Kegiatan positif berubah jadi negatif? Apa aja? ini dia …

di kantor

Menjaga diri dari perbuatan negatif itu harus ekstra gigih dan ekstra tangguh. Salah-salah, kegiatan positif yang kita lakukan justru bisa berbalik jadi perbuatan negatif. Perbuatannya udah positif, udah baik, eh di tengah jalan malah jadi petaka.

“Di tengah jalan jadi petaka? Bukannya kalau di tengah jalan itu ketabrak ya, Wovgo?”

“….”

Di pembahasan kali ini Wovgo menyajikan aktivitas sehari-hari yang mungkin biasa kita lakukan, yang mulanya itu baik, namun berubah menjadi tidak baik. Apa aja aktivitas itu? Yuk langsung lanjut baca ke bawah.

“Bawah meja apa bawah mana ini Wovgo?”

“SCROLL WOY!!! SCROLL!!!”

1. Nongkrong bareng temen.

foto: pepzflash.deviantart.com

foto: pepzflash.deviantart.com

Wovgo yakin banget, Wovger pasti sering nongkrong bareng temen. Pasti banyak juga manfaat dari nongkrong ini. Manfaat yang pasti terlihat adalah menyambung tali persaudaraan. Namun, tali tersebut seketika putus jika kamu malah ngegosipin orang lain.

Hayo, siapa yang ketika nongkrong malah ngomongin orang lain? Nggak baik lho itu. Tali persaudaraanmu dengan teman nongkrongmu memang jadi lebih erat. Tapi tali persaudaraan dengan teman yang kamu gosipin jadi semakin jauh.

BACA JUGA: Pekerjaan ini seringkali membuatmu dicap sebagai pengangguran

Mungkin kebiasaan nongkrong bareng gitu kali ya? Saat nongkrong bareng, ngomongin yang nggak ikutan nongkrong. Lalu saat salah satu ada yang ijin pulang, materi bahasan ganti ngomongin orang yang barusan pergi.

Wovger sering gitu nggak? Kalau iya, sama sih. 🙁

Yuk, bareng-bareng berbenah diri. Setiap kali mau ngomongin orang lain, selalu ingatkan diri sendiri.

Bukannya kamu sendiri juga nggak suka, kalau diomongin di belakang?

2. Kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan.

foto: suarapembaruan.com

foto: suarapembaruan.com

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nanti seluruh umat Islam. Banyak makanan, jam kerja jadi sedikit, banyak libur. Enak banget deh pokoknya. Apalagi di bulan nan suci itu perbuatan baik yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan tidur pun berpahala. Ckckck, dahsyat deh pokoknya kekuatan bulan Ramadhan.

Tapi kok ya tetep ada aja sisi negatifnya. Pertama, buka bersama. Buka bersama sering dijadikan momen reuni bersama teman-teman. Namun karena asyik dengan suasana, sampai-sampai lupa dengan ibadah lain yang harus dilakukan, a.k.a salat magrib, salat isya’, dan salat tarawih.

Kedua, sebagian dari mereka ada yang riya. Bulan Ramadhan ditumpangi dengan kepentingan lainnya yang berbau riya. Misalnya, menjadikan buka bersama sebagai ajang pamer pencapaian. Atau yang lebih parah, ada juga public figure yang melakukan kegiatan amal hingga diliput media nasional. Itu hanya sebagian kecil contoh lho. Lainnya, masih banyak pastinya.

3. Pecinta alam.

foto: anakui.com

foto: anakui.com

Nggak ada yang salah dengan pecinta alam. Banyak juga kegiatan bermanfaat yang dihasilkan anak-anak pecinta alam. Sekali lagi, yang menyebabkan jadi negatif adalah oknumnya. Meningkatnya aktivitas traveling yang dilakukan muda-mudi Indonesia tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup.

BACA JUGA: 12 gunung di Pulau Jawa yang senantiasa menunggumu untuk didaki

Sebelum melakukan penjelajahan, banyak banget hal yang harus disiapkan. Perkiraan cuaca selama di perjalanan, peralatan yang memadai, bekal yang cukup, pengetahuan terhadap penanggulangan bahaya, dsb. Nah, pecinta alam yang masih amatiran justru mengabaikan faktor-faktor di atas.

Akibatnya, banyak masalah muncul karena kelalaian mereka. Seperti sampah yang menumpuk di tempat wisata, rusaknya ekosistem flora dan fauna di tempat wisata, hingga masalah yang menyebabkan timbulnya korban jiwa.

4. Kampanye politik.

foto: joglosemar.co

foto: joglosemar.co

Sebenarnya sah-sah saja kalau ada parpol atau tokoh politik yang berkampanye. Image kampanye politik jadi negatif karena ulah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, kampanye diidentikkan dengan sesuatu yang buruk.

Mulai dari atribut yang tidak rapi dan melanggar aturan, baliho penuh sesak dimana-mana, suara knalpot yang berisik, penggunanya yang gak pake helm, pengendaranya yang tidak mematuhi rambu-rambu jalan, hingga pemberian uang ke warga yang sangat dilarang oleh undang-undang.

5. Pergi mencari nafkah.

suasana kantor

Foto : dhrs.hu

Eh iya lho, mencari nafkah bisa berubah menjadi kegiatan yang negatif. Pada dasarnya, mencari nafkah merupakan kegiatan mulia. Orang yang mencari nafkah, pasti memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk meringankan beban keluarga.

Tapi… Ada tapinya nih.

BACA JUGA: Dunia kerja semakin kompetitif. Itu kenapa, lulus cepet aja nggak cukup!

Ia akan berubah menjadi negatif jika ditunggangi dengan niat yang melenceng. Misalnya, pergi ke tempat kerja agar bisa ketemu gebetan. Padahal, usut punya usut, udah punya pasangan di rumah. Misalnya lagi, pergi bekerja dengan tujuan caper sama bos dan pamer sama rekan kerja lainnya. Hmm, ini juga sama nggak baiknya dengan niat ketemu gebetan tadi.

Hayo Wovger udah pernah ngelakuin yang mana aja? Besok-besok jangan diulangi lagi ya. Kesalahan yang lalu biarlah berlalu. Kejadian yang akan datang jangan sampai terulang seperti kejadian yang lalu. Yuk, bersihkan niat dan bersihkan hati agar apa yang kita lakukan senantiasa positif.