Andreas Ridwan: “AIDS bukan alasan untuk tidak membantu orang lain”

Andreas Ridwan

Penyakit AIDS membuat banyak orang begitu ngeri. Bagaimana tidak, penyakit yang ditimbulkan dari HIV ini menggerogoti sistem kekebalan tubuh dan membuat harapan hidup si pengidap menjadi begitu singkat.

Wovger pernah gak membayangkan, kalo terjangkit HIV bakal kaya gimana. Apakah kalian bakalan tiap hari mengutuki penyakit ini dan mengasihani diri sendiri, atau malahan memikirkan cara untuk bunuh diri. Seperti minum obat nyamuk dicampur kopi misalnya.

AIDS memang sangat mengerikan, tapi penyakit ini bukan alasan untuk menyerah pada hidup lho gaes. Penyakit yang identik dengan hal kotor ini seharusnya tidak menjadi penghambat untuk tetap bisa berkarya atau menjadi berguna dimasyarakat. Nah dan masyarakat juga seharusnya bisa menerima para pengidap AIDS ini dalam komunitas. Jangan benci orangnya, bencilah penyakitnya.

Salah satu pengidap AIDS yang terus bertarung dengan HIV didalam tubuhnya adalah Andreas Ridwan. Dia adalah seorang pendamping orang-orang pengidap AIDS. Bahkan dia masih bisa terus menguatkan orang lain walaupun dia sendiripun sedang berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Bagaimana dia mengidap AIDS

Andreas Ridwan dulunya adalah seorang pecandu Narkoba. Semasa kuliah dia sudah mengkonsumsi Narkoba mulai dari ganja, extacy, hingga heroin. Tubuhnya sudah hampir habis digerogoti racun-racun yang terkandung dalam Narkoba tadi. Sampai akhirnya dia dimasukan pusat rehabilitasi oleh keluarganya, dan berhasil lepas dari kecanduan narkoba ini.

Diagnosis bahwa Andreas Ridwan mengidap AIDS terjadi pada tahun 2003. Saat itu dia menjadi relawan di yayasan Galatea selama 1,5 tahun sebagai case manager yang menangani kasus HIV positif. Karena ada suatu kunjungan sebuah yayasan dari Jakarta yang memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS, saat itu dia mulai tergerak untuk melakukan tes. Dan ternyata dia positif terjangkit HIV dan mengidap AIDS.

Baca Juga : Bagaimana HIV AIDS bisa menular dan cara mencegahnya.

Kemungkinan dia sudah terjangkit sejak masa-masa dia menggunakan Narkoba dulu, tapi hal itu belum diketahui karena dia belum pernah melakukan tes.

Hasil tes ini serasa petir di siang bolong bagi Andreas dan keluarganya. Wovger bisa bayangkan sendiri lah gimana perasaan waktu mengetahui diri kita terjangkit HIV, pasti shock parah lah.

Karena dukungan orang tua dan teman-teman sesama pengidap AIDS, hal inilah yang menjadikan Andreas semakin kuat.

Titik Balik Hidup Andreas Ridwan

Setelah mengetahui bahwa dirinya positif mengidap AIDS, Andreas tidak semata-mata menjadi putus asa dengan hidupnya. Dia malahan bisa menemukan perenungan hidup bahwa hidup ini adalah anugerah yang diberikan Tuhan. Dan selama kita hidup ini seharusnya kita bisa menyenangkan hati Tuhan.

Dari sinilah Andreas Ridwan akhirnya mengabdikan diri untuk sesama pengidab HIV/AIDS.

Andreas Ridwan bergabung dengan Cordia Caritas Medan. Dia membantu Cordia Caritas Medan dalam program pelayanan bagi para pengidap HIV/AIDS. Dia membantu menguatkan para pengidap HIV/AIDS ini untuk terus kuat menghadapi hidup.

Sejak inilah Andreas Ridwan paham tentang fungsi hidupnya.

Ridwan sempat mengalami banyak sekali penolakan dari masyarakat. Masyaakat masih terdiktrin dengan stigma-stigma yang memojokan para pengidap HIV/AIDS. Bahkan dia mengalami diskriminasi dari masyarakat.

BACA JUGA : Keith Haring, sosok penderita AIDS yang karyanya mendunia

Tapi hal inilah yang mendorong dia untuk mau melangkah maju dan mematahkan stigma-stigma yang sudah terbangun dimasyarakat ini mengenai para pengidap HIV/AIDS.

Sepanjang hidupnya, Andreas terus mengabdikan dirinya untuk menguatkan sesamanya. Dia hidup dari melayani sesamanya. Dan inilah yang dia pahami, bahwa dia berfungsi dengan baik sampai akhir hayatnya.

Pada tahun 2008 Andreas Ridwan meninggal, dan apa yang dia perjuangkan dan lakukan selama ini tidak akan pernah sia-sia.

***

Ini adalah gambaran pejuang HIV/AIDS yang harus Wovger lihat. Andreas yang harus menanggung beban penyakit yang berat saja masih mau terus berjuang untuk membantu sesamanya. Dia tidak egois dengan semata-mata hanya memikirkan hidupnya saja. Sudah saatnya Wovger merubah sikap hidup Wovger kearah yang lebih baik. Jangan pernah menyerah menghadapai tantangan hidup, terus berjuang, dan jadilah berguna buat masyarakat.

Pesan untuk kita semua supaya terhindar dari HIV/AIDS, hindari narkoba dan sex bebas bagaimanapun keadaannya.