaskan diri melalui usaha yang hari demi hari semangatnya selalu membara api dan doa yang tiada henti, juga imajinasi yang terus terpatri – #OPOSIH !!!.

Kalau benar-benar ingin, Wovger akan selalu menemukan alasan untuk melakukan. Kalau tidak, akan selalu ada alasan untuk menunda. Menunda atau melakukan, berwacana atau praktik, cuma Wovger yang tahu. Intinya bukan ada pada yang diucapkan dan direncanakan untuk dikomitkenkan. Tetapi, pada yang dilakukan.

Selamat mencoba!