Semakin terganggu oleh suaranya, justru kamu akan semakin kreatif. Hmm… suara apa ya?

misophonia

Grauk… graukk….

Kriak… Kriaak…

“Woy, kalau makan jangan kayak kuda, berisik tau!”

“Kuda aja kalau makan nggak kayak gini!”

“Dari mana kamu tahu?!”

“Lha ini, saya kuda.”

*krik*

*krik*

*krik*

Kamu pernah mengalami kayak gini? Ngerasa nggak nyaman kalau lagi kerja atau ngerjain tugas, sementara di sebelah kamu ada orang makan sampe kedengeran suaranya. Atau kamu emang nggak bisa konsentrasi kalau suasana disekitarmu bising?

BACA JUGA: Kalau kamu masih inget sama band 90-an ini, seharusnya kamu sudah menikah!

Kalau emang kejadiannya kayak gitu, tenang aja mungkin tingkat kepekaanmu terhadap suara menunjukkan bahwa kamu mengidap misophonia. Kok tenang aja?

Begini, misophonia bukan semacam penyakit yang mematikan kok, hanya saja itu seperti sindrom pada orang yang cenderung pecah konsentrasinya kalau mendengar suara berisik, seperti suara orang mengunyah permen karet atau makan kerupuk. Itu nggak sepenuhnya buruk, tapi justru memberikan kabar baik.

Para ilmuwan dari Northwestern University telah menemukan bahwa orang yang hipersensitif terhadap suara tertentu cenderung lebih kreatif daripada mereka yang tidak. Jadi kalau kamu merasa terganggu sama suara kunyahan, itu pertanda kamu golongan orang yang jenius. Siapa sangka kan? Semakin kamu emosi dan sebel sama orang yang makannya nggak aturan semakin kreatif dirimu.

Terus bagaimana Misophonia terkait dengan kreativitas seseorang?

foto: kmarshack.com

foto: kmarshack.com

Dalam sebuah studi, tentunya studi ini bikin pengetahuan kamu makin bertambah. Peneliti dari Northwestern University melakukan survei terhadap 100 orang partisipan yang diminta untuk memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan dengan waktu yang terbatas. Para peneliti memantau bagaimana peserta bereaksi terhadap sejumlah suara, kemudian meminta mereka untuk menyelesaikan kuisioner untuk mengukur kreativitas mereka sebelum menarik kesimpulan.

Setelah penelitian ini selesai, menunjukkan bahwa adanya hubungan kuat antara partisipan yang jawabannya paling kreatif dengan tingkat backsound yang sempat mengganggu mereka ketika mengisi kuisioner. Dengan kata lain, semakin banyak suara mengganggu, semakin tinggi pula nilai tes kreativitas mereka.

Darya Zabelina, peneliti utama dalam penelitian ini menjelaskan, kecenderungan seseorang untuk menyaring informasi yang tidak relevan terjadi di awal dan tanpa sadar diproses oleh otak
dan membantu orang menggabungkan ide-ide yang diluar fokus perhatian, sehingga mengarah ke kreativitas di dunia nyata.

BACA JUGA: Dengan mengaplikasikan 6 langkah ini, pecayalah, kecerdasan otakmu akan meningkat tajam

Menariknya, para peneliti juga melihat ke dalam habit orang kreatif yang mereka sebut “creative geniuses” pada Charles Darwin, Anton Chekhov dan novelis Marcel Proust untuk membandingkan temuan mereka. Mereka menemukan banyak dari orang-orang kreatif ini, antipati terhadap suara bising. Bahkan Proust seorang penulis besar sekalipun, mempunyai kebiasaan untuk menutup kamar tidurnya dengan gabus agar menghalangi suara berisik sementara ia bekerja.

Darwin, Chekhov dan Johan Goethe juga memiliki riwayat yang sama. Ketiga orang itu paling anti dengan suara yang mengganggu kinerja mereka. Bahkan Franz Kafka, salah satu novelis paling berpengaruh dari abad ke-20, pernah mengatakan:

“I need solitude for my writing; not ‘like a hermit’ – that wouldn’t be enough – but like a dead man.” Yang artinya “Saya perlu kesendirian untuk tulisan saya, menjadi pertapa saja tidak cukup tapi seperti orang mati.”

BACA JUGA: Hal yang akan kamu peroleh dengan menulis setiap hari

Jadi, next time, kalau kamu kesal banget sama orang yang berisik di sebelah kamu waktu nyeruput mie ayam atau makan kerupuk, ambil nafas dalam-dalam ya. Jangan langsung kentut, tapi ini mangambil nafas dalam untuk kemudian bersabar. Tapi kalau suara itu cukup mengusik konsentrasimu dan kamu ngerasa nggak tahan, maka cobalah untuk melakukan tindakan dengan cara menghentikan aktivitasmu sejenak, atau kamu bisa memilih untuk mencari tempat lain.

Kalau emang nggak bisa dan kamu udah terlanjur pewe di situ, maka kamu bisa menegur mereka yang berisik itu dengan sopan. Orang misophonia kan kreatif, tentunya dia memiliki cara tersendiri untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Setelah mengetahui fakta ini, Wovgo sih cuma bisa mengambil hikmahnya aja bahwa kamu jelas lebih kreatif dibandingkan mereka . Bahkan bisa lebih cerdas, karena orang cerdas nggak akan makan dengan mulut yang berisik.