Pendapat para ahli tentang kenapa kamu harus bisa bahasa asing

bahasa asing

Selain buku, ada lagi jendela dunia. Ya, bahasa. Tanpa bahasa, manusia tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Dengan bahasa pun manusia masih susah berkomunikasi. Buktinya masih banyak pria jomblo yang nggak tahu bagaimana mengkomunikasikan perasaannya pada orang yang ia suka. Apalagi jika tanpa bahasa.

Di era infromasi yang serba cepat ini, nampaknya tak cukup bagi kita hanya menguasai bahasa daerah dan bahasa Indonesia saja. Setidaknya, satu bahasa asing harus dikuasai, yakni bahasa Inggris. Apalagi sejak dibukanya MEA, alasan kamu belajar bahasa asing harusnya semakin kuat juga. Siapa tahu, MEA ini bisa jadi jalan buat Wovger untuk dapat pasangan bule.

Lebih bagus lagi jika kamu tidak hanya menguasai satu bahasa asing, namun beberapa. Misalnya, bahasa Perancis, bahasa Jerman atau bahasa dari negara yang sedang tumbuh perekonomiannya seperti Tiongkok dan Jepang. Berikut ini beberapa kutipan dari orang-orang besar yang sudah Wovgo rangkum, biar kamu tahu alasan kenapa harus menguasai banyak bahasa.

1. Belajar adalah harta karun yang akan mengikuti pemiliknya kemanapun ia pergi – peribahasa Tiongkok.

foto: blogs.bath.ac.uk

foto: blogs.bath.ac.uk

Harta karun yang tak habis dimakan waktu adalah semangat belajar. Semangat belajar selalu menuntun pemiliknya pada pengetahuan baru yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

BACA JUGA: Jika kamu mengalami masalah dalam belajar, cobalah metode-metode sederhana berikut ini

Manusia dianggap sudah mati jika ia tidak memiliki semangat untuk belajar. Ia mati sebelum kematian yang sesungguhnya datang.

2. Bahasa adalah atlas budaya – Rita Mae Brwon.

foto: makers.com

foto: makers.com

Bahasa merupakan identitas suatu masyarakat. Kehadirannya tidak bisa dipisahkan dari adat-istiadat yang berlaku di masyarakat. Jika bahasa bukan atlas budaya, lantas mengapa orang Sasak dan orang Dayak punya bahasa yang berbeda?

3. Jika kamu berbicara pada seseorang dengan bahasa yang ia mengerti, percakapan tersebut akan menancap di kepalanya. Jika kamu berbicara pada seseorang dengan bahasa ibunya, percakapan tersebut akan menancap di hatinya – Nelson Mandela.

foto: storypick.com

foto: storypick.com

Pendapat Nelson Mandela ini ada benarnya. Sebagai orang Indonesia, bukankah kita lebih senang jika ada bule bertanya dengan bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris, sekalipun kita menguasai bahasa Inggris?

BACA JUGA: Belajar Bahasa Inggris tanpa les atau kursus? Bisa banget! Kamu harus coba tips-tips berikut ini!

Tips ini bisa dicoba jika Wovger ingin membuat lawan bicara terkesan pada percakapan pertama. Sapa dia dengan bahasa daerahnya, dan perhatikan raut mukanya yang berubah menjadi sangat ceria.

4. Mereka yang tidak tahu apapun tentang bahasa asing, sama saja dengan tidak mengenal bahasanya sendiri – Johann Wolfgang von Goethe.

foto: thefamouspeople.com

foto: thefamouspeople.com

Maksud Goethe di sini ialah, dengan mempelajari bahasa asing, kita jadi semakin tahu dan menghargai betapa kayanya bahasa kita. Sebagai orang Indonesia, kita jadi semakin bersyukur karena menguasai bahasa Indonesia yang unik dan beragam kosakatanya. Apalagi bahasa daerah. Bahasa-bahasa daerah di Indonesia bahkan memiliki strata yang berbeda-beda. Menyebut kata ‘tidur’ saja, beda usia beda kata lho. Begitu juga dengan kata-kata lainnya.

5. Mempelajari bahasa asing sama artinya dengan memiliki jiwa kedua – Charlemagne.

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Bagi Charlemagne, belajar bahasa baru sama artinya dengan membangun jiwa kedua. Dianggap jiwa kedua karena secara tidak langsung kita ikut mempelajari budaya bangsa tersebut.

BACA JUGA: Udah jamannya belajar Bahasa Inggris secara online, yuk Wovgo kasih referensi situsnya…

Misalnya, jika kamu belajar bahasa Korea, kamu nggak cuma belajar bahasanya saja. Tapi juga belajar tentang budaya mereka. Sedikit banyak mulai tahu tentang kebiasaan mereka. Lama-kelamaan ilmu ini terserap dalam jiwa, hingga terwujud dalam tingkah laku.

6. Satu bahasa menunjukkan kamu pada satu koridor kehidupan. Dua bahasa menunjukkan kamu jalan menuju semua koridor – Frank Smith.

foto: en.wikipedia.org

foto: en.wikipedia.org

Bagi Frank Smith, mempelajari bahasa baru sama artinya dengan membuka peluang lain. Peluang itu bisa bermacam-macam bentuknya, dapat berbentuk peluang finansial atau peluang relasi.

Kutipan ini sudah dipraktikkan oleh pahlawan-pahlawan kita zaman dulu lho. Para pahlawan tidak hanya pandai bahasa daerah, mereka juga belajar bahasa Belanda agar tidak ditipu terus-menerus oleh penjajah.

7. Batasan dari bahasaku adalah batasan dari duniaku – Ludwig Wittgenstein.

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Membatasi diri dari suatu ilmu berarti membatasi dunia dalam diri kita. Kamu nggak mau belajar bahasa Inggris? Berarti satu dunia dalam diri kamu telah tertutup. Informasi dalam bahasa Inggris yang masuk ke diri kamu serta-merta tertolak karena telah kamu tutup. Akibatnya, kamu semakin terkungkung dalam ketidaktahuan dan sering merasa tertinggal dalam banyak hal.

BACA JUGA: Ini lho yang harus kita lakukan agar Bahasa Indonesia jadi bahasa internasional

Itulah tadi alasan-alasan kenapa Wovger harus menguasai bahasa asing. Seseorang yang menguasai banyak bahasa dinamakan poliglot. Di Indonesia, sudah banyak komunitas para poliglot. Kamu bisa bergabung dengan mereka di internet polyglot atau komunitas lain, demi menciptakan lingkungan yang kondusif, untuk belajar dan bertemu orang-orang dengan minat yang sama.