Belanja online memang banyak kelebihannya, namun juga ada kelemahannya

kerugian belanja online

Hadirnya internet bagaikan hadirnya listrik di muka bumi. Ia membawa banyak perubahan. Termasuk perubahan lifestyle masyarakat dalam berbelanja. Dulu pas masih zaman purba, kita harus siap-siap membawa segepok uang lalu pergi ke pusat, memilih barang, antri di kasir, dan pulang dengan mengangkut seabrek barang belanjaan.

Itu dulu. Namun sekarang, gaya hidup masayarakat tentang belanja 100 persen berbeda. Nggak perlu bawa satu kresek uang, nggak ribet memilih, nggak usah antri di kasir. Sejak hadirnya internet, belanja jadi makin mudah. Tinggal klik, barang datang dengan sendirinya.

BACA JUGA : Manfaat yang bisa didapat kalau kamu belanja secara online

Meski demikian, belanja online tetap memiliki kelemahan. Ini dia kelemahannya.

1. Gak bisa diretur. Kalaupun bisa, prosesnya ribet.

no

Proses retur barang yang sudah dibeli secara online tidak semudah yang dibayangkan. Kalau Wovger beli di toko dekat rumah, proses returnya gampang. Cukup bawa barang ke toko bersangkutan maka kamu akan mendapatkan gantinya yang baru.

Berbeda jika kamu membeli secara online. Kamu harus terlbih dahulu mengisi form, lalu mengirim ulang barangnya (tentu dengan uang sendiri), setelah itu menunggu proses review, barulah kamu mendapat ganti rugi. Itupun kalau dapat. Kalau enggak ya sudah, mau gimana lagi.

2. Kadang barang nyampenya lama. Apalah arti menunggu …

menunggu

Meski sudah ada estimasi lama pengiriman dari pihak penjual, nggak semua estimasi tersebut berjalan dengan lancar. Ada yang katanya 2-3 hari sampai ternyata 7 hari kemudian baru sampai.

Sedikit tips buat Wovger, jangan belanja online saat-saat mendekati lebaran. Belanjalah jauh-jauh hari sebelum lebaran. Menengok dari kasus tahun kemarin, belinya sebelum lebaran, eh sampenya pas setelah lebaran. Kan sayang banget.

3. Nggak bisa jalan-jalan sambil cuci mata.

cuci mata di mall

Foto : www.ceritamu.com

Tujuan kita belanja di pusat perbelanjaan kadang bukan hanya belanja tapi juga sambil cuci mata. Liatin mama-mama muda, liatin papa-papa muda, uhhh gemes. Tapi hal itu nggak akan terjadi kalau kamu belanja online.

Alih-alih cuci mata, justru matamu akan diramaikan oleh berbagai macam iklan yang tersebar di celah-celah jendela browser.

4. Kadang gak fast respon. Pesen sekarang dibalas tahun depan. Atau malah di read doang.

respon lama

Kalau ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum. Secara umum, layanan konsumen di Indonesia masih belum begitu memadai. Entah itu di perusahaan manapun. Ada juga yang fast respon banget sebelum uang ditransfer. Namun setelah uang ditransfer, ia berubah jadi slow respon. Bahkan tanya nomor resi aja balesnya pas barangnya udah dateng.

5. Pas barang nyampe ukurannya gak pas atau kekecilan atau kegedean.

baju online shop kekecilan

Ini nih, sering banget kita alami. Tidak sedikit orang Indonesia yang memiliki pengalaman buruk dengan online shop terkait ukuran. Kalau nggak kekecilan, ya kegedean. Kesalahan ukuran bisa disebabkan karena apa saja. Bisa karena penjualnya yang gak lengkap kasih info, atau kita yang malas ngukur, atau perbedaan standar ukuran antara penjual dan pembeli.

6. Berat di ongkir.

ongkir

Foto : www.imagesbot.com

Meski ada online shop yang menggratiskan ongkos kirim, namun tidak semuanya demikian. Kadang-kadang malah harga barang dan ongkos kirimnya lebih mahal ongkos kirimnya. Nah kalau sudah begini sebaiknya Wovger beli aja di toko terdekat. Nggak usah ngotot belanja di online shop.

7. Kalau apes, bisa salah barang. Beli handphone, eh yang dikirim casing-nya doang atau malah sabun… Huft. Kzl.

beli hape dapat sabun

Foto : kotepontianak.com

Masih ingat kasus dua online shop besar Indonesia yang beberapa waktu lalu tengah bersitegang satu sama lain? Terlepas dari benar/tidaknya berita tersebut, peristiwa itu bisa menimpa siapa saja. Walau nampaknya mustahil, mungkin saja terjadi beli handphone eh yang dikirim cuma case-nya aja. Namanya juga manusia. Tempatnya salah dan lupa.

8. Kalau apes, barang gak datang, penjual ngilang, uang melayang.

penipuan belanja online

Foto : rikiwh.wordpress.com

Nggak cuma salah barang, tapi ini juga jadi penyebab utama mengapa sebagian masyarakat Indonesia tidak atau enggan berbelanja online. Karena kemungkinan terjadinya penipuan lebih besar dibanding beli ke mall sebelah rumah. Barang yang ditunggu-tunggu gak datang, penjualnya ngilang entah kemana, uangnya juga ikut melayang. Duh. Apes.

***

Itulah tadi beberapa kekurangan belanja online. Poin-poin di atas hanya sebagai pertimbangan saja. Tentunya kualitas toko-toko online Indonesia terus diperbaiki oleh perusahaan. Selamat berbelanja.

Selamat Hari Belanja Online Nasional!