Kamu bisa tetep produktif meski tanpa to do list

anti to do list

Siapa di antara Wovger-Wovger tercinta sekalian yang suka banget sama to do list, dan konsisten mati-matian untuk melaksanakannya setiap hari? Pasti banyak banget. Wovgo sendiri gemar membuat list pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Tujuannya supaya pekerjaan yang menumpuk bisa cepat selesai.

Bagaimana seandainya jika menjalani hidup tanpa to do list? Wah, pasti repot banget. Bingung nggak tahu mau ngapain. Kalau ada daftarnya kan enak. Tinggal lihat daftar, lakukan, coret, beres. Eh tapi gimana ya rasanya kalau menjalani aktivitas sehari-hari tanpa to do list?

Berikut ini merupakan pernyataan mengejutkan dari Joel Gascoigne. Dia adalah seorang CEO di Buffer, perusahaan yang bergerak di bidang manajemen social media untuk para pebisnis dan agensi. Per Januari 2015, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.

Secara bertahap, Joel Gascoigne menyadari bahwa hari-harinya tidak hanya disibukkan dari tugas-tugas di to do list.

foto: techrepublic.com

foto: techrepublic.com

Dalam menjalani aktivitasnya, Joel selalu membuat daftar to do list yang berisi pekerjaan yang harus ia selesaikan hari itu. Namun lama-kelamaan ia menyadari, bahwa ternyata ada pekerjaan yang harus diselesaikan saat itu juga, yang tidak tertera dalam to do list buatannya. Pekerjaan di luar to do list itu tak jarang menyita banyak waktu lho. Tentu saja hal ini berpengaruh pada produktivitas dan kebahagian Wovger dalam menjalani pekerjaan dong.

BACA JUGA: Ada pribadi tipe A dan tipe B. Tapi kalau urusan karir, tipe A lebih keren. Ini alasannya…

Kemudian di satu titik, ia membuat suatu perubahan nyata terkait perilakunya. Uniknya, ia merasa lebih produktif dengan perubahan tersebut. Perubahan yang dilakukan Joel adalah berpindah dari pencinta to do list menjadi anti to do list.

Kalau to do list, kita semua sudah pernah dengar. Tapi bagaimana dengan anti to do list? Apa sih anti to do list itu?

foto: pinchofem.com

foto: pinchofem.com

Pendekatan yang ia lakukan adalah, tidak hanya memiliki satu list saja, tapi dua. Satu list untuk ‘to do list’, satu lagi untuk anti to do list alias ‘done list’. Joel mendeksripsikan bahwa konsep anti to do list yang sebenarnya adalah done list. Done list berisi daftar pekerjaan yang berhasil kita selesaikan pada hari itu, meski ia tidak terdapat dalam to do list.

Done list memberikan kekuatan yang lebih powerful bagi mental manusia. Kita jadi bisa tahu apa-apa saja yang sudah kita capai dalam satu hari, bukan apa saja yang belum kita lakukan. Kalau Done List nya baru tertulis satu hal saja, berarti kita belum cukup produktif, karena belum menyelesaikan apapun. Semakin banyak hal yang tertulis dalam Done List menandakan bahwa semakin banyak pencapaian kita.

Anti to do list dan kaitannya dengan produktivitas.

foto: entrepreneurhandbook.co.uk

foto: entrepreneurhandbook.co.uk

To do list hari ini:

  • Membaca dan menerjemahkan 1 artikel bahasa Inggris.
  • Konsultasi dengan dosen pembimbing.
  • Telepon ibu di rumah.

Itu adalah to do list sederhana yang akan Wovgo gunakan sebagai contoh. Seringnya dalam kenyataan, banyak pekerjaan lain yang muncul tiba-tiba, yang tidak tertera dalam to do list di atas.

BACA JUGA: Rapat yang berkualitas, menghasilkan ide-ide cerdas. Yuk belajar cara memimpin rapat ala Steve Jobs

Di tengah-tengah hari, ternyata kamu tidak hanya berhasil menyelesaikan 3 daftar pekerjaan di atas. Dalam hari itu, kamu juga membersihkan kamar, selesai membaca buku, dan memberikan kejutan ulang tahun pada sahabat. Tiga pekerjaan terakhir yang baru saja Wovgo sebutkan, tidak ada dalam to do list. Akibatnya, ia tidak dihitung sebagai kegiatan produktif karena tidak tercantum di dalamnya.

Oleh karena itu, kita membutuhkan done list. Berdasarkan contoh di atas, Done List kamu hari ini adalah:

  • Membaca dan menerjemahkan 1 artikel bahasa Inggris.
  • Konsultasi dengan dosen pembimbing.
  • Telepon ibu di rumah.
  • Membersihkan kamar.
  • Membaca buku.
  • Memberikan kejutan ulang tahun pada sahabat.

Sudah mulai terlihat bedanya? Bagaimana dampaknya dengan produktivitas? Manusia menjadi lebih puas dari yang sebelumnya, karena ukuran produktivtas dihitung berdasarkan keadaan yang sebenarnya terjadi pada hari itu.

To do list & anti to do list: proaktif & reaktif.

foto: fwweekly.com

foto: fwweekly.com

Kedua list di atas sangat penting untuk kehidupan kita. To do list berguna untuk menjadikan manusia lebih proaktif dan terus membuat progres setiap harinya. Anti to do list menjadikan manusia menjadi lebih reaktif, supaya tidak kaku pada to do list. Terlalu kaku pada to do list dapat menyebabkan manusia terjebak pada rutinitas sehari-hari.

Oh itu, konsep anti to do list sebenarnya yang dimaksud Joel Gascoigne. Benar juga yang ia katakan:

“Harus ada list pencapaian setiap harinya.”

Ngomong-ngomong, apa saja yang sudah Wovger capai hari ini?