Jatuh hati memang hak setiap orang, tapi aku tak berhak melakukan ini pada kamu yang sudah punya pasangan

pegangpegangan

Jatuh cinta bisa datang kapan saja. Ia tidak pandang bulu. Tidak mengenal waktu, usia, tempat, ras, agama, dan lain sebagainya. Kalau jatuh cinta bisa pandang bulu, maka semua orang bisa memilih dengan siapa ia jatuh cinta. Enak banget bukan?

Salah satu bukti nggak pandang bulunya jatuh cinta ialah, bisa saja seseorang jatuh cinta pada mereka yang sudah punya pasangan.

Hah? Cinta sama orang yang udah punya pasangan? Iiiiihh, amit-amit.

Weits, jangan amit-amit dulu. Buanyak banget lho yang kayak gini. Sebagai orang yang pernah jatuh cinta pada pasangan orang lain, Wovgo tahu rasanya. Mau maju nggak bisa, mau mundur susah. Wovgo hanya bisa menasehati. Jatuh cintalah pada pasangan orang lain tanpa melanggar HAM. Berikut ini adalah tindakan yang nggak seharusnya kamu lakukan.  

1. Cemburu

cemburu

Sangat wajar untuk merasa cemburu jika melihat orang yang kamu sukai sedang bersama orang lain. Mana tahan melihat si dia bersama orang lain, apalagi jika itu orang terkasihnya? Siap-siap tisu untuk menahan kebocoran kantung mata.

Belum lagi ditambah kenyataan bahwa kamu nggak bisa ngapa-ngapain untuk mengatasi rasa cemburumu. Secara resmi, kamu bukan siapa-siapa dia. Kamu bahkan tidak berhak untuk cemburu.

2. Ngatur-ngatur

cemburu

Cemburu aja nggak berhak, apalagi ngatur-ngatur. Pada dasarnya, sebagai manusia, kita tidak punya hak untuk mengatur manusia lainnya. Sekalipun mereka adalah anak kita sendiri atau pasangan kita sendiri. Apalagi… apalagi… dia yang bukan siapa-siapamu.

Kamu nggak bisa melarangnya ini dan itu, kamu nggak bisa menyuruhnya itu dan ini. ingat, jika kamu berusaha mengatur apa yang dia lakukan, dia justru akan semakin menjauh. Biarkan ia melakukan apa yang ia senangi dan biarkan cinta yang kelak menuntunnya padamu.

3. Memintamu bersamaku setiap waktu.

cemburu

Ya nggak mungkin dong secara dia udah punya pasangan. Meski ia juga jatuh hati padamu, tetap kamu bukanlah prioritas utamanya. Dia punya orang lain yang harus ia prioritaskan. Selama ia belum menjadi milikmu seutuhnya, kamu tidak berhak meminta ‘jatah waktu’ darinya buat kamu.

4. Minta pulsa maupun saham.

cemburu

Waduh, belum jadi apa-apanya sudah minta pulsa sama saham? Nggak banget. Pesan ini disampaikan buat semuanya, nggak cuma buat kamu yang hanya bisa mencintai dari kejauhan. Sekalipun ia nanti sudah resmi menjadi pacar, kamu tetap tidak diizinkan menuntut materi dalam bentuk apapun padanya.

Terus bolehnya kapan dong?

Bolehnya kalau kalian sudah sah menjadi suami istri. Itu baru boleh. Malah harus. Biar pasangan semangat bekerja dan menabung.

5. Ngegombal sembarangan.

cemburu

Iya iya Wovgo tahu kamu cinta banget sama dia. Banget cintanya sampai nggak bisa menahan diri buat nggak melancarkan kalimat-kalimat gombalan.

Cemburu nggak boleh? Ngatur-ngatur nggak boleh? Ngegombal juga nggak boleh? Terus apa dong yang dibolehin?

Boleh, boleh kok. Yang nggak boleh itu kalau ada embel-embel sembarangan di belakangnya. Ngegombal sembarangan harus kamu hindari. Kalau kamu bikin rusuh dalam rumah tangga mereka, yang ada si dia justru akan semakin menjauhi kamu.

6. Mendoakanmu untuk segera putus.

cemburu

Suatu hal yang normal kalau kamu berharap ia supaya segera putus dengan pasangannya. Tapi ingat lho, balasan itu ada. Mau kalau suatu saat nanti hubunganmu didoakan tidak langgeng oleh orang lain? Bukankah bahagia itu ketika melihat orang yang kita cintai bahagia? Jadi, mengapa tidak mendoakannya agar ia senantiasa bahagia?

7. Bertanya: “Kamu dan pacarmu udah pernah ngapain aja?”

cemburu

Aduh, plis. Ngapain coba tanya beginian ke dia. Ya udah lah ya terserah mereka mau ngapain aja. Itu bukan hak kamu untuk bertanya yang demikian. Pikirkan risiko yang kamu dapatkan kalau masih tetap ngotot menanyakan pertanyaan ini. Pertama, kamu akan dianggap sebagai orang yang tidak sopan. Kedua, kamu akan mendapat penilaian negatif dari dia. Ketiga, lebih baik nggak menanyakan apapun.

Sudahlah, lupakan. Masih banyak ikan di laut. Ngapain mancing ikan di jaring nelayan? Lebih baik lempar kailmu ke lautan yang lebih luas. Kamu bisa dapat yang lebih baik darinya. Lagipula, apapun keadaannya, nggak baik jadi orang ketiga.