Manfaat daun-daunan untuk kuliner Indonesia

daun bayam

Ngomong-ngomong soal daun, daun itu merupakan komponen yang penting untuk kelangsungan hidup sebuah pohon loh. Tugasnya? Menyaring udara dan sinar matahari untuk proses fotosintesis.

Selain berguna untuk keberlangsungan hidup si pohon, dia juga bermanfaat bagi manusia. Daun yang banyak membuat pepohonan jadi rimbun. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk berteduh, mempercantik alam, memberi kesejukan udara dan sebagainya. Bagusnya lagi, daun ini juga bisa dimakan.

Tapi nggak semua daun bisa dilahap sih, tergantung jenis daunnya juga. Ada yang nggak bisa: daun pintu, misalnya. Maka dari itu, sekarang Wovgo akan ngajak kamu untuk memahami kegunaan daun untuk tradisi kuliner Indonesia.

Yuk langsung aja..

Daun dijadikan sebagai makanan utama.

foto: travelaxia.wordpress.com

foto: travelaxia.wordpress.com

Orang Indonesia selalu pandai memanfaatkan apapun demi terciptanya masakan yang super lezat, termasuk makanan dari daun-daunan.

Wovger pasti udah pada mengenal daun singkong, daun kenikir, dan daun pepaya yang sering dijadikan urap-urap atau semacam sayuran kukus yang siap di santap dong.

BACA JUGA: Kuliner khas Probolinggo yang ‘yummy’ banget

Bener banget, daun-daunan tersebut emang seringkali digunakan warga Indonesia sebagai makanan utama. Selain rasanya yang nikmat, cara mendapatkannya pun mudah. Di pasar, banyak beredar daun singkong, kenikir dan pepaya. Tentu yang Wovgo maksud ini adalah pasar tradisional loh ya, bukan pasar saham.

Daun dijadikan pembungkus makanan.

foto: studiokemasan.blogspot.com

foto: studiokemasan.blogspot.com

Selain jadi makanan utama, ada pula daun yang bisa dijadikan pembungkus makanan. Seperti daun pisang, daun pohon jati, daun kelapa atau janur dan daun lontar.

Kalau kamu lihat lontong yang suka dibungkus daun pisang dan rasanya nikmat banget, konon itu pengaruh dari aroma daun itu sendiri.

Selain daun pisang, ada daun jati yang juga sering digunakan sebagai pembungkus daging atau pecel sebagai pincuknya.

“Hah? Pincuk apaan, Wovgo?”

“Duh, apa yaa… ah, pokoknya itu, lah.”

Mungkin sekarang udah jarang kamu temui orang yang membungkus pecel menggunakan daun jati, tapi setahu Wovgo dulu pernah ada sih. Daun pisang, pernah lihat. Daun jati juga pernah. Cuma bungkusan daun telinga aja yang Wovgo belum pernah lihat.

Ada pula daun kelapa atau janur sebagai pembungkus ketupat, dan daun lontar yang masih sering digunakan untuk membungkus makanan khas Gresik, yaitu Pudak dan jajanan basah lainnya.

Daun juga berfungsi sebagai pendamping makanan.

foto: keboendjatie.id.tc

foto: keboendjatie.id.tc

“Wovger pada tahu lalapan?”

“Yang pake motor atau mobil itu ya?”

“ITU BALAPAN!!!” 🙁

BACA JUGA: Nggak cuma surga wisata, Jawa Tengah juga punya 12 kuliner khas yang akan menggoyang lidahmu

Bagi yang suka lalapan ayam, penyet tempe atau bebek goreng, pasti udah sering deh ngelihat ada selingan daun kemangi dan selada gitu. Daun-daun itu berfungsi sebagai makanan pendamping untuk menambah cita rasa si makanan utama. Cara menemukannya juga mudah banget, Wovger tinggal pergi aja ke pasar tradisional dan dapatkan harga yang murah untuk seikat kemangi dan selada. Kurang lebih harganya Rp 3000 doang loh per ikatnya. Tapi tolong ya, jangan ditawar! Kalau pedagang kecil aja kau cekik, gimana mereka bisa balik modal?!

Kegunaan lain adalah sebagai bumbu masak.

foto: resepmasakanbunda.web.id

foto: resepmasakanbunda.web.id

Manfaat daun emang lebih terasa kalau udah jadi campuran bumbu masakan.

Pecel nggak akan sedap kalau nggak ditambahi daun jeruk. Sayur sop nggak akan lengkap rasanya kalau nggak pake irisan daun seledri. Sayur Lodeh dan sambel goreng ati nggak akan sip tanpa adanya daun salam. Dan, satu lagi, itu semua juga nggak ada artinya kalau kamu cuma makan sendirian.

Jadi mengertilah, kalau di Indonesia, daun-daun begini juga bisa dijadikan sebagai bumbu masak.

Makin komplit deh fungsinya kalau daun bisa dijadikan bahan minuman.

foto: kuliner.panduanwisata.id

foto: kuliner.panduanwisata.id

Daun banyak banget jenisnya dan banyak juga manfaatnya, tapi nggak semua daun bisa dijadikan bahan campuran minuman.

Kalau kamu kenal sama daun mint, berarti kamu akrab banget sama minuman smootie atau jus. Wovgo paling nggak bisa ketinggalan deh kalau sama daun mint, karena ini fungsinya untuk menambah kesegaran pada minuman. Apalagi kalau pas minum, ada yang nemenin. Wah, tambah seger!!!

BACA JUGA: Kalau kamu bosan dengan menu yang itu-itu aja, kuliner-kuliner khas Solo ini mungkin perlu dicoba

Selain daun mint, ada juga daun alang-alang yang khasiatnya nggak diragukan lagi. Daun alang-alang ini berguna untuk menambah stamina dan meredakan panas dalam.

“Panas dalam? Kalau panas ngelihatin mantan jalan dengan pasangan barunya, termasuk nggak?”

“Iya deh, iya. Termasuk!”

Ada juga daun teh, yang bisa jadi teh yang sampai sekarang sering kamu minum itu.

Wovger sering minum cincau? Nah, jangan salah, itu juga dari daun loh, daun cincau namanya.

Masih banyak kok jenis-jenis daun yang bisa dijadikan minuman, terutama kalau udah ngomongin jamu.

Beuh… segala daun-daunan ada, dari yang namanya bisa diinget seperti daun kunyit, sampai yang mungkin Wovger sendiri nggak kenal itu jenis daun apa.

****

Gimana? Menarik bukan? Kalau kamu punya referensi daun-daunan sebagai tambahan makanan, boleh dong cerita di kolom komentar. 🙂