Habibie Afsyah – Kelemahanku adalah kekuatanku

Habibie Afsyah

Apa yang akan kamu lakukan jika mempunyai teman seorang penyandang disabilitas? Merasa kasihan? Prihatin? Meremehkan? Besar kepala? Cuek? Biasa saja? Bukan urusan saya? Pada dasarnya, terserah Wovger mau bersikap seperti apa. Bebas bagi kamu memilih pilihan yang mana. Tapi hendaknya, sikap tersebut merupakan sikap yang baik dan tidak menjatuhkan orang yang kamu sikapi.

Di bahasan kali ini, Wovgo punya kisah tentang sosok yang sangat inspiratif. Namanya Habibie Afsyah. Secara singkat, ia merupakan penyandang disabilitas yang sering dipandang sebelah mata. Namun untungnya, pandangan orang terhadapnya justru membuat ia semakin kuat! Jangan sampai deh Wovger melewatkan kisahnya.

 

Tak kenal maka tak sayang. Yuk, kenalan sama Habibie Afsyah.

Kehidupan Habibie Afsyah bak kehidupan tokoh-tokoh fiksi di film layar lebar yang sering kita tonton. Ia menderita penyakit yang bahkan dari namanya saja susah dieja. Nama penyakitnya Muscular Dystrophy Progressive (DMP).

Sedikit intermeso tentang Muscular Dystrophy Progressive (DMP). DMP merupakan kelainan yang berakibat pada melemahnya fungsi otot. Progressive menunjukkan bahwa pelemahan ini terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga hasilnya pun semakin parah. Salah satu dampaknya, sang penderita tidak bisa tumbuh normal.

Ia divonis menderita DMP ketika berusia 8 bulan. Keluarganya sudah membawanya kemana-mana untuk berobat. Namun tampaknya Tuhan telah memiliki kehendak sendiri terhadap fisiknya. Perjuangan keluarganya tidak hanya pada pengobatan saja. Mereka juga berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya.

 

Internet marketing, jalan hidup Habibie Afsyah untuk berkarya.

Mereka sadar meski sang anak memiliki keterbatasan, pendidikan tetaplah hak yang harus ia dapatkan. Setelah lulus SMA, Habibie tidak pergi ke kampus seperti anak-anak lainnya. Sang ibu memilihkan untuk mendaftarkannya ikutan kursus internet marketing langsung dari pengajar dari Singapura.

Pengorbanan yang ia lakukan bersama keluarga dalam menempuh pendidikan bisa dibilang cukup besar. Puluhan juta rupiah tak tanggung-tanggung digelontorkan demi meraih cita-cita.

Ada hal yang unik dari perjalanan sebagai internet marketer. Mulanya, ia sama sekali tidak tahu dan tidak memiliki keinginan belajar internet marketing. Sang ibu yang terus mendorongnya untuk belajar bidang tersebut. Karena amat sayang dengan ibunya, Habibie pun menuruti permintaan ibunya.

Penjualan pertamanya di situs Amazon hanya mendapat penghasilan sebesar US$24. Jumlah yang sangat kecil. Ia kemudian terus belajar dan kini komisinya sudah lebih dari ribuan dolar.

Di usianya yang masih sangat muda (dilahirkan 6 Januari 1988), banyak hal yang sudah terjadi di kehidupannya. Selain hal-hal pahit, banyak juga hal-hal manis. Ia memiliki yayasannya sendiri, sudah menulis buku dan ebook, mempunyai banyak situs website, dan diundang sebagai pembicara di banyak seminar internet marketing.

 

Habibie Afsyah – Kelemahanku adalah kekuatanku.

Itulah salah satu kutipan dari sosok seorang Habibie Afsyah. Wovger akan membaca kutipan di atas ketika berkunjug ke situsnya: habibieafsyah.com. Berbekal dari kelemahannya yang sekarang berubah menjadi kekuatan, ia telah banyak meraih penghargaan.

Tahun 2012 lalu, ia mendapatkan penghargaan Danamon Awards. Ia juga pernah diundang di sejumlah stasiun televisi untuk menceritakan kisah hidupnya.

Ia memiliki pesan yang sangat mengena untuk kita semua.

“Kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan. Kalau Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”

Kelemahan tetaplah kelemahan. Ia tinggal dalam jiwa dan raga semua manusia. Bedanya, orang yang sukses dengan yang belum sukses, mereka mampu mengelola kelemahan dengan sangat baik dan mentransformasikannya menjadi kekuatan.

Habibie Afsyah termasuk salah satu yang berhasil mengubah jadi kekuatan. Ia tidak lagi diremehkan orang karena kelemahannya. Ia tidak lagi merasa minder dan kecil hati. Ia berhasil mematahkan semua anggapan negating yang berkaitan dengan dirinya.

 

Itulah tadi kisah inspiratif dari salah satu penyandang disabilitas di Indonesia. Di artikel sebelumnya, Wovgo punya kisah Irma Suyanti, penyandang disabilitas yang kini membawahi 2.500 karyawan di usia yang masih muda. Keren banget, kan? Eh, nggak kenal juga sama Irma Suyanti. Kenalan dulu deh: Irma Suyanti, penyandang disabilitas dengan 2.500 karyawan!