Hal-hal yang harus dipahami dari pelayanan kereta api agar lebih baik lagi

kereta api

Beberapa tahun terakhir, kereta api menjadi sarana transportasi yang kembali digemari masyarakat Indonesia. Kenapa?

Karena PT KAI telah melakukan perombakan besar-besaran mulai dari pelayanan hingga fasilitas yang disediakan.

Dulu, kereta api yang terkenal kumuh, banyak pedagang ngalor-ngidul dan banyak copet sekarang menjadi lebih bersih dan terjaga,  terutama di kelas ekonomi.

Keadaan kereta yang dulunya panas, dan umpel-umpelan banyak penumpang berdiri sekarang jadi dingin karena dilengkapi AC dan lebih tertib. Semua penumpang kebagian tempat duduk berdasarkan tiketnya.

Semua perubahan positif yang dilakukan oleh pihak KAI patutnya diapresiasi. Mereka telah berhasil membuat orang jatuh hati lagi untuk naik kereta. Nah sekarang yang menjadi persoalan berikutnya adalah paling susah dalam hal mempertahankan.

Mempertahankan dalam hal apa? Menjaga fasilitas tetap nyaman dan menambah perubahan baik lainnya. Untuk itu Wovgo juga pingin nih, menjabarkan apa-apa aja yang mestinya diperbaiki lagi dalam sistem pelayanan kereta api.

Ini dia…

Susahnya membeli tiket.

tiket kosong

Foto : Kaskus

Walaupun kereta sudah banyak perubahan entah kenapa banyak orang menyimpulkan semakin susah juga memperoleh tiket terutama saat liburan atau hari besar.

Termasuk memesan tiket secara online tetap saja sering kehabisan. Pokoknya susah ampun-ampunan. Ada yang bisa menjawab kenapa hal ini bisa terjadi?

Mungkin ini ada pengaruhnya sama antusiasme warga menyambut perubahan kereta api yang semakin baik tapi berdampak pada pembeludakan penumpang yang mengakibatkan krisis tiket.

Jadi agar semua orang kebagian, tambah gerbong kereta bisa menjadi solusi yang tepat.

Sementara itu, mahalnya harga tiket juga jadi hal yang bikin kaget penumpang.

tiket kereta api mahal

Wajar sih kalau mau fasilitas kereta yang nyaman dan baik selalu diimbangi dengan harga tiket yang mahal juga. Tapi bukankah tujuan dari trasportasi umum adalah memberikan pelayanan terbaik dengan harga seekonomis mungkin?

Kenapa lonjakan harga tiket tiba-tiba meroket seakan-akan saingan sama harga tiket pesawat? Kalau dibiarkan begini terus bisa-bisa penumpang yang awalnya antusias bisa jadi mengurungkan niat buat naik kereta.

Mungkin pihak KAI harus memperhatikan harga makanan dan minuman yang masih tergolong mahal.

restoran di kereta api indonesia

Foto : rickyrianto.wordpress.com

Hmmm….emang kerasa dikantong sih ketika kamu makan dan minum harus beli di kereta. Apalagi kalau kamu udah kelaperan banget akhirnya mau nggak mau harus beli makan di situ. Ada yang bilang mahalnya makan di kereta itu kayak makan di mall padahal cuma makan nasi goreng dan minum es teh.

Kalau saran dari Wovgo sih mending bawa bekal makanan aja kalau menempuh perjalanan jauh dengan naik kereta.

Tapi persoalan tersebut juga jadi PR tersendiri bagi pihak KAI. Jika ada makanan dan minuman dijual murah di kereta, bukankah itu sudah jadi hal yang semestinya? Mengingat trasportasi umumkan gunanya untuk ‘mengenakkan’ masyarakat Indonesia sendiri bukan lagi ajang mencari keuntungan dalam kesempitan.

Beberapa AC suka bocor dan pengaturannya yang tidak terkontrol.

AC kereta bocor

Foto : Kaskus

Wovgo pernah menemukan kejadian ini, lagi-lagi di kereta kelas ekonomi. Memang banyak kejadian yang mengganjal di kelas ini. Salah satunya adalah beberapa pendingin ruangan atau AC suka bocor dan airnya menetes di tempat duduk.

Terus entah ini ulah siapa, pengaturan AC jadi tidak terkendali. Ketika siang hari AC diberi suhu ruang yang masih terasa panas sedangkan malam diatur suhunya lebih dingin dari suhu normal. Entah apa niat si pengatur AC namun ada yang menebak ini adalah akal-akalan dari pihak kereta api agar minuman dingin terjual di siang hari dan minuman hangat laku keras di malam hari.

Budaya orang tidur di lantai justru dibiarkan.

Tidur di Selasar

Foto : www.kaskus.co.id

Kenyamanan dalam kereta adalah prioritas tapi kalau masih sering lihat orang tidur sembarangan bikin mata sepet juga sih.

Tidur sembarangan gimana?

Salah satu penumpang kereta kelas ekonomi melihat banyaknya orang yang tergeletak di lantai dalam kondisi tidur dan tidak ada yang membangunkan bahkan pihak kereta sekalipun.

Entah karena kasian karena perjalanan masih jauh atau gimana tetep aja pemandangan manusia yang berubah menjadi pindang-pindang berjejeran ini bikin suasana kereta kurang worth it.

Kehadiran porter yang membuat kereta kurang nyaman.

porter kereta api

Foto : megapolitan.kompas.com

Hilang para pedagang muncullah para porter masuk kereta. Kehadiran porter memang membantu para penumpang yang membawa barang segunung. Namun apa ini solusi yang baik ketika porter tiba-tiba nyelonong masuk dan mulai menawarkan jasanya secara dadakan. Apalagi dengan cara yang kurang nyaman seperti menyisir bangku-bangku kereta.

Lebih baik, jika porter ini menggunakan sistem orderan. Jadi mereka menunggu di luar kereta, dan akan datang ketika ada orderan dari penumpang kereta sehingga dari pihak penumpang yang lainpun ngerasa nyaman dan aman.

***

Itu dia beberapa hal yang sebaiknya lebih di poles lagi dari dunia perkeretaapian di Indonesia. Yang lain sudah OK sih. Semoga kereta api Indonesia semakin di hati 🙂