Daftar bangunan-bangunan kuno di Semarang yang wajib kamu kunjungi (Bagian I)

lawang sewu

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Dengan sejarah yang sejauh itu, tentu Semarang juga punya banyak bangunan-bangunan tua dong. Maka dari itu, pada postingan kali ini Wovgo pengen ngasih list bangunan-bangunan tua yang ada di kota Semarang yang cocok untuk dipelajari sejarahnya. Atau kalau Wovger mau ke sana, bisa juga sekalian bawa kamera, untuk mengabadikan keindahannya.

Selamat menikmati suasana vintage ala jaman kolonial berikut ini.

Nikmati Little Netherland di Kota Lama Semarang. Bangunan lama peninggalan kolonial Belanda.

foto: berdikarinews.com

foto: berdikarinews.com

Kota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu.

Di sini kamu akan disuguhi bangunan-bangunan kuno yang khas dan masih kokoh berdiri, peninggalan kolonial Belanda. Itu kenapa banyak yang menyebutnya Little Netherland. Tentunya setiap bangunan memiliki kisah sejarah yang tak terlupakan. Seperti kisah cinta kamu bersama mantan.

BACA JUGA: Saat Wovger ke Semarang, kalian wajib mengunjungi 10 destinasi berikut ini

Bangunan tuanya nggak cuma satu aja loh, melainkan tersebar di beberapa tempat. Namun tempat yang wajib hukumnya untuk dikunjungi adalah Gereja Bleduk, Jembatan Berok, Gedung Jiwasraya, Gedung Marabunta, Stasiun Tawang dan masih banyak lagi. Pokoknya kamu harus kelilingi semua tuh, demi membuktikan kebenaran keindahannya.

Masjid besar Kauman. Saksi bisu perkembangan yang terjadi di Semarang.

foto: masjid.asia

foto: masjid.asia

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Semarang. Nama Kyai Adipati Hario Surohadi Menggolo II digadang-gadang sebagai pendiri pertama Masjid Besar Kauman Semarang.

Masjid besar ini juga memiliki sisi khas kekunoannya. Bangunan ini terletak di jalan alun alun barat No. 11 Semarang. Disebut Kauman karena di sisi samping masjid sudah masuk jalan Kauman. Masjid Kauman merupakan rangkaian perkembangan dari sejarah pembangunan masjid di Semarang.

Kantor Pos Besar Semarang. Bangunan dengan kecantikan arsitektur numero uno.

foto: Gedung keuangan Negara

foto: Gedung keuangan Negara

Kantor Pos Besar Semarang ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Semarang. Bangunan ini dibangun di Indonesia hampir setengah abad, terletak di jalan Pemuda No. 4 Semarang.

BACA JUGA: Kudus nggak cuma punya Soto Kudus. Ini lho kuliner lainnya yang harus kamu coba

Jangan tanya sejarahnya kayak gimana, karena ini bukan situs sejarah! Jadi Wovgo cuma bisa bilang kalau arsitek orang Eropa ini numero uno.

Gedung keuangan Negara. Sering disebut Gedung Papak gara-gara saking kotaknya.

foto: johansurya.com

foto: johansurya.com

Wow, gedung keuangan juga merupakan gedung tua loh. Tapi tenang, gedung ini masih aman untuk menyimpan uang kok. Bukan kayak investasi-investasi bodong yang bikin kita was-was untuk menitipkan uang.

Gedung keuangan Negara ini berada di Jln. Pemuda No. 2 Semarang. Gedung ini dulunya bernama Het Groote Huis (sebagai balai kota) dan gedung multiguna, menggantikan Staadhuist di Brajangan.

Desain gedung ini benar-benar kaku karena bentuknya yang kotak banget, atau sering dinamakan Gedung Papak gara-gara saking kotaknya. Letak multigunanya ada pada kegunaan gedung ini yang dulunya sebagai kantor polisi, kantor karesidenan, kantor pos, keuangan dan Ruang sidang Raad Van Justice (Pengadilan Untuk Rakyat Eropa).

Gedung Marabunta. Destinasi wisata vintage yang sayang banget kalau sampai kamu lewatkan.

foto: skyscrapercity.com

foto: skyscrapercity.com

Seperti yang Wovgo jelaskan sebelumnya, Gedung Marabunta ini merupakan rangkaian dari kota Lama Semarang. Gedung Marabunta ini beralamat di Jl. Cendrawasih 23 Semarang, cocok sebagai salah satu destinasi wisata vintage yang kamu idamkan.

Gedung Marabunta ini memiliki ciri yang unik, yakni dengan adanya patung semut raksasa di atapnya. Meski tanggal berdirinya belum pasti, diduga gedung ini sudah bertengger di sana sejak tahun 1854. Hal ini dibuktikan dari kegiatan kalangan masyarakat Eropa kala itu yang suka mengadakan pentas seni dalam suatu gedung, dan gedung itu diprediksi sebagai gedung Marabunta.

Lawang Sewu. Bangunan tua bergaya art deco.

foto: ihardinoto.blogspot.com

foto: ihardinoto.blogspot.com

Siapa yang nggak tahu Lawang Sewu?

Kalau Lawang yang satu ini bukan lawang biasa. Tempat wisata ini udah jadi ikon orang Semarang, bahkan udah terkenal di seantero negeri, melebihi gedung-gedung tua lainnya.

BACA JUGA: Nggak cuma surga wisata, Jawa Tengah juga punya 12 kuliner khas yang akan menggoyang lidahmu

Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Letaknya di sisi timur Tugu Muda Semarang, kelihatan jelas di pinggir jalan, di sudut jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini, dibangun oleh arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Disebut Lawang Sewu atau Seribu Pintu, dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Padahal kenyataannya, jumlah pintunya nggak sampai seribu.

Gereja Blenduk. Landmark kota lama, Semarang.

foto: gpblendoeg.blogspot.com

foto: gpblendoeg.blogspot.com

Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753, dan merupakan landmark dari kota lama Semarang. Bernama asli Nederlandsch Indische Kerk, gedung bergaya Neo-Classic ini terlihat kontras dari bangunan tua lainnya. Bangunan ini berbentuk setengah lingkaran yang menonjol, inilah yang menjadi pusat perhatian.

Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No. 32 Kota Lama Semarang dengan bernama Gereja GPIB Immanuel.

Gereja Gereformeerd. Bangunan bernuansa unik yang dibangun sejak tahun 1918.

foto: semarangan.loenpia.net

foto: semarangan.loenpia.net

Nuansa unik tahun-tahun 1920-an masih tercium di Gereja ini. Selain unik, juga masih terawat kondisi bangunannnya, dan sanggup menampung jemaat hingga 400 umat GKI.

Gereja ini terletak di Jalan Dr. Sutomo selatan Rumah Sakit Kariadi, Wovger bisa mencapai tempat ini dengan angkutan kota dari arah Simpang Lima atau Tugu Muda ke arah Sampangan.

Gereja Gereformeerd telah dibangun pada 27 Oktober 1918, tapi baru diakui berbadan hukum oleh Pemerintah Hindia Belanda sejak 18 Maret 1928.

 

“Kamu mau pre wedding di sini? Pilihan yang tepat!”

“Ngomong-ngomong, kok Mbak penulis ngomongin pre wedding melulu sih. Tadi di postingan ‘12 Tempat wisata yang bisa kamu kunjungi ketika berkelana ke Pati’ juga ngomongin pre wedding loh.”

“Yah, begitulah. Sampai hari ini Mbak Penulis masih nunggu dilamar, dan yang ngelamar belum datang-datang juga. Hiks… hiks… hiks…”

*malah curhat lagi*

 

Gedung Marba. Nama yang merupakan kepanjangan dari Marta Badjunet.

foto: 1001malam.com

foto: 1001malam.com

Gedung Marba letaknya di salah satu sudut kota lama, seberang Taman Srigunting, tepatnya Jalan Let. Jend. Suprapto No 33 Semarang.

Gedung ini dibangun pada pertengahan abad XIX, dan merupakan bangunan 2 lantai dengan tebal dinding ± 20 cm. Kokoh, kuat, tak tertandingi.

Kenapa disebut Marba? Soalnya kependekan dari Marta Badjunet si saudagar kaya dari Yaman yang memprakarsai berdirinya bangunan ini.

 

“Mau fotomu tampak berkelas? Datang aja ke sini.”

“Foto apa nih, Mbak penulis? Pre wedding lagi?”

“T. E. R. S. E. R. A. H!”

“Ciye ngambek.”

 

Puri Gedeh. Bangunan tua ala Eropa.

foto: seputarsemarang.com

foto: seputarsemarang.com

Siapa yang mau tinggal di rumah ala Eropa?

Bangunan ini berdiri kokoh di Jl. Gajah Mungkur (Jl Gubernur Budiono) Semarang, Puri Gedeh, dan merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Tengah. Rumah ini masuk daftar bangunan kuno yang kurang afdhol kalau nggak Wovger kunjungi.

BACA JUGA: Ayo berwisata ke Kabupaten Batang, serpihan surga lain di provinsi Jawa Tengah

Semula bangunan ini milik keluarga Liem, namun sudah berubah menjadi milik Negara. Gubernur yang pertama kali tinggal di situ adalah Soepardjo Roestam, kemudian diikuti dengan gubernur lainnya.

****

Tunggu… tunggu… tungu…

Jangan keburu beralih, karena bangunan tuanya nggak berhenti sampai sini aja. Sesuai judul di atas yang ada tambahan ‘Bagian I’, berarti masih ada artikel ‘Bagian II’ dong. Tentu membahas soal bangunan-bangunan tua khas Semarang yang nggak kalah berkelas dari list di atas lah ya. Masa membahas tentang hubungan asmara kamu dan dia.

Kalau ada ada bagian yang pengen Wovgo masukkan dalam artikel ini atau artikel berikutnya, tulis di kolom komentar ya. Sampai jumpa di artikel ‘Bagian II’ soal bangunan-bangunan tua khas Semarang berikutnya. 🙂