Pekerjaan ini seringkali membuatmu dicap sebagai pengangguran

blogger

Namaku Indah, aku bekerja sebagai penulis artikel di media online. Kerjaku simpel cuma butuh leptop, imajinasi dan koneksi internet. Bekerja tidak perlu berseragam maupun harus susah-susah ke kantor, cukup di rumah aja. Waktuku fleksibel, menyenangkan dan sudah menjadi passion. Tentunya pekerjaanku ini di bayar tiap bulannya. Sudah seperti pegawai pada umumnya, bekerja secara professional dengan deadline setiap harinya.

Terus masalahmu apa?

Aku ingin diakui, aku ingin orang tuaku dan tetanggaku paham bahwa aku bukanlah seorang pengangguran. Aku ingin orang tuaku bangga mengatakan bahwa anaknya bekerja sebagai seorang penulis, berkarya dalam setiap lembar untuk menginspirasi setiap orang. Itu…”

Dari percakapan yang mengadung kegelisahan ini mungkin juga dialami bukan hanya satu orang saja tapi banyak orang, apalagi pekerjaannya itu kurang lazim didengar.

Hidup di Negara Indonesia itu susah-susah gampang apalagi dengan masyarakat yang masih menilai seseorang dari pekerjaan.

Gimana dong dengan Digital Workers, Indonesia butuh pembaharuan untuk maju dibidang teknologi. Semua berganti jaman menjadi ‘apa-apa di internet’ termasuk pekerjaan juga. Tapi apa?

Pekerjaan online masih tetap dianggap asing oleh sebagian orang bahkan yang beda generasi. Walaupun mereka sudah bekerja siang-malam, belum tentu orang lain melihatnya begitu.

Tapi tenang aja, kamu nggak sendirian, karena masih ada pekerjaan lain yang mengalami problem yang sama. Pekerjaan apa itu? Ini dia..

1. Professional Hobbies.

penjual kucing

Foto : www.kucingponco.com

Pepatah memang selalu benar, pekerjaan yang paling enak di dunia adalah hobi yang dibayar. Tapi realitanya tak semudah itu, cobaan terbesar ada pada mental. Melakukan hobi yang disuka adalah salah satu cara yang paling rentan untuk dianggap pengangguran.

Sebut saja hobi yang berhubungan dengan binatang seperti pelihara kucing, burung, anjing, reptil, jangkrik atau bahkan ternak semut Jepang, yang notabene bisa menghasilkan untung yang banyak.

Tapi tetap saja sebagian besar orang akan menganggap main-main ketika bilang pekerjaan utamanya adalah memelihara jangkrik. Seprofesional dan semahal apapun hobimu masih sering dianggap remeh apalagi kalau belum berhasil.

2. Designer

graphic designer

Foto : Google

Willix Halim, Vice President of Growth Freelancer.com yang merupakan situs freelance terbesar di dunia pernah mengatakan bahwa kualitas desain asal Indonesia telah banyak diakui di berbagai belahan dunia.

Tidak cukup banggakah mengetahui hal ini? Tapi kenapa menjadi designer mandiri tak juga membuatmu kebal dari tuduhan pengangguran. Tetap aja tetanggamu bilang kalau kamu nggak punya pekerjaan. Apalagi kalau kamu ketahuan sering nongkrong di cafe atau kemana-mana pakai kaos oblong.

3. App/Game Developer.

developer

Punya smartphone? Atau hobi main game?

Kamu pasti tau dong app store yang ada di ponselmu, memuat berbagai macam aplikasi dan game online yang siap kamu mainkan. Ketika kamu mendownload, di luar sana ada yang dengan senang hati menerima gaji atas kinerjanya.

Iya, mereka di luar sana itu developer dapat banyak uang kok. Meskipun bekerja bak di tengah tambang uang, tetap saja tetangga sebelah masih menganggapnya sebagai species langka, alias pengangguran.

Memang developer besar itu punya kantor dan juga tim. Tapi nggak sedikit dari mereka yang bekerja secara individu dan menjadi penyendiri dengan menyimpan segudang kreativitas. Gajian bisa setiap minggu, tinggal tunggu ratusan orang mendownload aplikasi buatanya.

4. Youtuber.

youtuber

“Fid, pekerjaanmu sekarang apa, le..?”

“Anu mbah…saya Youtuber”

“Ha? Jualan apa itu le?”

Susah untuk menjelaskan kepada orang beda generasi bahwa Youtuber merupakan pekerjaan yang menghasilkan di jaman sekarang. Sabar ya, Fid..

Memang Youtuber merupakan profesi baru beberapa tahun belakangan. Di Indonesia sendiri sudah banyak artis-astis Youtube yang menerima kiriman dolar dari iklan Youtube.  Dolar loh ya gaji mereka Dolar bukan lagi Rupiah. Sebut saja Bayu SKAK dan Raisa (Ya, Raisa dulunya adalah artis Youtube).

Pekerjaan mereka tiap harinya merekam video kemudian di unggah ke Youtube. Mereka sekarang menikmati ketenaran menjadi artis dunia maya dengan penghasilan puluhan juta. Untuk sepenuh hati melakukan pekerjaan ini tentunya harus bersiap dilabeli sebagai pengangguran sejati.

5. Blogger.

blogger

Seperti intermezzo yang aku tulis di awal. Menjadi penulis adalah pekerjaan yang rawan dianggap pengangguran apalagi penulis online. Sebut saya blogger, karya yang tidak sepenuhnya nyata sering membuat bingung para tetangga, meski kamu sudah menerima gaji tiap bulannya.

Intinya pekerjaan ini sejak lama susah diakui keberadaannya, terutama kalau kamu sering begadang tengah malam untuk kejar setoran. Diperparah dengan belum punya buku atau sudah menerbitkan buku tapi belum laku.

Padahal dunia online sendiri tidak akan pernah ada kalau tidak di awalli dengan tulisan. Teks adalah bentuk komunikasi pertama di internet sebelum adanya gambar dan video.

6. Makelar.

makelar

Makelar udah ada sejak dulu, sekarang sih diubah bahasanya agar lebih eye catching menjadi reseller atau dropshipper.

Bekerja sebagai dropshipper merupakan peluang seseorang untuk menjadi pengusaha pemula, selain karena tidak perlu modal banyak, dapat pula mengasah insting berbisnis dan melatih membaca peluang pasar.

Namun, resiko terberat adalah dianggap pengangguran yang kerjanya cuma chatting, smsan atau telponan dengan mantan, padahal sedang melayani pelanggan. Sungguh apalah…

7. Translator.

translator

Karena banyak yang tidak memahami cara kerja seorang trasnlator, maka banyak dari mereka yang ‘nyambi’ pekerjaan lain daripada di cap sebagai pengangguran di desanya.

Seorang translator bersertifikat bisa bekerja di mana pun asalkan masih terkoneksi dengan internet. Dokumen resmi dan rahasia biasanya dikirim melalui email kepada translator untuk diterjemahkan sesuai pesanan.

Keren loh, seperti agen rahasia gitu, menerima pesanan-pesanan dokumen rahasia, cuma dia yang tau. Iya cuma dia—yang—tau…

Pantes aja banyak yang nyebut pengangguran.

8. Traveler & Backpacker.

traveler jebraw dan naya

Foto : YouTube

Nah, profesi yang satu ini udah kelihatan banget di mata masyarakat seperti kerja luntang lantung tanpa untung, yaitu seorang traveler.

Padahal menjadi traveler adalah salah satu pekerjaan paling menyenangkan. Apalagi jika dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai hasrat terpendam untuk kelayapan.

Kamu jangan merendahkan pekerjaan ini karena mereka sering dibayar oleh sponsor atau bisa mendapat uang dengan menjadi penulis, fotografer atau reporter sambil berkelana.

Sayangnya, meski sudah memakai kaos National Geographic original, pekerjaanmu masih tetap hangus di mata tetangga. Kegiatan foto-foto dan kelayapan menjadi alasan yang tepat mengapa pekerjaanmu dikira pengangguran.

****

Menurut Wovgo, memiliki pekerjaan resmi atau tidak bukanlah hal yang penting. Selama punya penghasilan rutin, seharusnya hal itu tidak menjadi masalah. Apapun pekerjaannya, jangan sampai gelar pengangguran menghalangi dalam berkarya dan berkreasi, karena menjadi pengangguran yang berpenghasilan itu keren!