Mana yang lebih unggul? Yang berorganisasi, atau yang ber-IPK tinggi?

mahasiswa

Perdebatan mengenai mahasiswa organisasi atau mahasiswa IPK tinggi tak pernah habis dimakan zaman. Diperdebatkan dari generasi ke generasi. Temanya sama, namun pelakunya berbeda. Dan selalu berujung pada pertanyaan: manakah yang lebih baik?

Kenyataan yang dimiliki mahasiswa ber-IPK di atas awan:

1. Nggak diragukan lagi, mahasiswa yang IPK nya tinggi memiliki pengetahuan yang sangat luas.

foto: tsevo.com

foto: tsevo.com

IPK tinggi berbanding lurus dengan pengetahuan yang dimiliki. Semakin tinggi IP yang dimiliki seseorang, semakin banyak pula pengetahuan yang ia kuasai. IPK tinggi berarti memiliki pengetahuan luas hampir di semua mata kuliah. Itu pertanda bahwa mereka mampu memahami dengan baik materi yang diberikan.

2. Otak mereka tak pernah berhenti bekerja. Materi kuliah mampu ditelan dengan lahap.

foto: tes.eku.edu

foto: tes.eku.edu

Salah satu cara untuk membuat otak lebih sehat adalah dengan belajar. Otak akan dipaksa untuk berpikir dan bekerja. Semakin sering otak terlatih berpikir, semakin handal pula kemampuannya. Mahasiswa ber-IPK tinggi nyaris tidak pernah kesulitan memahami materi kuliah, karena kemampuan otak mereka sudah terbiasa diforsir untuk belajar.

3. Mahasiswa ber-IPK tinggi mempunyai landasan teori yang kuat dalam keputusannya.

foto: potentialwithinreach.com

foto: potentialwithinreach.com

Bukan kuliah namanya kalau tidak mengajarkan teori. Paling tidak, pasti ada 1-2 teori yang nyangkut dalam pembahasan. Bagi mahasiswa ber-IPK tinggi, dalam mengambil suatu keputusan, analisis tentang teori sangat diperlukan. Kemampuan analisis mereka di bidang teori bisa dibilang sangat tajam. Maka jangan heran kalau kebanyakan dari mereka sangat berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Banyak pertimbangan!

4. Kesempatan beasiswa terbuka lebar bagi mahasiswa ini.

foto: cfbgiving.com

foto: cfbgiving.com

Kerja keras mereka mulai terlihat ketika ada lowongan beasiswa. Kebanyakan beasiswa mensyaratkan mahasiswanya untuk memiliki IPK tinggi. Mahasiswa ber-IPK tinggi masih diasosiasikan dengan mahasiswa yang mampu lulus tepat waktu. Asosiasi ini tampaknya juga masih melekat kuat bagi pemberi beasiswa. Hal yang cukup bisa dipahami karena keterbatasan waktu beasiswa.

5. Demikian juga dengan kesempatan kerja.

foto: blog.im.edu.au

foto: blog.im.edu.au

Selain beasiswa, kesempatan kerja sangat terbuka lebar bagi mahasiswa ber-IPK tinggi. Mereka tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi syarat-syarat perusahaan. Nilai positif dari mahasiswa ini ialah, mereka mampu menjalani apa yang seharusnya dijalani.

Kenyataan yang dimiliki mahasiswa yang gila berorganisasi:

1. Mahasiswa yang rajin organisasi mempunya soft skill yang mumpuni.

foto: footage.framepool.com

foto: footage.framepool.com

Dalam hidup ini, menguasai hard skil saja nggak cukup. Tanpa soft skill, kesuksesan susah digapai. Soft skill adalah keahlian seseorang yang tidak terlihat, dan biasanya berkaitan dengan kemampuannya mengelola sumber daya. Misalnya manajemen waktu, komunikasi dengan orang lain, dan menghadapi tekanan.

2. Mahasiswa yang suka berorganisasi punya jaringan yang cukup kuat.

foto: bwog.com

foto: bwog.com

Ada lagi unsur yang juga penting untuk meraih kesuksesan, yaitu jaringan atau relasi. Mereka yang hobi berorganisasi tidak begitu mengalami kesulitan dalam membangun relasi. Mereka tahu di mana tempat untuk bertemu orang-orang baru. Mereka juga tahu bagaimana mengawali dan menjaga komunikasi agar jaringan semakin kuat.

3. Mereka selalu punya jawaban yang cerdas untuk interview kerja.

foto: hemaviton.com

foto: hemaviton.com

Setelah melalui tahap administrasi, tahap selanjutnya sebelum resmi bekerja di suatu perusahaan adalah tahap interview. Banyak loh, orang yang tidak lolos tahap interview. Tapi tidak demikian dengan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Mereka sudah terlatih di bidang yang satu ini. Mereka juga punya banyak teman yang siap mengajari akan hal ini, atau paling tidak, teman yang bisa menunjukkan referensi-referensi teruji dalam hal interview kerja.

4. Nggak diragukan lagi, mereka lebih jago praktik.

foto: 30under30.thomasnet.com

foto: 30under30.thomasnet.com

Jika mahasiswa IPK tinggi unggul di ranah teori, maka mahasiswa organisasi unggul di ranah praktik. Terjun ke lapangan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Kemampuan mereka beradaptasi juga lebih tinggi. Seringnya berkecimpung di ranah praktik ini menjadikan mereka pribadi yang cekatan, gesit, lincah dan lebih berjiwa baja dalam menghadapi hal-hal di luar dugaan.

5. Tidak hanya pandai belajar, biasanya mereka juga punya bakat lain yang menakjubkan.

foto: id.aliexpress.com

foto: id.aliexpress.com

Mahasiswa yang rajin berorganisasi, umumnya dianugerahi bakat yang membuat iri setiap mata yang memandang. Kecintaan mereka pada seni dan olahraga cukup tinggi. Tidak sedikit pula yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan bakatnya.

Nah, itu tadi beberapa kenyataan lapangan yang dihadapi mahasiswa aktif organisasi dan mahasiswa aktif belajar. Pada akhirnya, semua kembali pada pribadi masing-masing sih, tentang mana yang lebih disukai. Kalau bisa, seimbang. Bukankah di luar sana ada begitu banyak orang yang selain cerdas secara teori, juga tangkas dalam hal praktik? Kalau bisa meraih keduanya, kenapa harus dipisah-pisahkan?

Tapi ngomong-ngomong, sejujurnya, kalau diminta untuk memilih salah satu, Wovger lebih cenderung untuk memilih yang mana?