Rapat yang berkualitas, menghasilkan ide-ide cerdas. Yuk belajar cara memimpin rapat ala Steve Jobs

Steve Jobs

Steve Jobs meninggalkan banyak nasihat selepas kepergiannya. Selain Apple, banyak banget warisan-warisannya yang bisa kita temukan dan teladani. Salah satunya yaitu warisannya untuk menyelenggarakan rapat.

Sebagai manusia jenius, tentu style rapatnya berbeda dengan yang lain. Ternyata ia punya resep rahasia agar rapat yang diselenggarakan berjalan lancar dan sesuai harapan. Wovger mau tahu? Beneran? Serius? Hehehe. Oke, ini dia rumus rahasia rapat ala Steve Jobs yang Wovgo tulis khusus buat kamu. Iya, kamu.

1. Ketahui dan sampaikan tujuan rapat dengan jelas, jangan muter-muter kayak odong-odong.

foto: inc.com

foto: inc.com

Menurut Steve Jobs, sebelum mengadakan suatu rapat, sang pemimpin rapat harus tahu lebih dulu apa saja yang akan dibahas. Misalnya, pembahasan tentang visi, kinerja, budaya perusahaan, dsb.

Setelah sang pemimpin tahu apa yang mau dibahas, barulah ia menyampaikan pada anggota lainnya tentang rapat tersebut. Anggota yang hadir tidak harus tahu lebih dulu tentang tujuan rapat tersebut.

Tahu aja nggak cukup. Pemimpin harus pandai menyampaikan dengan jelas pada anggota lainnya mengenai tujuan rapat. Jangan sampai setelah selesai rapat, masih ada anggota yang bingung mau ngapain.

2. Hargai ide kreatif anggota rapat.

foto: cultofmac.com

foto: cultofmac.com

Pembahasan rapat nggak harus setiap detik membahas tentang uang atau keuntungan. Tapi ya jangan membahas tentang asmara juga, karena ini di perusahaan. Meski sedang menyelenggarakan rapat untuk perusahaan, sebaiknya pemimpin rapat tidak hanya membahas soal uang.

Ada ide-ide lain yang harus diapresiasi dari anggota, yaitu ide kreatif dari mereka. Steve Jobs dikenal jenius karena kemampuannya mengapresiasi ide orang lain. Ia mengizinkan timnya untuk melakukan hal-hal lain yang menunjang kreativitas mereka.

Demikian juga dengan pencapaian organisasi perusahaan. Ide, kegiatan, dan nilai kreatif adalah sebuah pencapaian, jadi tidak boleh diremehkan begitu saja.

3. Selidiki dan berikan tantangan bagi anggota tim lainnya.

foto: theredlist.com

foto: theredlist.com

Rapat dilaksanakan sebagai sarana diskusi. Kritik dan saran terhimpun jadi satu dalam satu waktu. Perdebatan pun sering terjadi. Ada kubu yang setuju, ada kubu yang tidak setuju. Kalau rapat yang kamu ikuti berjalan demikian, kamu patut bersyukur. Tandanya, rapat tersebut hidup. Tidak mati.

Permasalahan timbul jika tidak tercapai kesepakatan antara keduanya. Steve Jobs punya tips ampuh untuk mengatasi masalah ini. Ia akan menyelidiki alasan apa yang membuat anggotanya berseberangan pendapat dengannya. Ia siap sedia mendengar penjelasan mereka.

Setelah penyelidikan dilakukan dan jawaban ditemukan, dia menantang anggota tim tersebut untuk setuju dengannya. Ia memberi pengertian bahwa sang anggota harus mengabaikan semua keraguan dan harus keluar dari zona nyaman.

4. Beritahu anggota apa yang harus dilakukan, tapi jangan beri tahu bagaimana melakukannya.

foto: newsstream.blogs.cnn.com

foto: newsstream.blogs.cnn.com

Begitu rapat selesai, setiap orang yang keluar dari ruangan, harus tahu apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana cara melakukannya itu tidak penting, yang penting adalah apa yang dilakukan.

Tiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikan pekerjaan. Sebagai pemimpin, sebaiknya kamu tidak terlalu detail memberi arahan pada mereka. Biarkan mereka menyelesaikan tugas sesuai dengan style masing-masing.

Hayo ngaku, Wovger setelah rapat sering nggak, mengalami hal kayak nggak tahu apa yang harus dilakukan?

5. Fokus pada hal-hal besar, bukan pada hal-hal kecil.

foto: slate.com

foto: slate.com

Durasi rapat biasanya memakan waktu cukup singkat dibandingkan durasi perwujudannya. Berhubung waktunya yang singkat, sebaiknya gunakan rapat untuk membahas hal-hal besar saja.

Membahas hal kecil cuma membuat kita kehabisan waktu dan energi. Daripada sibuk membahas menu makan siang enaknya gimana, lebih baik membahas topik yang lebih besar bisa memajukan perusahaan atau organisasi.

Salah satu penyebab yang menjadikan rapat menjadi tidak efektif adalah terlalu fokus pada detail dan hal kecil.

6. Rapat bukan untuk membahas permasalahan masa lalu tapi untuk membahas adanya peluang baru.

foto: dailyfinance.com

foto: dailyfinance.com

Steve Jobs nggak mau buang-buang waktu untuk membahas pekerjaan yang belum selesai. Ia akan mengisi rapatnya dengan peluang-peluang baru di masa depan. Jadi nggak bakal ada pembahasan rekan kerja yang bawel di rapat-rapat Steve Jobs. Kayak pas rapat ada yang sambil jualan baju, celana dan sayuran, misalnya. Nggak. Nggak bakal ada itu.

Dengan demikian, ia tetap menjaga emosi-emosi positif bagi diri sendiri. Dan tentunya waktunya lebih produktif daripada membahas masalah masa lalu. Atau, kenangan masa lalu.

Itulah strategi Steve Jobs dalam menyelenggarakan rapat. Kita semua pasti pernah mengikuti rapat dong ya. Berkualitas atau enggak, nah itu dia masalahnya.

Coba sini, tag temen-temen kamu yang sering menyelenggarakan rapat. Sudahkah ia menerapkan cara-cara di atas? Kalau belum, biar dia segera mempraktikkan tips ini. Dan, oh, ya, kamu kalau rapat jangan jualan sayuran lagi ya!