Hal-hal yang akan kamu temui di sosial media setelah coblosan

kampanye-di-sosial-media

Nyoblos adalah kewajiban kita semua sebagai rakyat Indonesia. Dengan mencoblos, berarti kita telah menyalurkan aspirasi, mempercayakan daerah atau bangsa kepada orang/pasangan yang kita pilih, dan itu semua tentunya juga berimbas pada nasib daerah atau Negara ke depannya.

Ngomong-ngomong soal nyoblos, seringkali Wovgo menemui beberapa perilaku aneh para manusia sosial media setelah mereka mencoblos.

Aneh?

Ya, aneh bagi mereka-mereka yang pernah hidup di jaman tanpa sosial media, kemudian melihat fenomena-fenomena manusia sosmed yang kayaknya, semua-mua mau diabadikan. Mulai dari sebelum masuk TPS, saat nyoblos, hingga keluar dari TPS.

Yok!

1. Orang pada update foto jari kelingking (atau jari lain) yang kecelup tinta.

foto: dinayoon.blogspot.com

foto: dinayoon.blogspot.com

Coba sini, ngaku, sosmednya siapa yang setelah nyoblos, timeline atau halaman berandanya nggak ada yang share foto jari kelingking kecelup tinta?

“Ada!”

“Akun-nya siapa?”

“Poconggg dan Mario Teguh!”

“KECUALI ITU!”

BACA JUGA: Sama seperti hidup bersosial, menggunakan Instagram juga ada etikanya lho

Padahal, nggak ngefek juga, mau di upload di sosmed atau enggak. Lagian, kalau petugas TPS nggak nyadar kamu udah nyoblos atau belum, mereka nggak bakalan buka Instagram kamu untuk ngecek.

Kan gitu?

2. Udah nyoblos, masih aja kampanye.

kampanye-di-sosial-media

Wah, ini paling nyebelin. Asli!

Ini orang kayaknya harus dikasih pelajaran, bahwa semua itu ada masanya. Ada masa kampanye, masa tenang, dan waktu pencoblosan. Jadi, manfaatkan waktu sesuai dengan porsinya.

Tapi coba deh, udah dibilangin gitu, tetep aja masih ada orang yang abis nyoblos, masih aja suka menghasut temen-temennya di sosmed. Ngetag, ngeshare link-link yang mengunggulkan atau menjatuhakan calon. Banyak, lah, pokoknya!

3. Banyak yang ngeshare hasil pemilu.

president election result

Ini biasanya dilakukan oleh mereka-mereka yang lagi nongkrong di TPS, atau memantau sosial medianya orang-orang yang lagi share hasil pemilu, untuk dia kumpulkan, lalu ia share ulang hasil secara keseluruhan.

Orang-orang kayak gini, bisa juga tim sukses. Ini bisa berarti bener, bisa juga bahaya.

BACA JUGA: Jangan sampai di akhir pekan yang indah ini, ‘social media’ menjadikanmu anti sosial

Bahaya?

Iya. Masih inget kejadian pilpres 2014 tentang share hasil pemilu?

Itu gimana ceritanya, beda televisi, share hasil pemilunya beda. Antara emang ada yang mainnya busuk banget, atau emang ada yang mainnya terlalu cantik, sampai-sampai rakyat nggak nyadar lagi digoblokin, entahlah.

4. Masih ada yang debat, nggak terima kalau jagonya kalah.

foto: kaskus.co.id

foto: kaskus.co.id

Suka nggak ngerti deh sama jenis-jenis orang kayak gini. Udah jelas-jelas jagoannya kalah, masih aja ngotot. Ditambah lagi, ngototnya pake ngajak debat segala pula. Dikata pejabat, kerjaannya pada debat?

Kalau pemilih yang asik sih, pas milih, dia bener-bener mempertimbangkan dengan matang tentang siapa yang pengen dia pilih. Lalu kalau jagoannya kalah, ya udah. Iya, ya udah. Lha mau ngapain lagi coba?

Lagian, kalau menang debat sekalipun, KPU juga nggak bakal ngomong:

“Wih, Anda menang debat. Baiklah, jagoan Anda akan kami menangkan. YEAY!!!”

Kan, nggak gitu juga.

5. Berita-berita tentang caleg yang stres karena kalah.

caleg stres

Ini buanyak banget deh. Coba aja cari beritanya, pasti masih ada. Dan, begonya, hal-hal kayak begini masih aja terulang. Bener-bener, nggak bisa memakai pengalaman orang lain untuk dijadikan guru yang terbaik.

Wovgo sih curiga, pasti sebelum hasil pemilihan diumumkan, temen-temen deketnya ada yang pernah nanyain:

“Gimana, udah siap stres?”

BACA JUGA: Saat stress melanda, dijamin hilang setelah berkunjung ke 8 tempat wisata di kota Malang ini

Kalau yang nggak siap kalah, pasti bingung juga mau jawab gimana. Sampai-sampai, nggak sempet jawab dan udah stres duluan. Beda kasus lah, sama mereka-mereka yang emang sejak awal punya niat mulia. Pasti mereka lebih bisa menerima kenyataan: kalah tidak marah, menang tetap rendah hati.

6. Berita-berita tentang caleg yang nagih balik apa-apa yang sudah mereka berikan saat kampanye.

Caleg kalah, minta balik money politik

Ini juga nggak kalah bego!

Coba deh cari. Pasti ada banyak banget. Terutama caleg-caleg. Udah nggak punya malu kali ya. Pas kampanye, sok-sokan senyum ramah ke rakyat, sok-sokan ngebantuin. Lalu giliran kalah, apa yang pernah ia kasih, diminta balik. Apa banget deh!

Gimana jadinya kalau orang-orang macam begini megang pemerintahan?

Orang-orang kayak begini, kelihatan banget kalau niatnya emang cari duit di pemerintahan. Sebab, kalau niatnya emang tulus pengen mengabdi kepada rakyat, bangsa dan Negara, pasti nggak akan ngelakuin hal-hal bego kayak gitu.

***

Jadi gimana, Wovger, selain hal-hal yang udah Wovgo tuliskan di atas, apalagi yang kalian temukan setelah coblosan?