Setiap hari, ibuku ‘ngomel’. Tapi …

ibu marah

Adanya kita di dunia tidak terlepas dari peran seorang ibu. Kamu nggak mungkin tiba-tiba ada di bumi kalau tidak melalui rahim seorang wanita yang kita sebut ibu. Kurang lebih sembilan bulan lamanya beliau merawatmu di dalam kandungan. Bebannya saat itu sangat berat.

Beban berat tersebut tidak usai saat kamu terlahir ke dunia. Beliau masih harus memikirkan kebutuhanmu untuk bertahan hidup, setidaknya sampai kamu menikah. Kebutuhan makanan, tempat tinggal, pakaian, perlindungan, pendidikan, dan hiburan.

Beratnya beban tersebut menjadi salah satu pemicu kenapa ibu sering marah pada kita. Biasanya, kemarahannya selalu tertuju pada hal-hal berikut ini.

1. Dia selalu marah kepadaku, ketika aku bangun kesiangan.

“Duh, Ibu nih ngapain sih. Pagi-pagi udah marah-marah. Ini kan masih pagi Bu, masih ngantuk. Lagian hari ini hari libur.”

Padahal masih ngantuk udah disuruh bangun. Huh. Gerutuku dalam hati.

Kejadian di atas pasti pernah kamu alamin. Pasti. Tapi coba deh kalau kamu di posisi ibu. Ibu ingin anak-anaknya bangun pagi dan membantunya meringankan pekerjaan. Sebagai ibu rumah tangga, dia selalu bangun pagi tanpa memperhatikan hari libur. Wajar jika ia ingin anak-anaknya bangun pagi juga.

Selain itu, dengan memintamu bangun pagi, tandanya ibu mendidikmu untuk menjadi anak yang tidak pemalas dan disiplin. Karena ibu ingin anaknya sukses, tentu kedisiplinan harus ditanamkan pada anaknya.

2. Dia selalu marah kepadaku, jika kamarku berantakan, banyak sampah bungkus jajan, dan bau apek.

Ibu merupakan makhluk paling bersih di dunia selain ibunya ibu (nenek). Jangan coba-coba mengotori kamar kalau tidak mau meletus Perang Dunia ketiga. Ia sudah lelah mengurus rumah seharian. Jangan tambah bebannya dengan melihat kamarmu yang berantakan.

3. Dia selalu marah padaku jika aku sering pulang malam.

Ibu mana sih yang nggak marah kalau anaknya pulang malam? Toh tujuannya baik, supaya anaknya jaga diri. Dia khawatir kalau anaknya terlibat dalam pergaulan malam. Lagipula, malam-malam gelap apa yang dilakukan anak muda kalau bukan main-main nggak jelas?

4. Sering juga ngomel ketika aku lupa menjalankan ibadah.

Sebab ibu marah yang satu ini pastinya sudah bisa kita pahami. Di tengah-tengah kesibukannya yang padat merayap, ia selalu mengingatkan kita untuk dekat dengan Tuhan. Dia tidak segan-segan memarahi kita kalau mendapati anaknya belum menjalankan ibadah.

Daripada membuat ibu semakin gundah gulana, sebaiknya segera tunaikan kewajiban ibadahmu. Karena semua ibu ingin anaknya menjadi anak yang taat dalam agama.

5. Bukan hanya itu, di kamar mandi lama pun ibu bernada tinggi memintaku untuk cepat keluar.

“Kakkk, udah selesai mandinya? Buruan keluar. Lama amat sih.”

“Ya ampun Bu, kakak baru masuk kamar mandi ini. Belum ngapa-ngapain udah disuruh keluar aja.”

Yang sering diteriakin ibunya pas lagi mandi acung jari! Entah kenapa ibu tidak suka kalau kita berlama-lama di kamar mandi. Apapun itu alasannya, pasti baik buat kita. Jadi hemat sabun, hemat air, hemat waktu.

6. Juga selalu marah jika aku pergi pagi dan tak mengawalinya dengan sarapan.

Persatuan ibu di seluruh dunia telah sepakat bahwa mengawali pagi hari tanpa sarapan adalah sebuah tindakan yang salah besar! Bagi ibu, sarapan layaknya ibadah yang wajib dilakukan. Dia akan marah kalau kamu melewatkan sarapan.

Kamu tinggal satu rumah sama ibu? Jangan berani-beraninya menginjakkan kaki ke luar rumah tanpa sarapan! Udah ikutin aja.

7. Lupa sarapan dimarahi. Makan di luar apalagi, tambah dimarahi.

Kamu meninggalkan sarapan dan berdalih akan makan di luar? Meski kadang nggak semua ibu marah kalau anaknya makan di luar, jauh dari lubuk hati yang terdalam, dia merasa keberatan kalau anaknya makan di luar.

Ingat larangan waktu kecil nggak boleh jajan sembarangan karena nggak bergizi, boros, banyak pengawetnya, banyak micinnya, dan nggak sehat? Itulah beberapa alasannya.

8. Ibu selalu marah setiap kali aku makan di kamar.

Makan di rumah aja nggak cukup kalau kamu makannya di dalam kamar. Ingin ibu gak marah? Makanlah di dalam rumah tapi di luar kamar. Ya, di meja makan lhah. Ibu khawatir kamu akan menumpahkan makanan di dalam kamar yang bikin kamar semakin berantakan, kotor, hingga bau.

9. Sepulang sekolah kalau ketahuan nilaiku jelek, pasti dimarahi.

Ya iyalah, ibu mana yang nggak marah melihat nilai sekolah anaknya yang jeblok? Beliau sudah banting tulang membayar biaya pendidikan kita. Uang itu nggak turun dari langit lho. Harus dicari dengan susah payah.

Ibu berharap kita bisa menghargai kerja kerasnya dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Itulah kenapa dia marah-marah kalau nilai-nilai yang kita dapat jauh di bawah standar.

10. Harus siap dimarahi kalau tidak melakukan pekerjaan rumah.

Tugas kita dilahirkan ke dunia salah satunya adalah membantu ibu. Kita sudah diberi makan gratis, disediakan tempat tinggal gratis, dibelikan pakaian, disekolahkan, dan diberi fasilitas lainnya. Dan dia tidak pernah meminta imbalan sepeserpun. Ibu hanya berharap kita bisa membantu meringankan pekerjaan rumah.

11. Sudah dimarahin, masih dibanding-bandingin pula sama anak tetangga sebelah.

Wah ini nih yang kadang-kadang bikin gondok. Sudah dimarahin masih dibanding-bandingin pula sama anak orang lain. Keselnya jadi berlipat-lipat. Kalau kamu menghadapi situasi seperti ini, ambil sisi positifnya saja.

Sebenarnya ibu tidak ingin membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Ia hanya menjadikan anak orang lain sebagai contoh yang baik yang bisa kamu tiru. Jelas kita lebih berharga di mata ibu daripada anak orang lain itu.

12. Tapi… semua itu ibu lakukan karena sayang pada kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita.

Tidak ada satu ibu pun di dunia yang ingin mencelakakan anaknya. Semua marahnya ia lakukan karena menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jangan buru-buru kesel kalau ibu marah. Gali dulu hikmah tersembunyi di baliknya. Tanggapi dengan kepala dingin dan hati terbuka. Pasti akan kamu dapati mutiara yang sangat berharga dibalik kemarahannya.

Itulah beberapa tindakan marah ibu yang mengandung maksud baik di dalamnya. Yang manakah yang kamu banget? Semuanya? Wah, selamat, ibumu pasti sayang banget sama kamu.

Jangan lupa ucapin Selamat Hari Ibu ya.

Kapan terakhir kali kamu makan bersama ibumu ?Kapan terakhir kali kamu bersenda gurau, memeluk, atau makan bersama ibumu ?:'(

Posted by Wovgo on Friday, December 18, 2015