Beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar bisa bekerja sama dengan orang-orang bertalenta, tapi kepribadiannya buruk banget

kerja sama

Ketika duduk di bangku sekolah dari SD-SMA, kita pasti punya teman yang karakternya berbeda-beda. Setiap teman memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Meski berbeda-beda, bisa ditarik satu kesimpulan tentang teman yang kita miliki.

Ketika di sekolah, kamu pasti punya teman yang tukang nyontek, ada juga yang duduknya selalu di belakang, atau mereka yang pinter tapi pelit jika dimintai jawaban ulangan, dan tidak ketinggalan, geng anak populer di sekolah.

Sama halnya ketika bekerja. Rekan kerja kita bermacam-macam sifatnya. Satu hal yang pasti, di antara mereka pasti ada yang cerdas, bertalenta, pandai, tapi menyebalkan serta susah diajak kerja sama. Orang-orang ini pasti ada di kantor manapun, Wovgo yakin itu.

Ngeselin banget kan, punya temen yang ngeselin? Sayang banget loh, kalau kepribadian ngeselin begini sampai menjangkit orang-orang yang bertalenta bagus. Karena ini akan merepotkan orang-orang disekitarnya, yang kerja bareng dia.

Nah, agar tidak bingung ketika dapat tugas bersama (kelompok) dengan orang semacam ini, baca dulu saran dari Wovgo.

1. Hal pertama yang bisa kamu lakukan: bijaksana dalam memberikan tugas.

foto: synquis.com

foto: synquis.com

Sebagian orang mengalami kesulitan memberikan tugas pada mereka. Sebenarnya kuncinya cukup mudah. Yaitu, perbaiki cara berkomunikasi dan perbaiki tugas itu sendiri. Memperbaiki tugas maksudnya memberikan pekerjaan yang sedikit menantang.

BACA JUGA: Tarjono Slamet. Bangkit dari musibah dan menjadi lebih sukses

Orang bertalenta umumnya mudah merasa bosan. Apalagi jika yang ia lakukan sama sekali tidak menantang. Ia tidak akan memberikan hasil terbaiknya. Perbaiki cara komunikasi misalnya, kamu bisa menyisipkan sanjungan tersirat dalam kalimat perintah. Seperti,

“Kami sudah mengutus orang terbaik untuk melakukan pekerjaan ini. Terima kasih.”

Meski sederhana, tapi paling tidak, hal itu bisa sedikit merubah sikapnya. Dan, ia juga bisa memberi penghormatan kepadamu serta orang-orang lainnya.

2. Buat mereka sadar bahwa meski pintar, jika tidak punya kepribadian yang baik, maka kepintarannya tidak berguna.

foto: teamgantt.com

foto: teamgantt.com

Orang-orang yang bertalenta, tapi mempunyai tabiat yang buruk, mereka akan tahu siapa diri mereka. Mereka juga sadar bahwa perusahaan sangat membutuhkan keahliannya, dan hanya ia yang paling cakap dalam keahlian tersebut. Tapi mereka tidak menyadari jika tabiatnya yang buruk itu justru menjadikannya rekan kerja yang kurang menyenangkan bagi rekan-rekan kerja lainnya.

Lalu, bagaimana caranya membangun kesadaran mereka?

Jadilah rekan kerja yang teladan bagi semua orang. Bukan hanya menasehati dengan kata-kata, tapi juga dengan tindakan. Dengan demikian, secara tidak langsung, mereka (orang-orang yang bertalenta tetapi memiliki kepribadian buruk itu) akan belajar dari kamu.

3. Jangan kebanyakan drama. Ingat, kamu sedang bekerja, bukan sedang bermain sinetron.

foto: reinalynterrado.com

foto: reinalynterrado.com

Kemungkinan pecahnya konflik bisa terjadi kapan saja. Orang cerdas namun berkepribadian buruk ini tidak akan segan-segan memulai konflik, jika pendapat mereka ditentang.

BACA JUGA: Rapat yang berkualitas, menghasilkan ide-ide cerdas. Yuk belajar cara memimpin rapat ala Steve Jobs

Supaya situasi tidak semakin parah dan keruh, kamu jangan ikut-ikutan jadi drama queen. Jangan malah menambah buruk masalah yang muncul. Tetap tenang. Jangan bersikap berlebihan, dan hindari sikap yang justru memperkeruh suasana.

4. Lakukan semuanya dengan hitam di atas putih.

foto: businessinsider.com

foto: businessinsider.com

Jangan sekali-kali mengabaikan pentingnya dokumen. Tugas yang kamu berikan, evaluasi yang dilakukan, dan lain-lainnya yang berkaitan dengan tugas harus ada bukti tertulisnya. Dokumen diperlukan untuk mengantisipasi kesalahpahaman pada kedua belah pihak. Dokumen juga merupakan sarana komunikasi yang tepat.

Nah, dalam rangka bekerja sama dengan orang yang bertalenta tapi berkepribadian buruk, kamu harus menggunakan kesepakatan ini. Karena bisa jadi, kamu terpukau oleh talentanya, lalu membayar jasanya, eh sebelum kewajibannya ditunaikan, ia ngeloyor pergi. Padahal, uang sudah dibayarkan. 🙁

5. Berkomunikasi dengan HRD, mengenai cara menghadapi orang-orang bertalenta, namun memiliki pribadi buruk yang seperti ini.

foto: nursingtimes.net

foto: nursingtimes.net

Kamu tidak sendirian dalam menghadapi rekan kerja yang berkepribadian buruk seperti ini. Ada manajemen SDM (HRD) yang siap mem-back up kapanpun dan apapun yang kamu membutuhkan. Jalin komunikasi yang baik dan minta masukan-masukan dari mereka. Terlebih, tentang bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang demikian.

6. Tahu kapan harus bertindak.

foto: hardgraft.com

foto: hardgraft.com

Ketika kamu tahu situasi sudah tidak terselamatkan, misalnya ia membawa pengaruh yang sangat buruk bagi rekan kerja lainnya, laporkan masalah ini pada bagian HRD. Selanjutnya, biar HRD yang menangani: apakah akan diberhentikan atau tidak.

BACA JUGA: Kamu udah resign? Bingung mau ngapain? Lakuin ini aja!

Memutuskan hubungan kerja dengan satu karyawan berkepribadian buruk adalah salah satu cara terbaik untuk menghadapi masalah ini. Daripada kasus yang muncul selalu disebabkan orang yang sama, lebih baik hilangkan saja orangnya. Lapor – pecat – selesai deh, udah bisa move on.

Ingat, jangan sampai menggadaikan cita-cita bersama (perusahaan) hanya demi satu atau dua orang bertalenta yang berkepribadian buruk. Lagian, di luar sana masih ada begitu banyak orang-orang bertalenta dengan kepribadian baik kok.

7. Bangun komunikasi secara personal.

foto: 2012books.lardbucket.org

foto: 2012books.lardbucket.org

Sebuah survei yang dilakukan Profiles International menunjukkan bahwa 25% rekan kerja yang bertalenta dalam satu perusahaan merupakan orang yang susah diajak kerjasama. 25% itu banyak lho. Apa iya mau menghindar terus-terusan?

Oleh karena itu bangunlah komunikasi yang baik dengan mereka. Luangkan waktu untuk mengobrol dari mata ke mata. Perlahan-lahan, masuklah dalam kehidupan pribadinya. Dengan demikian, kamu akan mendapat pemahaman yang lebih baik tentang orang-orang seperti ini.

***

Itulah tadi beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar bisa bekerja sama dengan orang-orang bertalenta, tapi kepribadiannya buruk banget. Anggap saja kepribadian buruk tersebut sebagai tantangan, agar membuatmu semakin maju.