Tips traveling dengan biaya nol rupiah!

traveling

Traveling adalah hal yang paling diingiinkan jutaan orang dalam hidup mereka. Kecuali mereka yang lebih suka jadi katak dalam tempurung secara akut sih.

Manusia punya keinginan alamiah untuk melihat keindahan dunia di berbagai tempat. Satu-satunya hal yang bisa menurunkan keinginan ini adalah biaya. Biaya traveling yang cukup mahal mengakibatkan tidak semua orang bisa mencapainya. Transportasi, akomodasi, itu saja sudah cukup mahal. Belum lagi biaya lain-lain seperti rekreasi, resepsi.

Ini kenapa malah bahas resepsi ya? Oke balik arah.

Seringkali kita lupa menanyakan satu hal pada diri sendiri, agar bisa merasakan pengalaman di budaya dan tempat yang berbeda, benarkah kita harus pergi sejauh itu ke belahan dunia lain? Bagaimana jika ternyata Wovger bisa traveling ke tempat yang diinginkan tanpa beranjak dari rumah?

Setiap kota terdiri dari penduduk yang berasal dari berbagai latar belakang suku yang berbeda. Nggak mungkin satu kota hanya dihuni satu suku bangsa yang sama. Pasti ada orang Tionghoa, orang Jawa, orang Sunda, dan syukur-syukur ada orang bule juga. Dengan mengenal mereka, kamu nggak perlu jauh-jauh traveling ke luar daerah. Berikut ini tips dari Wovgo yang bisa mempermudah langkahmu.

1. Mengerti bahwa perbedaan itu memang ada.

foto: searchengineland.com

foto: searchengineland.com

Akui saja bahwa perbedaan itu memang ada di dunia ini. Setiap orang diciptakan berbeda, baik dari segi lahir maupun batin. Namun perbedaan itu jangan dijadikan alasan untuk bersikap membeda-bedakan. Sebaliknya, kamu harus bersikap sama kepada semua orang. Sama ramahnya, sama terbukanya.

BACA JUGA: Ini dia bedanya antara ‘Bela Negara’ dengan ‘Bella Shofie’

Dengan pemahaman ini, kamu lebih mudah mengenal orang lain. Bukankah nilai ini juga yang kamu bawa saat traveling? Mengerti dan memahami perbedaan agar bisa menerimanya dengan pikiran terbuka.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai bicara dengan orang dari latar belakang berbeda yang ada di kotamu tanpa rasa nyinyir.

2. Lakukan pengamatan dari orang-orang tersebut.

foto: koransn.com

foto: koransn.com

Traveling itu tidak hanya sekedar melihat tempat-tempat baru. Ini yang selama ini masih disalahartikan oleh masyarakat kita. Traveling juga berarti menjelajah budaya dan orang-orang baru.

Mulailah lakukan pengamatan dengan orang yang berbeda warna kulit, berbeda hobi, berbeda tempat, agar meluaskan pandangan berpikir kamu. Biar kamu tahunya nggak cuma itu-itu aja. Yang Jawa supaya tahunya bukan Jawa saja, yang Sunda juga supaya kenal sama yang lain, suku bangsa lain juga sebaiknya demikian.

Biar pengamatan ini lebih menarik, cobalah menikah dengan orang dari suku atau daerah berbeda.

Aduh, bahas menikah malahan. Maaf, kelepasan.

3. Setelah memahami dan mengamati, berikan pengalaman pada diri sendiri untuk merasakan budaya yang berbeda.

foto: warnawarniindonesia.hol.es

foto: warnawarniindonesia.hol.es

Meski Wovger sedang berada jauh dari budaya tersebut, bisa juga lho merasakan dan mencoba mengalaminya. Caranya, kamu bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengubah rutinitasmu yang biasanya.

BACA JUGA: 8 Tari Tradisional Bali Yang Wajib Kamu Tonton Ketika Traveling ke Pulau Dewata

Misalnya, untuk bisa merasakan budaya Jerman, kamu nggak perlu memaksakan diri pergi ke sana jika memang kesempatannya belum ada. Kamu bisa mengawali ngobrol-ngobrol sama orang Jerman, bertukar cerita tentang budaya masing-masing, membuat sendiri Bratwurst dan Schnitzel Jerman yang terkenal itu, tentunya kamu harus menggantinya dengan daging ayam/sapi jika berpantangan makan daging babi.

Terus gimana caranya dapat temen orang luar negeri?

Googling dong. Zaman sudah canggih. Udah nggak kayak zaman dulu pas traveling masih pakai kuda dan unta!

4. Gali lebih dalam pengetahuan tentang budaya baru yang baru saja kamu dapatkan.

foto: jogjainvest.jogjaprov.go.id

foto: jogjainvest.jogjaprov.go.id

Nggak ada salahnya kamu menggali pengetahuan lebih dalam tentang budaya itu. Terkadang obrolan singkat melalui teman belum cukup memuaskan rasa penasaran kita. Oleh karena itu, pelajari lebih lanjut budaya tersebut. Sumber informasi bisa dari Google, buku bacaan, atau ngobrol dengan teman lain yang berasal dari budaya yang sama.

5. Pada akhirnya, sebagai manusia, kita harus menerima perbedaan yang ada.

foto: commhealthcare.com

foto: commhealthcare.com

Pada akhirnya, pengetahuan yang kita dapatkan dikembalikan lagi pada kita. Cara kita menyikapi perbedaan tersebut adalah yang paling penting. Meskipun nggak semua budaya bisa dipahami, Wovger harus tetap menghargai perbedaan tersebut. Buka pikiran dan hati untuk menerimanya dengan cinta.

BACA JUGA: 9 Foto yang menggambarkan perbedaan Mama dan Ayah dalam mengasuh anak

Itulah tadi tips sederhana yang bisa mewujudkan impianmu traveling ke daerah lain tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Cukup murah dan hasil yang didapat pun hampir sama. Minus foto-foto selfie tentunya. Tapi hakikat traveling itu kan bukan pada fotonya, melainkan pada apa yang kamu dapat dan perubahan positif yang terjadi sepulangmu dari sana. Siapa tahu, setelah pulang dari sana, selain mendapatkan perubahan positif, juga dapat jodoh.

Aduh, bahas jodoh lagi.