10 Alasan yang bikin pendatang pada betah di Jogja

jogja

Selain Jakarta, Jogja juga terkenal sebagai kota yang banyak pendatang dari seantero nusantara. Menariknya lagi, dia terkenal sebagai kota yang nyaman dan memiliki masyarakat asli yang ramah. Itu kenapa kota Jogja memiliki slogan ‘Jogja Berhati Nyaman’. Bukan ‘Jogja Berhati Mantan’.

Terlepas dari itu, para pendatang juga sudah menganggap Jogja sebagai rumah kedua yang layak untuk dijadikan tempat tinggal untuk memenuhi segala urusan, setelah kampung halaman mereka. Bahkan setelah urusan selesai, tak sedikit dari pendatang memutuskan untuk lebih berlama-lama di sana, sekedar menikmati suasana yang khas ala Jogja.

Kira-kira, alasan apa sih yang bikin para pendatang ini betah dan berlama-lama di Jogja?

1. Alasan kulinernya yang beragam.

foto: kuliner.panduanwisata.id

foto: kuliner.panduanwisata.id

Jogja itu banyak tempat kuliner yang kurang afdol kalau nggak dijelajahi satu persatu. Pastinya butuh waktu nggak cukup sehari, minimal para wisatawan datang ke Jogja itu 3 harian. Itu pun masih nggak cukup, karena di sana Wovger akan disuguhi panganan dari kelas biasa sampai kelas international, dari jajanan pasar sampai café-café eksostis. Apa nggak bikin betah kalau gini jadinya?

BACA JUGA: Ini dia resep Ayam Geprek Ala Jogja yang bisa bikin kamu ketagihan [Video]

Kalau untuk yang udah lama tinggal di Jogja sih mungkin udah pada bosan nyobain beragam kulinernya. Jadi ya sehari-hari mungkin lebih milih untuk makan di burjo aja. Hahahaha. Ngaku deh!

2. Masih tentang kuliner. Bukan menunya, melainkan harganya yang bersahabat.

foto: fjb.kaskus.co.id

foto: fjb.kaskus.co.id

Masih soal kuliner.

Selain ragam makanan yang tersedia, hal lain yang orang sukai dari kuliner di Jogja adalah soal harga. Harga makanan di Jogja itu tergolong murah bin ekonomis. Dengan uang 10 ribu rupiah Wovger masih bisa mereguk kenikmatan makan enak sekaligus minumnya. Tapi ya gitu: makannya nasi + telur dan minumnya air putih. Kalau Wovger bawa duit 10 ribu, pasti bakal dapet kembalian 2 ribu.

Ini nih yang jadi alasan kenapa pendatang pada betah, soalnya nggak nguras kantong sih. Burjo ialah penyelamat bagi para mahasiswa di Jogja saat akhir bulan. Karena kalau akrab, Aa burjonya bahkan bersedia ngutangin!

3. Sebab Jogja aman.

foto: sartikanurat.blogspot.com

foto: sartikanurat.blogspot.com

Kota ini merupakan kota yang minim konflik. Ada sih ada, tapi nggak banyak.

BACA JUGA: 11 tempat asik di Jogja untuk menikmati senja

Jogja mampu menampung orang-orang dari berbagai macam suku dan budaya, serta latar belakang yang berbeda-beda. Campur aduknya warga dari Sabang sampai Merauke, menjadikan kota Jogja memiliki toleransi tinggi dan sifatnya yang aman serta menyamankan.

4. Akses trasportasi juga mudah dan kalau pun macet, belum separah kota besar lain.

foto: anekatempatwisata.com

foto: anekatempatwisata.com

Jika para pendatang betah berlama-lama, maka alasan karena trasportasi mungkin juga jadi salah satu penyebabnya. Transjogja siap mengantar Wovger berkeliling dengan harga murah meriah: cuma 3000 rupiah. Keadaan jalan yang Ring Road menjamin kamu nggak gampang kesasar. Makin betah! Udah gitu, jarang macet. Atau kalau lagi macet, macetnya nggak parah-parah amat kayak kota-kota besar lain.

5. Dalam hal pendidikan, Jogja sangat terjamin mutunya.

foto: unycommunity.com

foto: unycommunity.com

Mungkin ini adalah alasan utama kenapa para pendatang memilih Jogja. Jogja yang merupakan kota pelajar ini memiliki berbagai Universitas dengan mutu yang bagus. Wovger tingga pilih aja, mau menimba pendidikan di kampus mana: UGM, UNY, UPN, UII, Amikom, USD, UST, YKPN, UAD, UMY, UTY, UAJY, UKDW dan masih banyak lagi yang kayaknya kalau Wovgo tulis semua di sini, bakalan setara 1 artikel lengkap nanti.

6. Tempat pariwisatanya juga begitu memikat.

foto: wisatajogja.biz

foto: wisatajogja.biz

Nggak cuma belajar, Jogja juga memiliki segudang destinasi wisata alam yang akan membuatmu betah. Kalau pantai, ada pantai Parangtritis, Pantai Depok dan masih banyak lagi. Main-main ke Taman Sari atau sekedar jalan-jalan ke Malioboro juga bisa. Atau ke Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark yang baru aja dibikin. Lalau kalau mau ke Candi Borobudur juga bisa. Tapi Wovgo cuma mau ngingetin aja, kalau Candi Borobudur itu ada di Magelang ya, bukan di Jogja. Oke? Sip.

BACA JUGA: 15 Air terjun di Jogja ini wajib kamu kunjungi agar liburanmu di Kota Gudeg semakin komplit

Nah, dari sekian tempat-tempat keren itulah, dan beberapa tempat lainnya, yang membuat Jogja menjadi tempat yang paling indah untuk ditinggali hingga kadang malas beranjak darinya untuk pindah ke kota lain.

7. Seni dan budayanya begitu berlimpah.

foto: radarjogja.co.id

foto: radarjogja.co.id

Jogja emang tempat berkumpulnya para seniman. Salah satu hal yang bikin para pendatang betah adalah kuatnya aktivitas seni dan budaya yang menjadi ikon kota Jogja. Mulai dari Ketoprak, Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Golek, Jathilan, Sendratari Ramayana, Karawitan, Langen Mandra Wanara dan masih banyak lagi yang menurut Wovgo sayang banget kalau Wovger tinggal di Jogja dan sama sekali nggak pernah nonton.

8. Oh ya, di Jogja juga banyak acara keren.

foto: beritaegatama.com

foto: beritaegatama.com

Banyak acara keren berskala nasional maupun internasional yang sering diadakan di Jogja. Seperti Jazz Kenny G yang pernah perform akhir-akhir ini, Jogjakarta International Heritage Walk 2015, Jogja Volkswagen Festival 2015, Prambanan Jazz International Music Festival 2015 dan masih banyak lagi. Gimana nggak bikin betah coba?

9. Wovger bisa menjalani hidup secara sederhana.

foto: laenelson.wordpress.com

foto: laenelson.wordpress.com

Kaya atau miskin itu cuma urusan seberapa jumlah pundi-pundi rupiah. Tapi gaya hidup sederhana? Bisa dipraktikkan siapa saja dengan tingkat ekonomi seberapa pun.

Gaya hidup yang ditawarkan di Jogja merupakan gaya hidup yang sifatnya sederhana dan kerasa banget nuansa tradisional jawanya. Bukan lifestyle glamor yang menghabiskan uang jutaan rupiah dalam semalam. Coba main-main lah ke Jogja, Wovger akan banyak menemukan orang-orang yang jumlah rekeningnya kebangeten, tapi gaya hidupnya sederhana banget. Mereka sering makan di restoran, tapi juga lebih sering nongkrong di angkringan sembari menyeduh nikmatnya kopi jos dan nasi kucing.

BACA JUGA: Water Park terbesar, terlengkap dan tercanggih di Indonesia siap hadir di Jogja!

Mengapa menjalani gaya hidup sederhana di Jogja itu mudah?

Ya karena pilihannya beragam. Tempat untuk ekonomi menengah ke atas ada banyak, lalu tempat-tempat untuk ekonomi menengah ke bawah juga nggak kalah banyak.

10. Ada banyak komunitas untuk memperluas relasi.

foto: jogjanews.com

foto: jogjanews.com

Banyaknya komunitas menambah daya tarik tersendiri, dan menandakan bahwa orang-orang di Jogja, terutama pemuda, sangat aktif berkegiatan. Wovger bisa menambah wawasan sekaligus memperluas jaringan pertemanan melalui komunitas yang serba ada. Mulai dari komunitas yang berhubungan dengan hiburan seperti musik, stand up comedy, beatbox dan masih banyak lagi. Ada pula komunitas pecinta buku. Dan, ada banyak lagi komunitas-komunitas lainnya.

Membaurlah, dan aktif berkegiatanlah. Jangan berdiam di kosan melulu.

****

Jogja adalah kota ramah yang nggak akan menolak kehadiran siapa pun. Selama tujuan kedatangannya bukan untuk memecah belah, membuat keributan dan meledakkan bom.

Datang dan berbahagialah. Ciptakan kenangan indah dengan apa-apa yang sudah Tuhan sediakan untuk Jogja. Yah, beginilah Jogja: cuma bisa memberi kenyamanan. Makanya jangan heran kalau banyak yang susah move on. Susah move on dengan keindahan kotanya dan mantan terindah yang pernah mengisi hati. 🙂