Irma Suyanti, penyandang disabilitas dengan 2.500 karyawan!

Irma Suyanti

Tidak semua orang dilahirkan dengan bentuk fisik yang sempurna. Beberapa di antara kita terpaksa harus menerima kenyataan pahit tersebut. Mau tidak mau kenyataan tersebut harus dihadapi. Ada yang harus kehilangan kemampuan melihat, mendengar, bahkan hingga mental.

Disabilitas mereka diperingati secara internasional setiap tanggal 3 Desember, dua hari setelah Hari AIDS Internasional. Pada tahun 1982, PBB memutuskan tanggal 3 Desember sebagai Hari Penyandang Cacat Sedunia. Istilah ini kemudian diganti dengan nama Hari Penyandang Disabilitas Sedunia.

Coba perhatikan lingkungan di sekitar Wovger. Adakah di antara teman-teman terdekat Wovger yang menjadi penyandang disabilitas? Daya juang mereka untuk bisa bertahan hidup patut diacungi jempol. Berikut ini Wovgo kisahkan sedikit tentang penyandang cacat yang sukses berbisnis. Namanya Irma Suyanti.

 

Mengenal lebih dekat dengan Irma Suyanti.

Siapakah Irma Suyanti? Mungkin nggak banyak diantara kalian yang pernah mendengar namanya. Ia memang tidak setenar Nadiem Makarim, sang CEO Gojek yang sedang ramai diliput media. Tidak juga setenar CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Namun kehadirannya dalam mengurangi pengangguran di Indonesia tidak bisa dikesampingkan.

Tepat pada tanggal 1 Januari 1975, seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan lahir di sebuah desa di Semarang. Keluarga kecil yang dianugerahi bayi tersebut sangat berbahagia. Bayi mungil yang kelak diberi nama Irma Suyanti ini lahir dengan normal dan tampak sehat seperti bayi lainnya.

Namun keadaan mulai berubah ketika ia berumur 4 tahun. Penyakit polio menyerang dirinya. Perlu diketahui, polio adalah penyakit yang berasal dari virus dan dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen. Sejak saat itu, kaki Irma mulai tidak sehat. Ia masih bisa berjalan dengan normal hingga SMA, namun sangat rentan dan mudah terjatuh. Selepas SMA, kondisinya bisa dikatakan memburuk sehingga mengharuskan ia memakai tongkat untuk berjalan.

 

Cacat tak menghalanginya untuk berwirausaha.

Bisnis Irma Suyanti bukanlah bisnis warisan yang sudah mapan dan tinggal menjalankan. Ia harus membangun semuanya dari nol. Dan ia membangun dari nol di tengah keterbatasan fisiknya. Ide bisnisnya tidak muluk-muluk.

Irma memulai dengan sebuah ide sederhana yaitu membuat keset alas kaki. Mulanya ia hanya memproduksi sedikit. Semakin lama peluang pasar semakin terbuka. Bersama suaminta, Agus Priyanto, ide bisnisnya tersebut dimantapkan. Tepat pada tahun 1999, beridirlah usaha kerajinan keset milik Irma.

Bersama 5 orang karyawannya, usaha tersebut menuai sukses. Irma dan Agus mampu membeli rumah sendiri dari hasil menjual keset tersebut. Irma bukanlah tipe orang yang pasif. Ia sangat aktif bergerak. Sadar bahwa usahanya tidak resmi, ia lantas mendaftarkannya agar resmi menjadi sebuah badan hukum.

Dari tahun 1999-2012, bisnis Irma mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bermula hanya dari 5 orang karyawan, kini ia sudah mempunyai 2.500 karyawan! Sedikitnya, 150 orang di antara mereka merupakanya penyandang disabilitas.

 

Banyak pencapaian yang berhasil diraih dalam kehidupannya.

Usaha yang dilakukan Irma menarik perhatian banyak pihak. Karena ketekunan dan kegigihannya, banyak prestasi yang berhasil ia raih. Berikut ini beberapa prestasinya:

1. Penghargaan SCTV Awards tahun 2012.

2. Penghargaan Wirausahawati Muda Teladan dari Kemenpora.

3. Penghargaan Perempuan Teladan dari Kabupaten Kebumen.

4. Penghargaan yang berasal dari Jaiki Jepang.

 

Eh, dapat penghargaan dari luar negeri juga? Yup! Jangan salah. Meski cuma keset, keset Irma sudah berhasil menembus pasar luar negeri lho. Ia telah menjualnya hingga ke luar Indonesia, sebut saja Jerman, Turki, Jepang, dan Australia. Ekspor keset ke negara-negara tersebut juga merupakan prestasi besar lho.

Irma menjalankan bisnisnya dengan sepenuh hati. Ia tidak sekedar berbisnis. Ia juga mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya layaknya ornag dengan fisik sempurna. Ia juga mengajarkan pada orang fisik normal untuk tidak meremehkan penyandang disabilitas dan memandang mereka dengan sebelah mata.

***

Salut banget buat Irma Suyanti yang mempunyai tekad bisnis yang cukup besar. Sebagai manusia yang dianugerahi Tuhan kelebihan fisik yang sempurna, seharusnya kita bisa melakukan lebih dari yang Irma lakukan. Tiap kali kamu ingin menyerah, ingatlah kisah Irma Suyanti ini.