Turis Vs Traveller. Kira-kira kalian yang mana?

turis vs traveller

Trend traveling sekarang lagi nanjak banged. Sejak ada program tv yang bahas tentang traveling gitu, orang-orang jadi pada latah mau ikutan traveling. Tapi apakah orang-orang latah ini layak disebut traveler hanya karena pernah sekali melakukan sebuah kunjungan ke suatu tempat wisata?

Turis dan Traveler mempunyai perbedaan mendasar yaitu bagaimana cara mereka bersikap dan tujuan utama mereka mengunjungi suatu tempat.

Nah sekarang Wovgo akan merangkum, hal-hal yang membedakan antara Turis dan Traveler. Wovger pilah-pilah sendiri, kira-kira kalian masuk kategori yang mana ya.

1. Barang Bawaan.

turis vs traveller
Seorang traveler biasanya akan membawa barang bawaan seperlunya. Seperlunya maksudnya adalah semua yang diperlukan yang dia bawa. Tidak membawa berlebihan dan tidak meninggalkan hal yang sangat dibutuhkan. Nah kalo turis mereka biasanya melakukan dua perilaku. Pertama ada yang suka bawa barang bawaan berlebihan, apa ajah lah pokoknya dimasukin. Catokan, make up, dll masukin semua pokoknya, sampe ribet bawa tasnya. Dan ada juga yang bawa barang seenaknya, nah nanti kalo ada hal yang gak kebawa langsung minta atau pinjem temen. Nah kalo gini namanya ngerepotin.

Huff bikin sebel.

2. Cara Berpakaian.

turis vs traveller

Dalam cara berpakaian juga sangat terlihat perbedaannya. Turis bisanya akan terlihat necis saat berkunjung sebuah tempat. Mereka memakai pakaian yang menurut mereka keren buat difoto tanpa mempertimbangkan lokasi yang akan dituju. Sedangkan traveller lebih mementingkan kenyamanan. Traveller akan berpakaian sesuai dengan tempat yang akan dikunjunginya. Mulai dari sepatu, baju, celana, akan mereka persiapkan menyesuaikan tempat yang akan dikunjungi.

Yah intinya kalian tidak akan menemukan seorang traveller yang naik gunung menggunakan jeans atau mengunjungi pantai dengan menggunakan long dress.

3. Cara bepergian.

turis vs traveller

Mengenai cara bepergian, para turis biasanya akan membuat perjalanan yang senyaman mungkin. Pakai mobil, bawa temen sebanyak-banyaknya biar rame, nyiapin hotel buat menginap dll. Sedangkan seorang traveler, mereka lebih menyenangi sebuah perjalanan yang lebih liar. Naik motor (biasanya motor bebek, atau motor matic biasa, bukan motor gede kaya punya Boy di Anak Jalanan) atau bahkan mereka rela bersusah payah untuk gonta-ganti kendaraan umum.

Biasanya kalo turis juga suka ribet, telatan, dll. Kalo traveller, mereka akan memperhitungkan waktu dan lebih disiplin.

BACA JUGA : Tips traveling dengan biaya nol rupiah!

4. Lokasi Kunjungan.

turis vs traveller

Turis biasanya akan mengunjungi tempat yang sudah terkenal oleh publik dan aksesnya mudah. Mereka akan berbondong-bondong mengunjungi sebuah tempat yang lagi hits.

Sedangkan traveller, mereka lebih menikmati sebuah perjalanan menantang dan lebih suka mengexplorasi sebuah tempat baru. Kadang saat mereka tertarik mengunjungi sebuah tempat baru yang mereka belum tau lokasinya, mereka akan tetap berangkat  walau hanya berpatokan dengan penunjuk jalan, gps (jika ada signal), banyak tanya jalan sama warga sekitar dan sisanya mereka percayakan pada insting petualangan mereka.

Nyasar malah menjadi sebuah keberuntungan buat mereka, petualangan baru euy.

5. Kegiatan Berfoto.

turis vs traveller

Turis biasanya saat sudah sampai di lokasi kunjungan bakalan ribet buat buru-buru selfi dan foto bergaya sekece mungkin buat dipamerin kesocial media. Nanti disocial media bikin caption sebagus mungkin juga biar bisa dapet love banyak.

Beda banged sama traveller. Traveller biasanya mengambil gambar suasana sekitar. Mereka mengambil gambar selfi juga hanya beberapa. Gak berlebihan juga waktu sharing disocial media. Yang jelas kalo Traveller, pas foto-foto gak bakalan selfi pake gaya duck face.

BACA JUGA : Tak ada Amarilis, Eceng Gondok pun jadi. Yuk selfie …

6. Kegiatan di lokasi kunjungan.

turis vs traveller

Saat sudah sampai di lokasi yang pengen dikunjungi, turis bakalan buru-buru check in lokasi di PATH. Pokoknya penting banged semua orang tau dia lagi ada dimana. Mereka juga akan lebih banyak beraksi buat foto-foto, selfi, dan action dengan segala gaya. Pokoknnya foto-foto disegala spot yang ada dan dipamerin ke social media.

Sedangkan kalo para traveller, biasanya mereka lebih pengen menikmati suasana yang ada. Mereka mengambil foto sebagai bentuk dokumentasi, bukan sebagai kegiatan narsis. Traveller juga lebih suka bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Mereka akan bertanya banyak hal untuk tau mengenai seluk beluk lokasi yang mereka kunjungi. Nah sapa tau nemu perawan anak situ yang mau diajak nikah. Traveller mah gitu cara mainnya.

7. Sikap diri saat dilokasi kunjungan.

Banyak banged turis yang datang kesuatu tempat cuma buat rekreasi dan senang-senang. Mereka kadang gak memperhatikan hal-hal disekitarnya. Karena udah asik ngumpul, rame sama temen-temen, abis makan bekal, sampahnya gak dikumpulin malah dibiarin. Kadang mereka juga suka ribut dan beraksi berlebihan. Yah namaya juga turis, pikiran mereka kan yang penting udah bayar tiket, yaudah bisa bersikap seenaknya.

Para traveller sejati tidak akan melakukan hal-hal tadi. Mereka tau betul apa itu menjaga kebersihan lokasi wisata. Mereka tau betul bagaimana menghargai pengunjung lain dengan bersikap sewajarnya. Dan ini sudah tertanam dalam diri mereka.

Kedewasaan tidak bisa diajarkan bung. Traveller harus sudah dewasa, kalo belum dewasa nanti dimarahin mama, ngelayapnya gak boleh jauh-jauh.

8. Prioritas saat bertravelling.

Bagi turis, pemandangan adalah nomer satu. Mereka selalu berexpektasi bakalan mendapatkan spot yang indah dan bisa jadi latar belakang buat selfi. Sedangkan traveller lebih menikmati perjalanannya. Mereka menikmati proses menuju lokasi tersebut, mereka menikmati suasana baru yang mereka dapatkan, dan mereka berusaha mencari pembelajaran baru dari setiap perjalanan yang mereka lakukan.

Makanya perjalanan yang dilakukan para traveller bakalan menyimpan makna yang dalam, bukan sekedar perjalanan berwisata.

BACA JUGA : 6 Alasan kenapa orang yang sering traveling cenderung lebih sukses

9. Setelah pulang dari perjalanan.

Turis akan membawa ratusan foto untuk gonta ganti DP dan dipamerin dijejaring social. Sedangkan traveller akan pulang membawa cerita. Selalu ada cerita baru dari setiap perjalanan. Dan para traveller akan selalu bisa memaknai setiap perjalanan mereka.

***

Ada yang bilang turis adalah traveler yang masih pemula. Sedangkan traveller adalah turis yang sudah berpengalaman. Tapi menurut Wovgo, Traveller dan Turis memiliki sebuah alasan mendasar yang membedakan keduanya. Keduanya bener-bener beda. Turis hanya ingin berwisata dan berekreasi, sedangkan traveller ingin menempuh sebuah perjalanan baru untuk memperoleh pembelajaran baru.

Ini mengenai mental, ini mengenai sikap, dan ini juga mengenai tujuan bertravelling. Jangan pernah mengaku seorang traveller jika kalian cuma seorang wisatawan. Jangan ngaku seorang traveler jika kalian masih membuang sampah sembarangan.

Akhir kata dari Wovgo, salah olahraga.

Gambar : holidify.com