Pahami hal-hal berikut ini sebelum memasuki MEA, atau kamu akan menuai hal fatal!

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Wovger tahu MEA kan?

MEA itu bukan akronim dari Middle East Airlines. Apalagi Masyarakat Ekonomi Asik. Bukan! Tapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Asik!

MEA pada dasarnya adalah sebuah pasar bebas yang diberlakukan di kawasan Asia Tenggara. Jadi intinya, MEA ini nantinya akan memungkinkan satu negara bisa menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Begitu pula sebaliknya. Selain kedua hal tadi, MEA juga akan menjadi bursa tenaga kerja profesional di kawasan Asia Tenggara. Jadi kalau Wovger pengen jadi Lady Boy profesional di Thailand, udah terbuka kesempatan nih.

Dalam hal bursa ternaga kerja profesional, beberapa asosiasi profesi merasa cukup optimis. Tapi ternyata tak sedikit juga yang merasa kurang PeDe dengan kemampuannya. Apalagi masalah bahasa, hal itu dirasa masih menjadi kendala yang cukup berat. Seberat menanggung rindu dari kenangan masa lalu.

Nah, buat Wovger yang merupakan para perkerja profesional, sebelum memasuki pasar bebas ASEAN ini, ada beberapa hal yang harus diketahui. Mungkin bisa lebih dulu mempersiapkan diri dengan mengetahui hal-hal ini.

Tujuan dibentuknya MEA.

foto: acehonline.info

foto: acehonline.info

Awal dari pembentukan MEA ini diawali dari KTT pada bulan Desember tahun 1997 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari KTT ini, disepakati bahwa ASEAN harus bisa menyaingi Tiongkok dan India dalam hal ekonomi. Saat itu ASEAN meluncurkan inisiatif pembentukan integrasi kawasan ASEAN melalui ASEAN Vision 2020 saat berlangsungnya ASEAN Second Informal Summit. Inisiatif ini kemudian diwujudkan dalam roadmap jangka panjang bernama Hanoi Plan of Action pada tahun 1998.

Pada KTT selanjutnya yang diadakan di Bali, Indonesia menjadi salah satu inisiator pembentukan MEA, yaitu dalam Deklarasi ASEAN Concord II pada 7 Oktober 2003. Dari sini disepakati bahwa MEA akan resmi dilaksanakan pada tahun 2015, lebih tepatnya akhir 2015 ini.

Dengan diadakannya MEA ini, diharapkan bisa meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan warga ASEAN. Selain itu juga diharapkan bisa terjadi adanya aliran bebas barang, jasa, tenaga kerja profesional serta aliran investasi yang lebih bebas. Dari sini, ASEAN secara serius ingin berdiri bersama-sama untuk bisa membangun ekonomi yang kuat.

Wovger bisa lihat bagaimana seriusnya petinggi ASEAN merencanakan MEA ini. Dari MEA ini, semua bisa bersiap-siap untuk memperlebar jaungkauan penjualan produk bisnis yang Wovger geluti. Bekerja di luar negeri bukan mimpi lagi, persiapkan mental dan skil kalian juga yah!

ASEAN akan menjadi sebuah negara besar, di mana Wovger sebagai penduduk ASEAN akan mempunyai kebebasan untuk masuk ke negara di kawasan ASEAN dan bekerja di manapun di kawasan ini sesuai keinginan kalian. Keren kan?

Sektor prioritas (Free Flow Of Skilled Labor) di MEA

foto: varia.id

foto: varia.id

Pada 2015 nanti dimana penerapan MEA akan segera dilaksanakan, sudah dibentuk 12 sektor prioritas. Sektor-sektor ini antara lain:

1. Perawatan Kesehatan (Health Care)
2. Tourism
3. Jasa Logistik (Logistic Service)
4. E-Asean
5. Jasa Angkutan Udara (Air Travel Transport)
6. Agrobisnis
7. Barang Elektronik
8. Perikanan
9. Produk berbasis karet
10. Tekstil
11. Otomotif
12. Produk Berbasis Kayu

Dengan dirilisnya 12 sektor prioritas ini, Wovger bisa melihat potensi diri yang dimiliki untuk bisa masuk ke sektor yang dirasa tepat, apalagi buat Wovger yang pengen terjun sebagai pembisnis.

Ayo semangat membangun bisnis, pasarkan ke ASEAN, lalu pamerkan ke mantan calon mertua yang menolakmu, bahwa produk buatanmu dipakai oleh Cristiano Ronaldo, Cristian Bautista dan Christian Sugiono.

Dampak diberlakukannya MEA

foto: langit-langit.com

foto: langit-langit.com

MEA ini akan mengintegrasikan negara-negara di Asia Tenggara menjadi satu kesatuan dalam kegiatan ekonomi. Dilihat dari kondisi ini, atmosfer kegiatan ekonomi dari setiap negara di ASEAN akan sedikit berubah. Akan ada beberapa perubahan yang terjadi, diantaranya:

1. Daya saing perekonomian semakin tinggi

foto: mdjonline.com

foto: mdjonline.com

Persaingan yang dimaksud disini bukan lagi dengan sesama perusahaan dalam satu negara, tapi perusahaan dalam satu ASEAN. Bayangkan, akan ada banyak perusahaan asing yang membangun kantor di Indonesia. Akan ada banyak produk-produk masuk ke Indonesia. Begitu pula sebaliknya.

Indonesia harus dengan cermat menyikapi hal ini. Para pengusaha di Indonesia harus siap menghadapi persaingan yang semakin sengit ini.

2. Pangsa Pasar akan semakin luas

foto: centives.net

foto: centives.net

Jika Wovger adalah pengusaha, mungkin persaingan saat MEA diterapkan akan terasa begitu mengerikan. Tapi bayangkan sisi positifnya. Jika di Indonesia pangsa pasar yang Wovger punya hanya sekitar 250 juta orang, maka jika di ASEAN, Wovger akan bisa menyasar konsumen sebanyak 625 juta orang.

Pangsa pasar yang Wovger punya pun akan semakin meluas. Jadi, persiapkan diri saja untuk masuk di pasar yang lebih luas, jangan cuma mempersiapkan diri buat jadi baik dimata calon mertua doang. Tapi itu juga penting sih.

Buat para investor juga bisa mengembangkan investasinya. Mereka akan memiliki ruang investasi yang lebih luas.

3. Daya saing tenaga kerja semakin meningkat

foto: dreamcollaborative.com

foto: dreamcollaborative.com

Wovger bisa membayangkan sendiri, jika pasar bebas ini dibuka, pasti akan ada banyak tenaga ahli dari seluruh penjuru negara-negara di ASEAN yang akan mencoba peruntungannya di Indonesia juga. Agak jomplang memang, jika melihat kenyataan bahwa orang-orang Indonesia saja masih susah mencari kerja di negara sendiri, apalagi sekarang harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara se ASEAN.

Tapi lihat sisi baiknya yuk. Bukankah dengan adanya MEA ini, Wovger juga punya kesempatan untuk mencoba peruntungan di negara lain?

Selain itu, Wovger akan memiliki kesempatan besar untuk bisa bekerja dalam satu lingkungan kerja yang sama dengan orang-orang dari negara-negara se-ASEAN. Siapa tahu Wovger dapat jodoh orang Thailand. Asal jangan sampai lupa memastikan, bahwa orang yang ingin kamu nikahi, berbeda jenis kelamin denganmu.

***

Akhirnya, bagaimana sikap kita untuk menyikapi MEA yang akan diterapkan sebentar lagi ini?

Jadi buat Wovger yang entrepreneur, yuk semakin kreatif dan berinovasi dalam membangun usaha. Lalu buat para pekerja ahli (profesional), bisa meningkatkan skil dan kompetensinya. Dan buat pemerintah, pemerintah harus bisa memberikan dukungan bagi tenaga ahli dalam negeri dan para pengusaha, agar mereka bisa ikut bersaing. Jangan gunakan birokrasi yang rumit deh, tetap fokus pada kebijakan yang taktis, efektif dan efisien.

Akhir kata dari Wovgo, selamat menyambut MEA!