Monang memang penyandang disabilitas. Tapi dia adalah atlet dan pengusaha sukses!

Monang Siagian Sumber Foto : Feed.id

Menyandang disabilitas bukanlah penghambat bagi Monang untuk terus berusaha dan menghadapi hidup. Monang adalah seorang penyandang disabilitas asal Medan yang juga adalah seorang pengusaha dan mantan atlet. Dalam kondisi fisik yang tidak utuh, dia masih bisa terus berjuang untuk bisa menjalani hidup secara maximal.

Monang adalah seorang pengusaha rumah-rumahan barbie. Dia memproduksi rumah-rumahan barbie dari triplek. Penjualan produknyapun sudah meluas. Bahkan produk milik Monang ini sudah dipasarkan sampai ke Pekanbaru, Jambi, Surabaya, dan Kalimantan Timur.

Perjalanan yang Monang jalani untuk bisa sampai pada kesuksesan usahanya ini tidaklah terjadi secara instan. Dia melewati proses yang cukup panjang.

Monang sempat menjadi pemungut bola

Sejak SD Monang sudah merantau ke Jakarta. Dia Kabur naik truk mengikuti jejak kawannya yang berdagang di sana. Sekitar tahun 80-an  Monang akhirnya ditawari kerja sebagai pemungut bola tenis lapangan.

Berawal dari raket pemberian seorang yang sering berlatih di lapangan itu, Monang mulai berlatih tenis dengan kursi rodanya.

Berawal dari coba-coba akhirnya Monang menjadi atlet

Dua tahun berselang Monang mencoba peruntungan ikut Kejurnas Piala Ibu Tien Soeharto untuk cabang tenis kursi roda. Monang saat itu membela tim DKI dan akhirnya dia menang dengan mengalahkan sesama atlet dari DKI. Sejak inilah, Monang akhirnya mulai serius menekuni tenis dan menjalani karir sebagai atlet tenis kursi roda.

Puncaknya ia terpilih mewakili Indonesia untuk berlaga dikejuaraan di luar negeri seperti Thailand, Korea, Jepang. Dia sudah banyak mengikuti kompetisi. Diantaranya adalah pada tahun 1995 dimana ia sempat bermain ke Belanda. Setelah itu dia juga mengikuti kompetisi di Melbourne dan Olimpiade antar orang cacat di Inggris. Tahun 1997, Monang juga sempat gugur saat seleksi di Malaysia memperebutkan kejuaraan di Amerika.

Pada Tahun 2002 Monang sempat memperkuat Sumut berlaga di PON antar orang cacat di tahun 2002 di Palembang. Saat itu dia sudah kembali ke Medan. Monang juga sempat dikontrak menjadi atlet Sumut dan melakoni dua cabang olahraga yaitu tenis dan lari kursi roda.

Berbisnis menjadi pilihan karir Monang akhirnya

Pasca pensiun menjadi atlet, Monang sempat menjadi sopir taksi lintas kota. Sampai akhirnya berbekal uang Rp. 30 jt bonus dari Alm Tengku Rizal Nurdin (ketika itu Gubernur Sumut) dan beberapa tabungan pribadinya, Monang akhirnya konsentrasi mengembangkan usahanya.

Usaha membuat rumah Barbie itu dia tekuni sampai sekarang.

Ide bisnis ini Monang dapat saat dia berada di Jawa. Saat itu dia juga sempat mendapat pembekalan dari Yayasan Orang Cacat di Jakarta.

Selain rumah barbie, Monang juga memproduksi kuda-kudaan, miniatur bus ALS dan juga menjual miniatur perabotan untuk menghias rumah barbienya.

Tapi Monang sempat mengalami masa-masa paling kritis dimana tempat usahanya mengalami kebakaran. Tapi Monang tetap semangat dan memulai merintis lagi dari 0 dan masih terus berjuang sampai sekarang.

***

Inilah sebuah inspirasi hidup yang bisa kita sama-sama lihat. Dalam kondisi seperti apapun, kerja keras adalah pilihan terbaik untuk kita bisa terus menghadapi hidup. Bagaimana apakah Wovger sudah mulai merasa terinspirasi?