Suriname, jejak-jejak Indonesia di Amerika

suriname

Dalam buku-buku sejarah, kita sering membaca perpindahan suatu bangsa menuju tempat yang baru. Seperti yang dilakukan bangsa Eropa ketika menemukan benua Amerika. Bangsa Eropa berbondong-bondong menempati benua baru tersebut. Kisah tersebut seolah-olah merupakan kisah yang tidak terjadi pada bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia pindah berbarengan ke suatu tempat? Kayaknya hampir nggak ada.

Ternyata jawabannya ada. Flashback ke masa lalu, saat itu Indonesia masih sebagai jajahan Belanda. Bangsa kita belum memiliki kemerdekaan, dan tentu saja tidak diakui sebagai negara yang berdaulat. Singkat cerita, Belanda pada masa itu ‘membuang’ banyak orang Indonesia, khususnya orang Jawa, di suatu negeri bernama Suriname.

Sekapur sirih tentang Suriname.

foto: en.wikipedia.org

foto: en.wikipedia.org

Suriname merupakan sebuah negara yang terletak di Amerika Selatan bagian barat daya. Negara tersebut berbatasan dengan Guyana Perancis, Guyana, dan Brazil. Ibukota negara ini bernama Paramaribo. Negara ini merupakan negara terkecil di kawasan Amerika Selatan.

Dalam sejarahnya, penduduk Suriname tidak lepas dari kejamnya perburuhan. Penduduk-penduduk yang kini mendiami negara tersebut sebagian di antaranya merupakan keturunan buruh yang berasal dari bangsa yang berbeda.

BACA JUGA: Ibu Yuniati, seorang buruh cuci asal Bantul Yogyakarta, sekolahkan anaknya hingga S-3 di Jepang

Bangsa Eropa seperti Spanyol, Inggris, dan Belanda, silih berganti memasuki negara ini sebagai penjajah. Sedangkan bangsa Afrika, India, dan Jawa, masuk ke Suriname sebagai budak yang dipaksa melakukan tugas-tugas yang berat.

Indonesia-Suriname: dua kakak adik yang terpisah oleh jarak.

foto: nrmnews.com

foto: nrmnews.com

Hubungan Indonesia dengan Suriname bisa dibilang sebagai hubungan kakak adik. Sebagian dari penduduk Suriname berasal dari penduduk Indonesia. Terlahir dari rahim yang sama yakni rahim ibu pertiwi. Namun mereka harus berpisah karena keadaan.

Sama seperti Indonesia, sebelum akhir abad ke-17, negara ini diperebutkan oleh negara-negara Eropa. Hingga pada akhir abad ke-17, negara ini berada di bawah kekuasaan Belanda. Telah Wovgo sebutkan di paragraf sebelumnya, negara tersebut ialah Spanyol, Belanda dan Inggris.

BACA JUGA: Belajar Bahasa Inggris tanpa les atau kursus? Bisa banget! Kamu harus coba tips-tips berikut ini!

Pada tahun 1890, pemerintah kolonial Belanda memberlakukan kebijakan untuk memigrasikan penduduk Indonesia, khususnya orang Jawa, ke Suriname. Jumlah orang yang dibawa ke sana mencapai ribuang orang. Pada sensus tahun 1990, jumlah tersebut menjadi 140.000-an orang.

Selain dari segi sejarah, ada lagi kesamaan yang tidak sengaja antara Indonesia dengan Suriname, yakni kondisi geografisnya. Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan suhu rata-rata 24-35 derajat Celcius sepanjang tahun. Begitu juga dengan Suriname. Negara tersebut merupakan negara beriklim tropis dengan suhu 29-34 derajat Celcius dengan dua musim: kemarau dan penghujan. Tidak heran, mengapa orang Indonesia tidak mengalami kesulitan beradaptasi ketika tinggal di sana.

Warga Indonesia-Suriname bangga dengan bahasa Jawa.

foto: hqeem.wordpress.com

foto: hqeem.wordpress.com

Aslinya nggak cuma suku Jawa saja yang dimigrasikan ke sana. Banyak juga suku-suku lainnya yang bukan dari Jawa diberangkatkan oleh Belanda. Namun karena mayoritasnya merupakan suku Jawa, mereka kemudian berbaur menjadi satu dan memperkenalkan diri di bawah satu nama, yakni orang Jawa.

BACA JUGA: 12 gunung di Pulau Jawa yang senantiasa menunggumu untuk didaki

Orang Jawa yang migrasi ke sana, konsisten menggunakan bahasa Jawa sebagai wujud pelestarian budaya. Hingga sekarang, bahasa tersebut masih digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari dan termasuk salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di negara tersebut. Kalau Wovger ke Suriname, masih bisa lho, bercakap-cakap menggunakan bahasa Jawa dengan mereka.

Fakta menarik lainnya, public figure Suriname yang terlihat sangat Indonesia.

foto: hssilver.co.id

foto: hssilver.co.id

Banyaknya warga keuturunan Jawa yang tinggal di sana, tidak menutup kemungkinan akan lahirnya public figure nasional dari orang-orang kita. Masih ingat beberapa waktu lalu ketika Duta Besar Suriname berbicara pada Presiden Jokowi dengan bahasa Jawa? Namanya pun bahkan sangat Indonesia: Titi Amina Pardi.

foto: bintang.com

foto: bintang.com

Ada lagi selain Titi Amina Pardi. Namanya Raymond Sapoen. Dia adalah calon presiden Surimane yang mengajukan diri beberapa bulan lalu di tahun 2015. Kandidat capres ini memberikan pengakuan bahwa leluhurnya berasal dari Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah.

foto: facebook.com/joann.jiefoengsang

foto: facebook.com/joann.jiefoengsang

Yang satu ini memang tidak populer di Indonesia. Namanya Jo-Ann Jie Foeng Sang. Gadis cantik ini berhasil memenangkan kontes kecantikan, meraih prestasi sebagai Miss Suriname 2010. Identitas Indonesianya sangat terlihat dari bentuk fisiknya. Gih, buruan googling foto-foto lainnya.

BACA JUGA: Pria suka wanita yang kayak gini lho …

Itulah tadi sekilas tentang Suriname, adik Indonesia yang terpisah jarak yang cukup jauh. Sepertinya Suriname harus dimasukkan dalam daftar negara yang wajib dikunjungi nih. Gimana ya rasanya ketemu dengan saudara seibu pertiwi tapi di tempat yang berbeda? Wah, Wovgo jadi nggak sabar.